Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Korban Banjir Sumbar, Ritawati: Saya Terus Memimpikan Suami yang Hilang

Kompas.com - 19/05/2024, 07:37 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Banjir bandang dan lahar di sejumlah wilayah di Sumatra Barat telah menyebabkan setidaknya 67 orang meninggal dunia sampai Kamis (16/05). Sebanyak 20 dinyatakan hilang, termasuk suami Ritawati yang bernama Sahar, warga Jorong Galuang, Kecamatan Sungai Puah, Kabupaten Agam.

Saat ditemui di tempat pengungsian, Rabu (15/05), Ritawati, 64 tahun, tengah meluruskan badannya di atas kasur.

Dia masih mengeluh sakit pada lengan kanannya akibat terbentur benda keras saat banjirmenghantam rumahnya Sabtu (11/05) lalu.

Petang itu perempuan yang akrab disapa Rita itu terlihat berkelakar dan kadang-kadang mengumbar tawa bersama pengungsi lainnya. Ada kesan bahwa pengalaman horor yang menimpa dia dan keluarganya tiga hari sebelumnya tak berdampak pada dirinya.

Baca juga: Dampak Banjir Lahar di Sumbar, 450 Hektar Lahan Pertanian Alami Puso

Banjir bandang dan lahar di sejumlah wilayah di Sumatra Barat telah menyebabkan setidaknya 67 orang meninggal dunia sampai Kamis (16/05). Sebanyak 20 dinyatakan hilang, termasuk suami Ritawati yang bernama Sahar, warga Jorong Galuang, Kecamatan Sungai Puah, Kabupaten Agam.

Saat ditemui di tempat pengungsian, Rabu (15/05), Ritawati, 64 tahun, tengah meluruskan badannya di atas kasur.

Dia masih mengeluh sakit pada lengan kanannya akibat terbentur benda keras saat banjirmenghantam rumahnya Sabtu (11/05) lalu.

Petang itu perempuan yang akrab disapa Rita itu terlihat berkelakar dan kadang-kadang mengumbar tawa bersama pengungsi lainnya. Ada kesan bahwa pengalaman horor yang menimpa dia dan keluarganya tiga hari sebelumnya tak berdampak pada dirinya.

"Setiap ingin tidur saya selalu teringat wajah suami saya," ungkapnya dengan tekanan suara datar.

"Sampai hari ini dia belum ditemukan," tutur Rita merujuk suaminya yang bernama Sahar berusia sekitar 60-an tahun.

Baca juga: Siswa SD Hilang pada Banjir Sumbar, Korban Sempat Tulis Puisi tentang Hutan

Ritawati, 64 tahun, adalah salah satu penyintas bencana banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.BBC Indonesia/HALBERT CHANIAGO Ritawati, 64 tahun, adalah salah satu penyintas bencana banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Ketika hujan deras disertai petir menggelegar di malam nahas itu, mereka tengah bersiap tidur. Rumah mereka tak jauh dari aliran sungai yang membelah kampungnya.

Ketika itu Rita sedang tidak enak badan lantaran masuk angin. Dia meminta tolong suaminya untuk memijat punggungnya.

Lalu terdengar bunyi "geluduk, geluduk" dan sekonyong-konyong bah menerjang dan masuk ke dalam rumahnya.

Begitu kerasnya terjangan bah itu, tembok rumah mereka jebol. Lemari kayu di ruangan kamar lalu jatuh dan sempat menjepit Rita dan suaminya.

Belum lagi kayu gelondongan dan atap seng yang berjatuhan dan diseret banjir. Dalam sekejap mata, mereka pun terseret banjir.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode 'Long-acting'

Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode "Long-acting"

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Regional
Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Regional
Geruduk Kantor DPRD Ambon, Pedagang Pasar Mardika Minta Setop Pembongkaran Lapak

Geruduk Kantor DPRD Ambon, Pedagang Pasar Mardika Minta Setop Pembongkaran Lapak

Regional
Pemkab Aceh Timur Tiadakan Takbir Keliling Idul Adha

Pemkab Aceh Timur Tiadakan Takbir Keliling Idul Adha

Regional
Diduga Ada Jaringan Internasional Penyelundupan Lobster di Lampung

Diduga Ada Jaringan Internasional Penyelundupan Lobster di Lampung

Regional
Seorang Pelajar Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Bunton Cilacap

Seorang Pelajar Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Bunton Cilacap

Regional
Jokowi Dijadwalkan Shalat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Jokowi Dijadwalkan Shalat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Regional
3 Ekor Lumba-lumba Subtropis Terdampar di Pantai Bangka Belitung

3 Ekor Lumba-lumba Subtropis Terdampar di Pantai Bangka Belitung

Regional
Sosok Sopir Angkot di Paniai Papua Tengah yang Meninggal Ditembak oleh KKB, Baru Sebulan Merantau

Sosok Sopir Angkot di Paniai Papua Tengah yang Meninggal Ditembak oleh KKB, Baru Sebulan Merantau

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com