Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mayat Pria yang Ditemukan di Semarang Ternyata Sempat Dikeroyok hingga Tenggelam di Sungai

Kompas.com - 22/05/2024, 08:00 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Temuan mayat lelaki di Semarang ternyata sempat dikeroyok hingga akhirnya tenggelam di sungai Sungai Kedungsliling Perbatasan Gunungpati Mijen Kota Semarang pada Minggu (28/4/2024), lalu.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena mengungkap, penyebab utama kematian lelaki bernama Puguh (40) warga Barangsari, Semarang Barat itu dikarenakan karena tenggelam.

Baca juga: Temuan Mayat Perempuan Dalam Koper di Jimbaran Bali

Andhika membeberkan sebelum tenggelam, korban Puguh dikeroyok di Warung milik Muhaimin di Desa Kaligetas, Jatibarang, Mijen, Kota Semarang.

“Jadi, korban dikeroyok kemudian lari dan jatuh ke sungai. Setelah dilakukan hasil visum, penyebab utama korban meninggal karena tenggelam. Hal itu karena dari hasil visum, paru-paru korban kemasukan air,” ungkap Sena di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/5/2024).

Buntut dari pengungkapan kasus tersebut, polisi membekuk satu orang bernama Sutrisno atas dugaan pengroyokan.

“Yang kita kenakan pasal 170 (pengeroyokan) atas kasus itu. Saat ini dua pelaku lain berinisial WND dan SRFD sedang kami kejar,” lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, dia menyebut terjadinya pengroyokan itu lantaran pelaku terpengaruh minuman keras.

“Adanya perselisihan antara Pelaku dan Korban setelah minum- minuman keras. Dengan cara dipukul bersama sama dengan tangan kosong,” bebernya.

Sementara, pelaku pengroyokan Sutrisno mengakui mengeroyok korban dengan dua temannya. Dia menggunakan tangan kosong.

Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Pesawahan Nagreg Bandung, Keluarga Tolak Otopsi

Menurut pengakuannya, saat berkelahi korban sempat mengeluarkan pisau. Kemudian dia ikut mengeluarkan pisau yang dibawa dari rumah. Namun, korban terjebur sungai sebelum mereka berkelahi.

“Korban sempat bersalaman sama saya, kenal teman saya. Tiba-tiba, keluar dari warung korban temannya bawa linggis. Terus terjadi pengroyokan itu, korban sempat keluarkan pisau dan saya juga, namun belum digunakan. Terus korban lari, dan jatuh ke sungai itu,” terangnya.

Lebih lanjut, Kapolsek Mijen, Kompol Sutowo meminta dua pelaku lainnya untuk segera menyerahkan diri.

“Identitas dan keberadaan dua pelaku lain sudah kita kantongi. Segera menyerahkan diri atau kami akan melakukan tindakan tegas," tegas Kapolsek.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com