Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus "Study Tour" di Subang

Kompas.com - 29/05/2024, 21:18 WIB
Maya Citra Rosa

Editor

KOMPAS.com - Dua tersangka baru ditetapkan dalam kasus kecelakaan bus SMK Lingga Kencana Depok, di Ciater, Subang, Jawa Barat.

Polda Jabar menetapkan tersangka seorang pengusaha sekaligus pemilik bengkel berinisial AI dan seorang pengelola PO berinisial A.

Penetapan dua tersangka tersebut berdasarkan sejumlah fakta yang ditemukan polisi, bahwa ada kelalaian penggunaan bus tak layak jalan dalam perjalanan studi wisata pelajar SMK Lingga Kencana Depok.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Wibowo menjelaskan, fakta ini terungkap saat penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga pemeriksaan fisik kendaraan.

"Kami mendapati kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu, bus Trans Putera Fajar dalam kondisi tak laik jalan," ucap Wibowo dalam konferensi pers, Selasa (28/5/2024) malam.

Baca juga: Kampung di Subang Ini Larang Pengendara Motor Knalpot Brong Masuk

Berikut ini sederet fakta terbaru terkait kasus kecelakaan bus di Subang.

1. Peran 2 tersangka baru

Wibowo mengungkap, A berperan sebagai pengelola dan mengoperasikan PO Bus wisata atas kepercayaan tersangka AI.

A juga yang menyuruh tersangka S, sopir bus yang terlibat dalam kecelakaan bus maut di Subang untuk membawa atau mengendarai Bus Putera Fajar Wisata yang tak layak jalan.

"Antara yang bersangkutan (tersangka A) dengan S tidak ada ikatan kerja atau kontrak apapun. tersangka S ini freelance yang mungkin apabila dibutuhkan A akan dihubungi," ucap Wibowo saat konferensi pers di Markas Polda Jabar, Selasa (28/5/2024) malam.

A adalah orang yang tidak memerintahkan S untuk berhenti mengemudi saat mendapat laporkan bus bermasalah.

Sementara AI berperan sebagai orang yang mengubah dimensi kendaraan sehingga mempengaruhi bobot bus.

Baca juga: Bus yang Tewaskan 11 Orang di Subang Pernah Terbakar di Cipularang

Bengkel maupun usaha milik AI juga tidak memiliki izin usaha dan tidak pernah melakukan pemeriksaan teknis terhadap bus.

"Termasuk terkait dengan pemeriksaan dan perawatan fungsi rem," ucapnya.

2. KIR kadaluwarsa dan rem diubah

Fakta yang ditemukan kepolisian itu di antaranya legitimasi administrasi bus, di mana KIR kendaraan sudah tak berlaku atau kedaluwarsa.

Wibowo menyebut, masa berlaku KIR bus hingga 6 Desember 2023.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kesaksian Warga soal Tempat Judi Online di Purwokerto, Aktivitas 24 Jam dan Banyak Anak Muda

Kesaksian Warga soal Tempat Judi Online di Purwokerto, Aktivitas 24 Jam dan Banyak Anak Muda

Regional
Penjelasan Disnaker Kota Semarang soal PHK Massal di PT Sai Apparel

Penjelasan Disnaker Kota Semarang soal PHK Massal di PT Sai Apparel

Regional
Tabrak Lari Mobil Xtrail Hitam di Jambi, Polisi Buru Pelaku

Tabrak Lari Mobil Xtrail Hitam di Jambi, Polisi Buru Pelaku

Regional
Tewaskan Lawan Tawuran, Pemuda di Semarang Terancam 15 Tahun Penjara

Tewaskan Lawan Tawuran, Pemuda di Semarang Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Tragedi di Hotel Kelas Melati di Kuningan, Gadis Muda Asal Jakarta Dibunuh Kekasihnya

Tragedi di Hotel Kelas Melati di Kuningan, Gadis Muda Asal Jakarta Dibunuh Kekasihnya

Regional
Pilkada Jambi, Gerindra Siapkan 3 Kader Potensial

Pilkada Jambi, Gerindra Siapkan 3 Kader Potensial

Regional
Di Tengah Sengketa Lahan, PPDB SDN 212 Kota Jambi Tetap Dibuka

Di Tengah Sengketa Lahan, PPDB SDN 212 Kota Jambi Tetap Dibuka

Regional
Golkar-PKS Wacanakan Tim Khusus Koalisi untuk Pilkada Solo 2024

Golkar-PKS Wacanakan Tim Khusus Koalisi untuk Pilkada Solo 2024

Regional
Kasus Mayat Perempuan Tanpa Busana di Hotel Kuningan, Korban Dibunuh Pacar yang Cemburu

Kasus Mayat Perempuan Tanpa Busana di Hotel Kuningan, Korban Dibunuh Pacar yang Cemburu

Regional
Pulang Merantau dari Kalimantan, Ayah Dihabisi Anaknya di Kebumen, Ada Sayatan Benda Tajam

Pulang Merantau dari Kalimantan, Ayah Dihabisi Anaknya di Kebumen, Ada Sayatan Benda Tajam

Regional
Ketua TP PKK Pematangsiantar Ingatkan Pentingnya Pendidikan Anak-anak PAUD

Ketua TP PKK Pematangsiantar Ingatkan Pentingnya Pendidikan Anak-anak PAUD

Regional
Gerebek 3 Tempat Judi Online di Purwokerto, Polisi Amankan Puluhan Orang dan Ratusan Komputer

Gerebek 3 Tempat Judi Online di Purwokerto, Polisi Amankan Puluhan Orang dan Ratusan Komputer

Regional
2 Orang Terseret Arus di Pantai Lhoknga, 1 Tewas, 1 Masih Hilang

2 Orang Terseret Arus di Pantai Lhoknga, 1 Tewas, 1 Masih Hilang

Regional
6 Karyawan Koperasi di Sikka Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan dalam Jabatan

6 Karyawan Koperasi di Sikka Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan dalam Jabatan

Regional
Dengan Tema Manjadda Wajada, Festival Al-A’zhom Kota Tangerang Akan Kembali Hadir pada Awal Juli 2024

Dengan Tema Manjadda Wajada, Festival Al-A’zhom Kota Tangerang Akan Kembali Hadir pada Awal Juli 2024

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com