Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuma Unggah 7 KTP, Paslon Perseorangan Pangkalpinang Gagal

Kompas.com - 17/05/2024, 18:19 WIB
Heru Dahnur ,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

BANGKA, KOMPAS.com - Pilkada Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung dipastikan berjalan tanpa pasangan calon perseorangan atau kerap disebut calon independen.

Satu-satunya pasangan calon perseorangan yang sempat mendaftar untuk penyerahan syarat dukungan, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang Muhammad Maarif mengatakan, pasangan calon atas nama Achmad Subari-Eman dinyatakan TMS setelah babak perpanjangan waktu 3x24 jam.

"Ada ketentuan dari pusat untuk perpanjangan waktu, ternyata itu belum terpenuhi dan tertolak oleh server. Berkas hardcopy yang diserahkan juga sudah dikembalikan," kata Maarif di Pangkalpinang, Jumat (17/5/2024).

Maarif menuturkan, syarat dukungan dalam bentuk salinan KTP dan bukti surat dukungan warga harus diunggah pada akun Sistem Informasi Pencalonan Kepala Daerah (Silonkada).

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Calon Independen Absen di Pilkada Aceh

Dari jumlah persyaratan sebanyak 16.142, hanya terunggah tujuh dukungan dengan rincian lima dukungan saat waktu normal, dan dua dukungan saat masa perpanjangan.

Sebaran dukungan pun hanya mencakup dua kecamatan, dari minimal empat kecamatan yang ditentukan KPU.

"Dengan demikian kami tidak bisa memproses ke tahap selanjutnya untuk verifikasi," ujar Maarif.

Dia memastikan, pilkada Pangkalpinang tanpa calon perseorangan karena batas waktu sudah habis.

"Waktu perpanjangan tidak ada lagi, kecuali ada regulasi baru dari pusat. Kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri," ujar Maarif.

Menurut Maarif, tim KPU telah datang langsung ke sekretariat paslon untuk memberikan arahan.

Antara lain meminta tim menambah jumlah operator agar bisa mengejar tenggat waktu yang tersisa.

"Hasilnya hanya tujuh yang mereka unggah," ujar Maarif.

Baca juga: Beda dengan Tahun 2020, Pilkada Solo 2024 Tak Diikuti Calon Independen

Server bermasalah

Dihubungi terpisah, Achmad Subari menilai sistem di Silonkada bermasalah sehingga proses unggah syarat dukungan terhambat.

"Server yang seharusnya jadi alat bantu, malah jadi penentu. Padahal bukti hardcopy kami sudah melebihi, ada 27.000, dan itu dikembalikan," ujar Achmad.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggul Rob Tambaklorok Semarang, 'Si Penyelamat' Ekonomi Warga yang Masih Perlu Diperkuat

Tanggul Rob Tambaklorok Semarang, "Si Penyelamat" Ekonomi Warga yang Masih Perlu Diperkuat

Regional
Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Regional
Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Regional
5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

Regional
Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari 'Treadmill'

Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari "Treadmill"

Regional
Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Regional
Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Regional
Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Regional
Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Regional
Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Regional
Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, 'Terbang' ke Atap dan Tendang Panitia

Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, "Terbang" ke Atap dan Tendang Panitia

Regional
Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Regional
Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Regional
Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com