Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembuang Bayi di Toko Laundry Semarang Ditangkap, Ternyata Seorang Pemandu Karaoke

Kompas.com - 29/05/2024, 17:57 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Sosok perempuan bernama SN (25) ibu yang membuang bayinya di Semarang Utara pada Senin (6/5/2024) telah ditangkap polisi.

SN mengaku terpaksa membuang bayi karena takut hubungan gelapnya ketahuan keluarga.

"Saya melahirkan sendiri (di kos). Bukan dibuang tapi dititipkan, tapi tidak berani bilang. Saya takut sama keluarga," ujar SN saat ditanya wartawan di Polrestabes Semarang, Rabu (29/5/2024).

Baca juga: Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Perempuan yang bekerja sebagai pemandu karaoke tersebut mengaku sengaja meletakan bayinya di tempat laundry karena dia mengenal pemilik laundry itu.

Dia bermaksud meminta pemilik laundry tersebut untuk merawat bayi yang baru dilahirkannya itu.

"Iya (kenal), saya takut bilang langsung. Hampir pagi (bayi dibuang). Ndak tahu sekarang (ayah bayi) di mana," tutur NS.

Baca juga: Bayi Laki-laki di Tapanuli Utara Ditemukan Pengendara Motor di Tepi Jalan, Diduga Dibuang Orangtuanya


Baca juga: Bus Kebakaran di Senopati Yogyakarta, Siswa Asal Cirebon Diinapkan di Kantor Kemantren

Terancam 15 tahun penjara

Sementara itu, Wakasatreskrim Kompol Aris Munandar menambahkan, pelaku diamankan di kamar indekos pada Rabu (22/5/2024) setelah NS pulang dari kampung halamannya di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

"Tersangka mengakui bahwa benar dirinya yang telah meletakkan bayi tersebut di depan rumah yang digunakan untuk usaha laundry," jelas dia.

Aris menegaskan, polisi masih memburu pria yang kabur setelah menghamili SN. Padahal SN masih bersuami.

"Laki-laki masih kita lakukan pendalaman," tegas dia.

Baca juga: 2 Santri Klaten Terseret Arus Usai Rafting di Kali Elo Magelang, 1 di Antaranya Tewas Tenggelam

Aris menambahkan, bayi NS kini masih dirawat di rumah sakit. Rencananya bayi malang itu akan dirawat oleh pelaku atau keluarganya.

“Bayi saat ini kami rawat kami titipkan di tumah sakit. Jadi bayi masih perawatan untuk menjaga bayi itu dan dari orang tua atau pelaku berniat untuk merawat sendiri dan tidak akan menyerahkan ke pihak lain," kata Aris.

Atas perbuatannya, NS dijerat dengan Pasal 76 B jo Pasal 77 Undang-Undang No. 35 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. 

Baca juga: 2 Santri Klaten Terseret Arus Usai Rafting di Kali Elo Magelang, 1 di Antaranya Tewas Tenggelam

Sebelumnya diberitakan, bayi laki-laki ditemukan dalam ember di depan toko laundry di Jalan Tambra Dalam, Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang, Senin (6/5/2024) lalu.

Bayi ditemukan dalam kondisi dibungkus dengan baju daster dengan ari-ari yang sudah mengering.

Di dalam ember itu, ada susu, botol susu dan secarik kertas bertuliskan, "Tolong Jagain ya Mbak".

Baca juga: Pemulung di Tembalang Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik di Tong Sampah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Regional
Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Regional
Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Regional
Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Regional
Sejarah Kabupaten Semarang

Sejarah Kabupaten Semarang

Regional
Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Kilas Daerah
6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

Regional
Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Regional
Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Regional
Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Regional
Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Regional
Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Regional
Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com