Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siswi SMA Diperkosa Ayah Tiri dan Kakek, Pelaku Ancam Bunuh Ibu Korban

Kompas.com - 18/05/2024, 20:37 WIB
Rahmat Rahman Patty,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

AMBON,KOMPAS.com - MK (16), seorang anak perempuan di bawah umur di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi korban pemerkosaan oleh ayah tiri dan kakeknya sendiri.

Korban yang masih duduk di bangku SMA ini diperkosa secara berulang kali oleh kedua pelaku sejak 2023 lalu.

Baca juga: Soal Kades Divonis Bebas Atas Kasus Pemerkosaan, Satgas PPA Sulbar Minta Kementrian PPPA Dilibatkan

Kedua pelaku pemerkosaan yakni YS (76) yang merupakan kakek korban dan ES (40) ayah tiri korban.

Kepala Satuan Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar, AKP Handy Dwi Azhari mengatakan kedua pelaku kini telah ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kedua pelaku sudah ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Handy kepada wartawan, Sabtu (18/5/2024).

Handy menjelaskan dari keterangan yang diperoleh, kedua tersangka telah melancarkan aksi bejatnya itu kepada korban selama berulang kali sejak tahun 2023 lalu.

Adapun setiap kali melancarkan aksinya, kedua tersangka kerap mengancam korban.

"Korban selalu diancam oleh kedua tersangka kalau sampai memberitahukan kejadian itu maka ibunya akan di bunuh," katanya.

Dia mengungkapkan pemerkosaan berulang yang dialami korban itu selalu terjadi di rumah tersangka. Setiap kali melancarkan aksinya, ibu korban terlebih dahulu di suruh pergi dari rumah.

Selain mengancam, salah satu tersangka yakni kakek korban juga sempat memberikan uang tutup mulut.

"Korban diberi Rp 100.000, tapi dia menolak lalu kakeknya membekap mulut korban dan memerkosanya. Dia juga mengancam akan membunuh ibu korban kalau korban buka mulut," ungkapnya.

Kasus ini akhirnya terbongkar setelah korban mengadukan perbuatan bejat kakek dan ayah tirinya itu ke pamannya.

Sang paman yang tidak terima dengan kejadian yang menimpa keponakannya itu kemudian melaporkan kedua tersangka ke polisi untuk diproses hukum.

Baca juga: Ayah di Purworejo Perkosa Anak hingga Hamil 8 Bulan

Handy menambahkan kedua tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan. Selama proses penahanan, penyidik akan melengkapi berkas perkara kedua tersangka untuk diserahkan ke jaksa penuntut umum.

"Nanti setelah selesai pemberkasan baru dilakukan menyerahkan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam waktu dekat, dan kalau sudah lengkap dan dinyatakan P21 maka penyidik Polres Kepulauan Tanimbar akan melakukan tahap pengiriman tersangka dan barang bukti kepada JPU," ungkapnya.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com