Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Keracunan Massal di Brebes Terungkap, Makanan Basi?

Kompas.com - 20/05/2024, 13:42 WIB
Tresno Setiadi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

BREBES, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes mengungkap dugaan penyebab keracunan massal yang dialami warga Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah usai menyantap makanan.

Hasil pemeriksaan secara fisik oleh petugas kesehatan, diketahui jika makanan yang dikonsumsi warga sudah berlendir dan basi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistiowati menyebutkan, nasi berkat dikonsumsi warga setelah sekitar hampir 24 jam dimasak.

"Makanan dimasak Jumat (17/5/2024) dini hari. Kemudian acara jamiyahan sekaligus syukuran rumah dilaksanakan Jumat sore. Rata-rata, nasi berkat ini dimakan pada Jumat malam," kata Ineke kepada wartawan, Senin (20/5/2024).

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Keracunan Massal Balita dan Baduta di Majene Sulbar, Kadin DPPKB Diperiksa

Pada Sabtu (18/5/2024) pagi, warga sudah mulai merasakan gejala pusing, mulas, diare, dan lemas. Kemudian pada Sabtu sore mulai dilarikan ke rumah sakit.

Tidak hanya warga Desa Kubangjati yang keracunan massal. Ada beberapa warga dari desa tetangga, Dukuhbadag. Serta satu warga Desa Tanggungsari.

Inneke menyebutkan, hingga Minggu (19/5/2024), tercatat ada 90 orang yang mengalami keracunan.

Baca juga: Kasus Keracunan Massal di Cianjur, 1 Warga Tewas, Dinkes Uji Sampel Makanan


Baca juga: Coba Bermain Saham, Mahasiswi di Pulau Sebatik Gelapkan Uang J&T hingga Lebih Rp 300 Juta

Puluhan warga dirawat

Sejumlah warga menjalani perawatan di RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah setelah diduga alami keracunan makanan, Sabtu (18/5/2024) malam. (Dok. Pemerintah Kecamatan Ketanggungan)Kompas.com/ Tresno Setiadi Sejumlah warga menjalani perawatan di RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah setelah diduga alami keracunan makanan, Sabtu (18/5/2024) malam. (Dok. Pemerintah Kecamatan Ketanggungan)

Pasien yang menjalani perawatan di RSUD Ir Soekarno Ketanggungan ada 69 orang, dan enam orang di antaranya sudah pulang.

Sehingga, hingga pada Minggu sore, masih ada 63 yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Dari 69 orang itu, 11 orang di antaranya pasien anak, dan satu ibu hamil.

Sedangkan yang menjalani perawatan di RS Dera Assyifa ada empat orang. Semua pasien menunjukkan kondisi yang semakin membaik, namun rata-rata mereka masih mengeluh diare, pusing, dan lemas.

"Kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan analisis epidemiologi dengan mengambil sampel makanan, sampel muntahan, dan sampel fases untuk dibawa ke laboratorium," pungkas Ineke.

Baca juga: Kerangka Manusia Kenakan Sarung dan Peci Ditemukan di Jalur Pendakian Gunung Slamet Tegal, seperti Apa Kondisinya?

Diberitakan sebelumnya, keracunan massal terjadi di Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2024) malam.

Pihak pemerintahan Kecamatan Ketanggungan mencatat, sedikitnya ada 70 orang yang mengalami mual hingga pusing usai menyantap nasi boks dalam sebuah acara.

Halaman:


Terkini Lainnya

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Regional
Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Regional
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Regional
Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Regional
3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

Regional
Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Regional
Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Regional
Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Regional
Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Regional
Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Regional
Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Regional
Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Regional
Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Regional
Bocah 13 Tahun di Padang Tewas Diduga Dianiaya Polisi, Jasadnya Ditemukan Mengapung di Sungai

Bocah 13 Tahun di Padang Tewas Diduga Dianiaya Polisi, Jasadnya Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com