Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gadaikan Sertifikat Warga, Eks Kepala Dusun di Magelang Terancam 5 Tahun Penjara

Kompas.com - 28/05/2024, 19:46 WIB
Egadia Birru,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

MAGELANG, KOMPAS.com - Mantan kepala dusun di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggadaikan sertifikat tanah beberapa warganya yang didapat dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Melalui tindakan penggelapan tersebut, tersangka berhasil mengantongi uang sekitar Rp 6 juta.

Pelaku penggadaian sertifikat tanah adalah Hani Rokhmat Saefudin (30), eks Kepala Dusun Giyanti, Desa Giyanti, Candimulyo.

Baca juga: 6 Pelaku Pembacokan di Magelang Dibekuk, 5 di Antaranya Pelajar yang Ditangkap di Sekolah

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Magelang, Kompol Rifeld Constantien Baba mengatakan, ada lima warga setempat yang menjadi korban Hani.

Mereka memang mempercayakan kepada Hani untuk mengurus sertifikasi tanah melalui PTSL.

"Setelah sertifikat ini keluar, tidak diberikan kepada yang berhak. Melainkan, digadaikan. (Kasus ini) cukup menimbulkan gejolak di masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (28/5/2024).

Baca juga: Suami Istri di Semarang Gelapkan 60 Mobil Rental, Ditangkap di Lampung


Baca juga: Dirut PT Taru Martani Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Mencapai Rp 18,7 Miliar

Modus pelaku 

Perkara tersebut terkuak ketika YT, warga Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, datang ke rumah AM di Dusun Giyanti pada 16 Mei lalu.

Usut punya usut, Hani menggadaikan sertifikat tanah AM kepada YT.

Menurut Rifeld, YT tidak mengetahui bahwa sertifikat yang diterimanya milik orang lain.

"Saya mengimbau agar warga bisa mengecek ke kepala desa, camat, atau ATR/BPN sehingga hal-hal seperti ini tidak terulang kembali," tandas dia.

Baca juga: Bolehkah PNS Berambut Gondrong? Simak Penjelasan BKN

Sementara itu, Hani mengaku, tidak memungut biaya pengurusan sertifikasi tanah.

Setelah sertifikat terbit, dia menggadaikan ke perorangan dan koperasi simpan pinjam.

Modus operandi tersebut dilancarkan sejak Januari sampai September 2023. Hani dipecat sebagai Kepala Dusun Giyanti pada Agustus 2023.

"Nilai gadainya variasi, Rp 1-1,5 juta. Dari lima orang, totalnya sekitar Rp 6 juta," bebernya.

Perbuatan Hani disangkakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dengan pemberatan.

Bekas perangkat desa ini diancam pidana 5 tahun penjara.

Baca juga: Sering Salah Arti, Ini Beda antara PNS dan ASN

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kesaksian Warga soal Tempat Judi Online di Purwokerto, Aktivitas 24 Jam dan Banyak Anak Muda

Kesaksian Warga soal Tempat Judi Online di Purwokerto, Aktivitas 24 Jam dan Banyak Anak Muda

Regional
Penjelasan Disnaker Kota Semarang soal PHK Massal di PT Sai Apparel

Penjelasan Disnaker Kota Semarang soal PHK Massal di PT Sai Apparel

Regional
Tabrak Lari Mobil Xtrail Hitam di Jambi, Polisi Buru Pelaku

Tabrak Lari Mobil Xtrail Hitam di Jambi, Polisi Buru Pelaku

Regional
Tewaskan Lawan Tawuran, Pemuda di Semarang Terancam 15 Tahun Penjara

Tewaskan Lawan Tawuran, Pemuda di Semarang Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Tragedi di Hotel Kelas Melati di Kuningan, Gadis Muda Asal Jakarta Dibunuh Kekasihnya

Tragedi di Hotel Kelas Melati di Kuningan, Gadis Muda Asal Jakarta Dibunuh Kekasihnya

Regional
Pilkada Jambi, Gerindra Siapkan 3 Kader Potensial

Pilkada Jambi, Gerindra Siapkan 3 Kader Potensial

Regional
Di Tengah Sengketa Lahan, PPDB SDN 212 Kota Jambi Tetap Dibuka

Di Tengah Sengketa Lahan, PPDB SDN 212 Kota Jambi Tetap Dibuka

Regional
Golkar-PKS Wacanakan Tim Khusus Koalisi untuk Pilkada Solo 2024

Golkar-PKS Wacanakan Tim Khusus Koalisi untuk Pilkada Solo 2024

Regional
Kasus Mayat Perempuan Tanpa Busana di Hotel Kuningan, Korban Dibunuh Pacar yang Cemburu

Kasus Mayat Perempuan Tanpa Busana di Hotel Kuningan, Korban Dibunuh Pacar yang Cemburu

Regional
Pulang Merantau dari Kalimantan, Ayah Dihabisi Anaknya di Kebumen, Ada Sayatan Benda Tajam

Pulang Merantau dari Kalimantan, Ayah Dihabisi Anaknya di Kebumen, Ada Sayatan Benda Tajam

Regional
Ketua TP PKK Pematangsiantar Ingatkan Pentingnya Pendidikan Anak-anak PAUD

Ketua TP PKK Pematangsiantar Ingatkan Pentingnya Pendidikan Anak-anak PAUD

Regional
Gerebek 3 Tempat Judi Online di Purwokerto, Polisi Amankan Puluhan Orang dan Ratusan Komputer

Gerebek 3 Tempat Judi Online di Purwokerto, Polisi Amankan Puluhan Orang dan Ratusan Komputer

Regional
2 Orang Terseret Arus di Pantai Lhoknga, 1 Tewas, 1 Masih Hilang

2 Orang Terseret Arus di Pantai Lhoknga, 1 Tewas, 1 Masih Hilang

Regional
6 Karyawan Koperasi di Sikka Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan dalam Jabatan

6 Karyawan Koperasi di Sikka Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan dalam Jabatan

Regional
Dengan Tema Manjadda Wajada, Festival Al-A’zhom Kota Tangerang Akan Kembali Hadir pada Awal Juli 2024

Dengan Tema Manjadda Wajada, Festival Al-A’zhom Kota Tangerang Akan Kembali Hadir pada Awal Juli 2024

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com