Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Caleg DPR RI Terpilih Asal NTT Diduga Sabotase Usaha Pengangkutan Sisa Tambang di Maluku, Pengusaha Lokal Mengeluh

Kompas.com - 28/05/2024, 08:06 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktur PT Sinar Samudera Selatan (SSS) Usman Husin diduga berkonspirasi untuk mendapatkan pekerjaan pemuatan mineral pirit (sisa tambang tembaga) milik PT Batutua Tembaga Raya (BTR) di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Calon anggota legislatif terpilih asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II itu disebut menyabotase pekerjaan pengangkutan bongkar muat dan keagenan yang selama ini dikerjakan perusahaan lokal Maluku Barat Daya, PT Antares Group.

Akibatnya, perusahaan lokal itu tak lagi bekerja sama dengan PT Batutua Tembaga Raya alias pemberhentian hubungan kerja.

Baca juga: Bukan Emas, Serpihan Dalam Goa di Sumut Ini Ternyata Mineral Pirit

Direktur Utama PT Antares Group Agus Sulistiya mengatakan, untuk bongkar muat pirit, perusahaannya telah mengantongi izin resmi Gubernur Maluku serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 152 Tahun 2016.

"PT BTR (Batutua Tembaga Raya) telah memutuskan kontrak secara sepihak dan tidak beretika terhadap PT Antares Group baik PBM (Perusahaan Bongkar Muat) maupun keagenan kapal tanpa alasan apa pun sebelumnya." 

"Sadisnya kita di-PHK tanggal 25 Maret 2024 dan tanggal 31 Maret 2024 seluruh karyawan harus hengkang dari site BTR Wetar," kata Agus kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (28/5/2024).

"Kita digantikan oleh PT SSS untuk keagenan kapal dan PT SLS (Sinar Lintas Selatan) untuk perusahaan bongkar muat, yang mana SLS tidak sah karena izinnya tidak mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 152 tahun 2016 sehingga apabila diandakan tender harusnya PT SLS sudah gugur di pra kualifikasi," sambungnya.

Agus juga menyebutkan, pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Wonreli tidak bisa menjalankan fungsi sebagai regulator yang baik.

Indikasinya memaksakan PT SLS kerja di BTR yang sudah jelas tidak memenuhi syarat perusahaan bongkar muat.

Baca juga: Viral Goa Sakral di Sumut Disebut Penuh Emas, Ahli Geologi: Itu Mineral Pirit, Bukan Emas

Puncaknya, kata Agus, pada 10 Mei 2024, dua tongkang 320 feet tidak bisa muat pirit di Wetar Barge Jetty (WBJ) lurang, Desa Wetar Utara, Maluku Barat Daya (MBD), karena permasalahan perizinan perusahaan.

"PT BTR mencoba menghubungi pak Thomas (salah satu direktur PT Antares cabang Maluku Barat Daya) melalui M Farel untuk melaksanakan pekerjaan bongkar muat (pirit) tapi paralel di bawah PT SLS, tapi kita tolak karena bagaimana mungkin perusahaan legal bekerja sama dengan perusahaan ilegal walau PT SLS mendapatkan izin operasional dari KUPP Wonreli yaitu pak Yahya," ungkap dia.

Karena ditolak, lanjut Agus, Usman Husin mencari perusahaan bongkar muat di Ambon, ibu kota Provinsi Maluku bernama PT Putra Maluku Bahari.

PT Putra Maluku Bahari dipaksa melakukan pemuatan dengan membuat rencana kegiatan bongkar muat yang tidak tepat.

"Karena dalam rencana kegiatan bongkar muat, tertulis bahwa PT SSS menunjuk PT PMB melakukan pekerjaan bongkar muat di tongkang."

"Selain itu, semua pekerja adalah pegawai PT SLS bukan pekerja PT PMB. Kejanggalan lain dalam waktu cuma satu setengah hari PT PMB bisa membuat cabang di Wetar atas usaha Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) setempat," ungkapnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengamuk di Kopitiam, Sapi Kurban Seruduk Pengunjung dan Pekerja

Mengamuk di Kopitiam, Sapi Kurban Seruduk Pengunjung dan Pekerja

Regional
3 Pria di Kupang Ditikam Saat Nobar Euro, 1 Tewas dan 2 Terluka

3 Pria di Kupang Ditikam Saat Nobar Euro, 1 Tewas dan 2 Terluka

Regional
Anak Kosnya Digerebek Kumpul Kebo, Pemilik Kos Pilih Kabur

Anak Kosnya Digerebek Kumpul Kebo, Pemilik Kos Pilih Kabur

Regional
Ditarget Rampung Agustus, Pengerjaan Nusantara Airport di IKN Terkendala Hujan,

Ditarget Rampung Agustus, Pengerjaan Nusantara Airport di IKN Terkendala Hujan,

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu Capai 1 Km

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu Capai 1 Km

Regional
Saat Kapolda Jateng Peringatkan Pelaku Lain Pengeroyokan Bos Rental...

Saat Kapolda Jateng Peringatkan Pelaku Lain Pengeroyokan Bos Rental...

Regional
Peran 6 Tersangka Baru Kasus Pengeroyokan Bos Rental di Pati

Peran 6 Tersangka Baru Kasus Pengeroyokan Bos Rental di Pati

Regional
Perempuan Muda di Kota Jambi Dibunuh Teman Kencan di Kosan, Pelaku dan Korban Kenalan di Aplikasi Online

Perempuan Muda di Kota Jambi Dibunuh Teman Kencan di Kosan, Pelaku dan Korban Kenalan di Aplikasi Online

Regional
Ketua KPU Hasyim Asy'ari Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Simpang Lima Kota Semarang, Dihadiri Jokowi

Ketua KPU Hasyim Asy'ari Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Simpang Lima Kota Semarang, Dihadiri Jokowi

Regional
Jokowi Bakal Ikuti Shalat Idul Adha dan Serahkan Sapi Kurban di Simpang Lima Semarang

Jokowi Bakal Ikuti Shalat Idul Adha dan Serahkan Sapi Kurban di Simpang Lima Semarang

Regional
Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bandara di Maumere Ditutup

Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bandara di Maumere Ditutup

Regional
Pakaian Dinas Pj Walkot Ambon Disebut Capai Rp 400 Juta, Diskominfo: Tidak Benar

Pakaian Dinas Pj Walkot Ambon Disebut Capai Rp 400 Juta, Diskominfo: Tidak Benar

Regional
Grebeg Besar Demak: Waktu Pelaksanaan, Sejarah, dan Rangkaian Acara

Grebeg Besar Demak: Waktu Pelaksanaan, Sejarah, dan Rangkaian Acara

Regional
Perburuan Kendaraan Bodong di Pati, 3 Orang dari 3 Kecamatan Diperiksa

Perburuan Kendaraan Bodong di Pati, 3 Orang dari 3 Kecamatan Diperiksa

Regional
Presiden Jokowi Bakal Shalat Idul Adha di Simpang Lima Semarang

Presiden Jokowi Bakal Shalat Idul Adha di Simpang Lima Semarang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com