Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tolak Dipimpin Kades Mantan Napi TPPO, Warga di Lombok Timur Segel Kantor Desa

Kompas.com - 22/05/2024, 07:37 WIB
Pythag Kurniati

Editor

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com- Warga di Desa Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyegel kantor desa setempat.

Penyegelan dilakukan lantaran warga menolak dipimpin oleh kepala desa (kades) berinisial MAR yang menjadi mantan narapidana kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Tak hanya menutup pintu dan jendela kantor desa menggunakan kayu, warga juga mencorat-coret tempat tersebut.

"(Penyebabnya) Masyarakat tidak ingin dipimpin oleh mantan narapidana," ungkap Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nyiur Tebel Wildan, Selasa (21/5/2024), seperti dikutip dari Tribun Lombok.

Baca juga: Soal Pengantin Perempuan Ternyata Lelaki, Sekda Halsel Sempat Panggil Kades

Ingin kades mundur

Menurutnya, warga sempat menginginkan kepala desa tersebut mundur dari jabatan setelah terseret kasus TPPO.

MAR yang divonis satu tahun penjara itu kemudian bebas dan kembali bekerja sebagai kades.

Warga lalu meluapkan kekesalan dengan menyegel kantor desa.

"Sekarang kadesnya tidak mau muncul menemui masyarakat. Masyarakat tidak mau buka kantor desa sebelum kadesnya datang," kata dia.

Baca juga: Seratusan Kades Datangi Pemkab Demak, Minta SK Perpanjangan Kades 2 Tahun Segera Diterbitkan

Keterangan perwakilan warga

Lalu Rusli Anhar yang merupakan perwakilan masyarakat membenarkan alasan warga menyegel kantor desa.

Dia pun meminta jabatan kades MAR tidak diperpanjang atau dicabut.

"Kalau tidak mau dipecat hari ini, maka silakan jangan diperpanjang masa jabatannya," kata dia.

"Yang ditipu masyarakat sendiri, masa dia mau menjabat lagi sebagai kades. Apa tidak ada masyarakat yang lebih baik lagi?" lanjutnya.

Penjelasan Pemda

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMP) Lombok Timur Salmun Rahman membenarkan bahwa kades Nyiur Tebel pernah divonis satu tahun penjara.

Namun, kata dia pelaksanaan hukumannya kurang dari satu tahun.

Berdasarkan aturan, kata dia, kades tersebut tidak dicopot dari jabatannya karena tidak memenhi minimal hukuman lima tahun penjara.

Halaman:


Terkini Lainnya

Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Regional
Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Regional
5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

Regional
Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari 'Treadmill'

Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari "Treadmill"

Regional
Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Regional
Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Regional
Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Regional
Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Regional
Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Regional
Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, 'Terbang' ke Atap dan Tendang Panitia

Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, "Terbang" ke Atap dan Tendang Panitia

Regional
Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Regional
Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Regional
Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Regional
Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com