Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seorang Pelaku Pembacokan di Magelang Buron, Polisi: Bila Melawan, Tembak

Kompas.com - 28/05/2024, 17:28 WIB
Egadia Birru,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

MAGELANG, KOMPAS.com - Satu pelaku pengeroyokan dan pembacokan terhadap seorang anak di dekat SMK Negeri 1 Magelang masih buron.

Polisi mengancam bakal menembak apabila pelaku melakukan perlawanan.

Diketahui, pengeroyokan dengan senjata tajam itu terjadi di dekat SMK Negeri 1 Magelang yang masuk wilayah Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (26/5/2024) subuh.

Korban adalah DP (17) asal Desa Sukorejo, Mertoyudan tapi tidak berstatus pelajar. Ia mendapat 12 luka tusukan juga tendangan di lengan, perut, dan kepala.

Baca juga: Tabrak Mentok, Ibu dan Anak di Bantul Meninggal Dunia

Satuan Reserse Kriminal Polresta Magelang sudah menangkap enam pelaku, lima di antaranya pelajar SMP dan SMA/SMK.

Satu pelaku yang masih buron adalah RH (15) yang merupakan residivis perkara penganiayaan dengan senjata tajam tahun 2022. Ia sempat mendekam di penjara 2 tahun 3 bulan.

Kepala Polresta Magelang, Kombes Mustofa menyatakan, bila RH melakukan perlawanan, personelnya tidak segan-segan untuk melakukan "tindakan tegas dan terukur".

"Kami tembak tersangkanya. Tapi, terukur dan tidak asal tembak. Mungkin kena kaki dan sebagainya," tandasnya dalam konferensi pers, Selasa (28/5/2024).

Baca juga: 10 Kasus Korupsi dengan Kerugian Negara Terbesar di Indonesia

Baca juga: Campur Etanol dengan Sirup, 4 Pemuda di Semarang Tewas

Lima pelaku ditangkap di sekolah

Adapun enam pelaku yang berhasil ditangkap antara lain EC (18), AM (15), AD (15), MN (17), DAK (17) asal Kelurahan Magersari, Kota Magelang, dan AP (15) asal Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang.

Selain EC, lima orang ditangkap di sekolahan masing-masing.

"Kami amankan di sekolah. Kami panggil lewat guru BK, kemudian interogasi. Kami melibatkan guru dengan harapan (pelaku anak) tidak muncul trauma hingga nanti tidak mau sekolah," ujar Mustofa.

Para pelaku dijerat Pasal 80 jo 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 170 Ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

Baca juga: Sakit Hati, Pria di Magelang Otaki Pembakaran Motor dan Pencurian Mobil

Awal mula pembacokan

Mustofa mengatakan, pembacokan diawali dengan tantangan tawuran melalui media sosial. Tantangan dilontarkan oleh geng DP bernama GM.

Sebelum beraksi, mereka menenggak minuman keras (miras) di kompleks Rindam Magelang.

"Undangan itu diterima oleh kelompok pelaku. Sebenarnya kelompok korban dan pelaku sebagian besar dari satu SMP yang sama. Namun, beda geng," jelasnya. Rombongan pelaku juga minum miras sebelum bertempur.

Halaman:


Terkini Lainnya

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Regional
Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Regional
Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Regional
Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Regional
Sejarah Kabupaten Semarang

Sejarah Kabupaten Semarang

Regional
Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Kilas Daerah
6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

Regional
Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Regional
Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Regional
Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Regional
Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Regional
Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Regional
Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com