Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Titik Awal Perjalanan Biksu Thudong, Bukit Kessapa Bakal Dijadikan Obyek Wisata Sejarah Buddha di Indonesia

Kompas.com - 17/05/2024, 10:59 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu berencana memperbaiki Bukit Kassapa di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, yang berlokasi di Pudakpayung, Kota Semarang.

Pasalnya, selain memiliki akar sejarah penyebaran Budhha di Indonesia di masa lalu, tempat tersebut disakralkan oleh para biksu dan menjadi tempat singgah dan bermalam biksu Thudong asal Thailand sejak 2023.

"Ini saya sudah kedua kali mengikuti acara Thudong. Awalnya tahun lalu menerima di Vihara Mlatiharjo. Kemudian sekarang ini adalah tempat di mana ada sejarahnya sangat luar biasa. Sima ini di dunia ada dua, satunya di Semarang," ujarnya saat melepas pejalanan biksu Thudong secara simbolis, Kamis (16/5/2024).

Baca juga: 32 Biksu Lakukan Thudong dari Thailand ke Indonesia, Pulangnya Juga Jalan Kaki?

Diketahui, para biksu Thudong itu berjalan menuju Candi Borobudur di Magelang bertepatan dengan Hari Raya Waisak yang akan jatuh pada Kamis (23/5/2024) pekan depan.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya mendapati jejak sakral agama Buddha di Kota Semarang.

Untuk itu perlu dilakukan perbaikan fasilitas untuk kunjungan biksu maupun wisatawan di tahun-tahun berikutnya.

"Ini menjadi bagaimana Kota Semarang akan melakukan perbaikan fasilitas agar biksu-biksu bisa melakukan ritual di Pudakpayung. Tentunya kita harus segera melakukan program-progam atau pelaksanaan di sini agar menjadi tempat untuk wisata religi," lanjut Ita.

Baca juga: Saat Bertemu Biksu yang Tengah Melakukan Thudong, Bagaimana Cara Menyapa yang Benar?

Baca juga: Biksu Thudong Kuat Jalan Kaki meski Kulit Telapak Kaki Mengelupas, Apa Kuncinya?

Cikal bakal Buddhism di Indonesia

Rangkaian pelepasan Bhikku Thudong di Bukit Kassapa, Kota Semarang, Kamis (16/5/2024) pagi.KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah Rangkaian pelepasan Bhikku Thudong di Bukit Kassapa, Kota Semarang, Kamis (16/5/2024) pagi.

Dengan rencana perbaikan itu, jejak sejarah agama Buddha diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Untuk diketahui, akses jalan menuju Bukit Kassapa masih beralaskan tanah dan sebagian jalan dibuat menjadi anak tangga.

Gundukan tanah yang belum rata membuat sejumlah tamu yang mendatangi lokasi itu sempat terpeleset.

Baca juga: Kisah Perjalanan Siddharta Gautama Menyebarkan Agama Buddha

Sementara waktu yang diperlukan untuk naik atau turun bukit paling tidak 15 menit dengan berjalan santai. Lalu jarak yang ditempuh ke titik lokasi sekitar 1,5 kilometer.

Selain perbaikan infrastruktur imbuhnya, juga bakal menggali sejarah Buddha agar nantinya dapat dipahami oleh wisatawan yang berkunjung ke sana.

"Nantinya kami akan harapkan telling story perjalanan Buddha di Semarang. Saya sudah komunikasi dengan mantan ketua Bimas Buddha Jateng, nantinya harus buat FGD, seminar untuk bisa tahu sejarah di sini asal mulanya jejak agama budha di Semarang," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Sangha Agung Indonesia, Bhiksu Khemacaro menjelaskan, biksu Thudong memulai perjalanan dari bukit seluas 82 hektare itu karena nilai sejarahnya.

"Tahun ini diikuti 43 biksu, 40 dari Thailand, 1 dari Indonesia, 1 dari Singapura, 1 dari Malaysia. Berangkat dari sini karena di sini adalah cikal bakal Buddhism di Indonesia setelah Indonesia merdeka," ungkapnya.

Baca juga: Akhir Perjalanan 32 Biksu Thudong dan Potret Toleransi di Indonesia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Melihat Lebih Dekat Tradisi Bakar Tongkang di Rokan Hilir

Melihat Lebih Dekat Tradisi Bakar Tongkang di Rokan Hilir

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Pj Gubernur Jateng Minta Stigma 'Kampung Bandit' Tak Langgengkan

Pj Gubernur Jateng Minta Stigma "Kampung Bandit" Tak Langgengkan

Regional
Edukasi Perdagangan Satwa Liar Lewat Lomba Burung Berkicau

Edukasi Perdagangan Satwa Liar Lewat Lomba Burung Berkicau

Regional
Kesaksian Kades soal Wanita Terapis Tewas Dilakban dan Diikat di Grobogan

Kesaksian Kades soal Wanita Terapis Tewas Dilakban dan Diikat di Grobogan

Regional
Taman Safari Indonesia Bogor akan 'Blacklist' Pengunjung yang Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Taman Safari Indonesia Bogor akan "Blacklist" Pengunjung yang Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Regional
Pegawai Pengisi ATM Simpan Kunci Cadangan untuk Gasak Uang Rp 1 M

Pegawai Pengisi ATM Simpan Kunci Cadangan untuk Gasak Uang Rp 1 M

Regional
Kakek Pencari Udang Ditemukan Tewas di Pohon Bakau

Kakek Pencari Udang Ditemukan Tewas di Pohon Bakau

Regional
Mau Hilangkan Balap Liar, Polisi di Lampung Gelar 'Drag Race'

Mau Hilangkan Balap Liar, Polisi di Lampung Gelar "Drag Race"

Regional
ASDP Bakauheni Fasilitasi Pengurus Penyeberangan yang Protes Sterilisasi Pelabuhan

ASDP Bakauheni Fasilitasi Pengurus Penyeberangan yang Protes Sterilisasi Pelabuhan

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Regional
Demi Judi Online dan Foya-foya, Petugas Pengisi ATM di Batam Curi Uang Rp 1,1 Miliar

Demi Judi Online dan Foya-foya, Petugas Pengisi ATM di Batam Curi Uang Rp 1,1 Miliar

Regional
Polisi Ralat Identitas Wanita yang Tewas Tak Wajar di Grobogan

Polisi Ralat Identitas Wanita yang Tewas Tak Wajar di Grobogan

Regional
Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Regional
Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com