Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjuangan Buruh Panggul Semarang, Rela Jual Motor dan Menabung Puluhan Tahun demi Naik Haji

Kompas.com - 22/05/2024, 16:30 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi


SEMARANG, KOMPAS.com - Mimpi Tri Wiyadi (54), warga Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), untuk naik haji akhirnya terwujud.

Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan dan angkat barang di pasar itu tiba di Islamic Center Manyaran, sejak Rabu (22/5/2024) pukul 09.00 WIB.

Dia sengaja berangkat lebih awal agar tidak terlambat naik bus, meski waktu pemberangkatan pukul 15.00 WIB.

Tri tak menyangka, mimpinya benar-benar terkabul. Dia datang ke Islamic Center Manyaran diantar dua anaknya.

Baca juga: Sumur Warga Mulai Kering, Wali Kota Semarang Minta Warga Irit Air

"Saya buruh serabutan," kata Tri, saat ditemui Kompas.com di Islamic Center Manyaran, Rabu.

Sebenarnya, dia berniat berangkat haji bersamaan dengan istrinya. Namun sayang, mimpi itu tak bisa terwujud karena istrinya terserang penyakit diabetes.

"Istri tak boleh berangkat dokter. Karena diabetes," ujar dia.

Menabung sejak 2004

Menabung untuk berangkat haji merupakan sesuatu yang tak mudah baginya karena hasil dari menjadi tukang serabutan tak seberapa.

"Hasilnya tak seberapa. Harian biasanya. Serabutan apa saja saya lakukan," kata Tri.

Apalagi, lanjut dia, istrinya sudah tak bisa bekerja karena penyakit gula.

Namun, Tri tak mau menyerah dengan keadaan. Usaha terus dia lakukan untuk menjemput mimpi naik haji.

"Istri full ibu rumah tangga. Mimpinya memang berangkat sama istri," imbuh dia.

Baca juga: Situs Web Pemkot Unggah Berita Wali Kota Semarang Maju Pilkada, Kominfo: Kena Retas

Sedikit-demi sedikit uang hasil menjadi pekerja serabutan dia kumpulkan.

Dia mengaku mulai menabung untuk berangkat haji sejak 2004.

"Nabung sedikit-sedikit. Sebulan Rp 300.000," terang dia.

Selain dari upah pekerja serabutan, untuk berangkat haji tahun ini dia rela menjual sepeda motornya.

"Kemarin motor Supra. Terjual Rp 5 juta. Lumayan buat tambahan," ujar Tri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com