Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pencuri Besi Rel KA di Prabumulih Akhirnya Dibekuk

Kompas.com - 29/05/2024, 12:41 WIB
Glori K. Wadrianto

Editor

Sumber Antara

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Pelaku pencurian besi rel kereta api di wilayah Divisi Regional IV, Tanjungkarang, Sumatera Selatan, PT Kereta Api Indonesia, pada 17 April 2024 akhirnya dibekuk.

"Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan KAI Divre IV Tanjungkarang atas kasus pencurian rel di KM 312+7/8 Jalur Hilir antara Stasiun Tanjung Rambang-Prabumulih Baru, Kota Prabumulih, Sumsel."

Demikian kata Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, dalam keterangan tertulisnya di Prabumulih, Rabu (29/5/2024).

Baca juga: KAI Tangkap Pencuri Rel Kereta Api di Prabumulih

Azhar Zaki mengatakan, PT KAI memberikan apresiasi atas kinerja polisi yang telah menangkap RA (23), pencuri besi rel tersebut, dan sekaligus menyelamatkan aset Negara.

"Pelaku mencuri besi rel R54 yang biasa kami gunakan sebagai balas stopper/penyangga balas sepanjang satu meter sebanyak 10 batang dengan kerugian Rp 6.727.000," kata Azhar Zaki.

Namun, kata Azhar Zaki, hal terpenting bukan sekadar kerugian material, melainkan keberadaan besi rel sangat vital bagi keselamatan perjalanan kereta api yang melintas.

Aksi pencurian besi rel ini sangat berbahaya bagi operasional perjalanan kereta api yang di dalamnya membawa banyak nyawa.

Kasus pencurian besi rel ini, kata Azhar Zaki, bukan hal yang sepele, karena selain kerugian material, KAI juga mengalami kerugian moril terkait tanggung jawab terhadap keselamatan nyawa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Polsek Rambang Kapak Tengah (RKT), IPTU Heffi Juliansyah menambahkan, polisi mendukung segala bentuk kegiatan pengamanan aset-aset Negara milik KAI.

Baca juga: 3 Pencuri Rel KA di Garut Ditangkap, 1 Kabur

Dari tangan tersangka, lanjut Heffi, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah, dua batang besi rel jenis R54 ukuran satu meter, serta selembar terpal warna biru.

"Kami juga berharap agar tidak ada lagi aksi pencurian, terutama rel kereta api karena sangat berbahaya dan ancaman penjara bagi pelaku cukup berat yaitu maksimal lima tahun penjara," tegas Heffi. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Regional
Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Regional
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Regional
Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Regional
3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

Regional
Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Regional
Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Regional
Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Regional
Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Regional
Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Regional
Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Regional
Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Regional
Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Regional
Bocah 13 Tahun di Padang Tewas Diduga Dianiaya Polisi, Jasadnya Ditemukan Mengapung di Sungai

Bocah 13 Tahun di Padang Tewas Diduga Dianiaya Polisi, Jasadnya Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com