Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Petani Lampung Korban Konflik Agraria, LBH Tuding Mafia Tanah

Kompas.com - 30/05/2024, 06:30 WIB
Tri Purna Jaya,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Ribuan keluarga petani di Lampung disebut menjadi korban konflik agraria, yang banyak dipicu oleh mafia tanah

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi mengatakan, setidaknya 41.964 warga dampingan hukum lembaga itu adalah korban konflik agraria, pada tahun 2023.

"Angka ini dihitung dari jumlah jiwa dalam keluarga petani yang didampingi oleh LBH Bandar Lampung," kata Sumaindra saat aksi demonstrasi Serikat Petani Lampung (SPL) di Tugu Adipura, Rabu (29/5/2024) kemarin.

Menurut Sumaindra, persoalan agraria di Provinsi Lampung seakan tidak pernah selesai. Dia mengklaim, kasus konflik agraria terjadi hampir di seluruh provinsi.

Baca juga: Konflik Agraria di Indonesia Tertinggi Dibanding Enam Negara Asia

Berdasarkan catatan LBH Bandar Lampung, pada tahun 2023 konflik agraria mencangkup 3.280 hektar tanah.

Konflik ini terjadi di antaranya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Way Kanan, dan Lampung Timur.

"Pada dasarnya, konflik agraria yang terjadi karena adanya ketimpangan pada penguasaan, dan kepemilikan tanah oleh sebagian orang," kata dia.

Dia menjabarkan, kasus-kasus agraria di Lampung dapat diketahui secara kasat mata karena memiliki kesamaan.

"Kasus-kasus agraria di Lampung memiliki corak aktor yang terdiri dari aktor swasta berupa perusahaan perkebunan, aktor negara maupun perorangan," kata dia.

Salah satu kasus yang didampingi LBH Bandar Lampung adalah 400 petani di Desa Purwotani, Desa Sinar Rejeki dan Desa Sindang Anom (Lampung Selatan).

Baca juga: Komnas HAM Catat 2.276 Konflik Agraria dalam 4 Tahun Terakhir Kepemimpinan Jokowi

Warga di ketiga wilayah itu kehilangan lahan garapannya karena pembangunan Kota Baru oleh Pemprov Lampung.

Kemudian 418 petani di delapan desa di Lampung Timur yang kehilangan tanah karena mafia tanah yang sengaja menerbitkan sertifikat di atas 401 hektar tanah garapan mereka.

Delapan desa itu adalah Desa Sri Pendowo Sri Pendowo, Desa Bandar Agung, Desa Waringin Jaya, Desa Wana, dan Desa Sri Menanti.

Kemudian Desa Giring Mulyo, Desa Sribhawono, dan Desa Brawijaya.

"Sertifikat yang terbit tersebut dapat diduga kuat terdapat proses yang manipulatif, tertutup, dan dengan itikat buruk," kata Sumaindra.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Regional
Demi Judi Online dan Foya-foya, Petugas Pengisi ATM di Batam Curi Uang Rp 1,1 Miliar

Demi Judi Online dan Foya-foya, Petugas Pengisi ATM di Batam Curi Uang Rp 1,1 Miliar

Regional
Polisi Ralat Identitas Wanita yang Tewas Tak Wajar di Grobogan

Polisi Ralat Identitas Wanita yang Tewas Tak Wajar di Grobogan

Regional
Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Regional
Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Regional
Bayi yang Baru Lahir Dibuang di Dalam Ember, Pelakunya Remaja 17 Tahun

Bayi yang Baru Lahir Dibuang di Dalam Ember, Pelakunya Remaja 17 Tahun

Regional
Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Sujud Syukur

Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Sujud Syukur

Regional
Ditemukan Botol Obat, Mahasiswa Asal Papua Meninggal di Kamar Kos Bantul Sempat Depresi

Ditemukan Botol Obat, Mahasiswa Asal Papua Meninggal di Kamar Kos Bantul Sempat Depresi

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Regional
Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Regional
Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Regional
Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Regional
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com