Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga yang Sakit akibat Keracunan Makanan di Brebes Bertambah

Kompas.com - 19/05/2024, 15:20 WIB
Tresno Setiadi,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jumlah pasien akibat keracunan massal yang ditangani RSUD Ir Soekarno Ketanggungan, Brebes Jawa Tengah bertambah.

Hingga Minggu (19/5/2024) pagi, jumlah pasien bertambah menjadi 48 orang dari sehari sebelumnya 36 orang yang mengalami mual, pusing, lemas, hingga diare.

Dokter RSUD Ir Soekarno Ketanggungan, dr Sigit Arumtara mengatakan, sampai pukul 09.00 WIB ini, total ada 48 pasien masuk dengan keluhan yang sama.

"Informasinya masih ada beberapa pasien yang akan masuk lagi. Setelah diperiksa, nanti kami pilih siapa yang membutuhkan pelayanan rawat inap atau rawat jalan," kata Sigit, kepada wartawan, Minggu.

Baca juga: Usai Santap Makanan Pengajian, Puluhan Warga di Brebes Keracunan Massal

Diungkapkan, pada Sabtu malam ada 36 pasien yang datang dan kini total ada 48 pasien. Mereka mengeluhkan pusing, mulas, lemas, dan diare.

"Kami tangani agar mereka tidak mengalami dehidrasi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, kabar keracunan massal terjadi di Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2024) malam.

Pihak pemerintahan Kecamatan Ketanggungan mencatat setidaknya ada 70 orang yang mengalami mual hingga pusing usai menyantap nasi boks dalam sebuah acara.

Dari jumlah itu, 36 orang dirawat di RSUD Ir Soekarno Ketanggungan, 6 orang di RS Dera Asyifa, 5 orang di Puskesmas Ketanggungan, dan 24 orang rawat jalan.

"Kebanyakan korban beralamatkan di Desa Kubangjati RT 001, RW 003 Kecamatan Ketanggungan," kata Camat Ketanggungan, Nuruddin dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu malam.

Baca juga: Keluarga Jadi Korban Keracunan Massal di Gunungkidul, Adrian: Makan Mi dan Daging

Diungkapkan Nuruddin, kejadian berawal pada Jumat (17/5/2024) siang telah diadakan kegiatan jamiyahan perempuan di salah satu rumah warga di Desa Kubangjati RT 001, RW 003 yang dihadiri sekitar 70 orang.

"Setelah kegiatan selesai dibagikan makanan berupa nasi kotak dengan menu telor bulat dan sayur tahu," ungkap Nuruddin.

Pada malam hari, warga lingkungan tersebut ada yang mengalami pusing, mual dan diare disertai demam.

"Ternyata pada pagi harinya (Sabtu) warga lingkungan juga mengalami hal yang sama, mual, pusing dan diare." 

"Tercatat sekitar 70 orang yang mengalami gejala yang sama. Kemungkinan diakibatkan setelah makan nasi kotak," kata Nuruddin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com