Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Penambang Timah Rakyat Ilegal di Babel Tertimbun Lumpur, 1 Tewas Tenggelam

Kompas.com - 18/05/2024, 19:59 WIB
Heru Dahnur ,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

BANGKA, KOMPAS.com - Aktivitas tambang timah rakyat tanpa izin di Kepulauan Bangka Belitung kembali menelan korban.

Kali ini Rizki Rahmadani (21) tewas tertimbun longsoran di lokasi tambang Desa Telak, Parittiga Jebus, Bangka Barat.

Baca juga: Tambang Timah Ilegal di Bangka Diigerebek, 3 Pelaku Diamankan, Nilainya Mencapai Rp 1,2 Miliar

Kepala Polsek Jebus Kompol Albert Daniel Hamonangan Tampubolon mengatakan, korban tertimbun lumpur saat mencari pasir timah menggunakan mesin dongfeng.

Mesin Dongfeng biasa disebut mesin diesel, sejenis mesin pembakaran dalam atau sebuah mesin pemicu kompresi.

"Ada dua korban. Satu selamat, satu meninggal dunia," kata Daniel saat dihubungi, Sabtu (18/5/2024).

Peristiwa kecelakaan tambang timah inkonvensional Air Bunut itu terjadi pada Jumat (17/5/2024) sekitar pukul 13.50 WIB.

Meskipun beraktivitas ilegal, lokasi tambang diketahui dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik perusahaan pelat merah, PT Timah Tbk.

Daniel menuturkan, korban selamat atas nama Agung ditemukan saat terjebak lumpur setinggi dada. Sedangkan korban tewas ditemukan setelah dilakukan pencarian setengah jam kemudian.

Para pekerja tambang lain yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan evakuasi pertama.

Lokasi kejadian sehari sebelumnya sempat diguyur hujan sehingga diduga membuat tanah menjadi labil.

"Saksi Bayu memanggil rekan kerja lainnya yang merupakan bapak korban untuk membantu mengevakuasi," ujar Daniel.

Baca juga: KPK Masih Telusuri Pemberi Suap Izin Tambang Gubernur Maluku Utara

Setelah korban ditemukan, para pekerja kemudian menghubungi warga untuk evakuasi ke Klinik Bakti Timah.

Sedangkan Rizki Rahmadani berhasil dikeluarkan namun sudah dalam keadaan tidak bernafas.

Atas kejadian itu lokasi tambang telah dipasangi garis polisi.

Penertiban tambang ilegal berulangkali dilakukan, namun para penambang selalu kucing-kucingan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com