Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahakam Ulu Banjir Bandang, BPBD Baru Bisa Dirikan 1 Posko Pengungsian karena Akses Terputus

Kompas.com - 17/05/2024, 00:03 WIB
Zakarias Demon Daton,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com – Banjir besar merendam Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga Kamis malam, ada satu posko pengungsian yang didirikan BPBD.

Satu posko pengungsian itu didirikan di Kampung Ujoh Bilang, ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu. 

Selain itu, pihaknya meminta para kepala kampung di luar Kampung Ujo Bilang mendirikan posko di masing-masing kampung.

Baca juga: Banjir Rendam 37 Desa di Mahakam Hulu, BPBD: Terparah Sepanjang Sejarah

“Saat ini kami (BPBD) fokus di Ujo Bilang (Ibu Kota kabupaten), karena kami tidak bisa akses ke kampung lain. Selain keterbatasan alat (perahu) juga beberapa akses terputus sehingga cukup menyulitkan,” terang Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Dharmawan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/5/2024).

BPBD sudah mengevakuasi anak-anak, lansia dan ibu hamil menuju posko di Ujoh Bilang.

Namun, kondisi hujan yang tidak menentu membuat beberapa lansia sakit dan mendapat perawatan dalam posko.

Ini merupakan banjir terparah sepanjang sejarah di Mahakam Ulu, dengan ketinggian mencapai 3-4 meter.

“Rata-rata banyak rumah hanya kelihatan atap,” ungkap Agus.

Agus mengatakan, jumlah pengungsi di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, meningkat.

Pada hari pertama pembukaan tenda darurat, Rabu (15/5/2024) terdapat 300 pengungsi.

"Kemarin buru-buru kita ambil tikar karena kemarin tikar yang kami sediakan itu tidak cukup 50, tadi ambil lagi tikar. Kurang lebih 200 sampai 300 orang mengungsi itu satu kampung Ujoh Bilang saja," tuturnya.

Berdasarkan pantauan data BPBD terbaru, kini jumlah pengungsi bertambah menjadi 500 orang, yang tersebar di dua titik.

 

Agus mengatakan pihaknya belum mendata total jumlah warga terdampak. Namun dari pantauan lapangan sebaran banjir sudah meluas hingga belasan kampung dari lima kecamatan.

Tenda pengungsian korban banjir di Kabupaten Mahakam Ulu.TRIBUNKALTIM.CO/HO BPBD Tenda pengungsian korban banjir di Kabupaten Mahakam Ulu.

Agus menerangkan banjir besar itu dipicu intensitas hujan tinggi sejak beberapa beberapa minggu terakhir hingga membuat Sungai Mahakam meluap.

Selain itu, debit air sungai yang terhubung dengan Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara juga meningkat, sehingga ikut memicu.

“Rata-rata kampung warga yang ada di bantaran Sungai terendam. Jangkauan air meluap dari bibir sungai hingga 3-4 km. Hanya kampung-kampung di pegunungan yang tak terdampak,” terang dia.

Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas publik seperti sekolah, posyandu, kantor-kantor pemerintahan, juga jembatan penghubung antar daerah terputus.

Baca juga: Mahakam Ulu Terendam Banjir: Ketinggian Air Capai 4 Meter, Ratusan Warga Mengungsi

Untuk bantuan, Agus mengatakan warga lebih membutuhkan makanan siap saji serta bantuan perahu karet untuk proses evakuasi warga di kampung-kampung di luar Ujoh Bilang.

“Fasilitas perahu karet kami hanya punya tiga unit. Itu pun kami pinjam,” pungkas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mahasiswa Unika Santo Paulus NTT Pentas Teater Randang Mose demi Melestarikan Budaya Manggarai

Mahasiswa Unika Santo Paulus NTT Pentas Teater Randang Mose demi Melestarikan Budaya Manggarai

Regional
Bus Surya Kencana Terbalik di Lombok Timur, Sopir Diduga Mengantuk

Bus Surya Kencana Terbalik di Lombok Timur, Sopir Diduga Mengantuk

Regional
Cerita Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Cemas Ketika Turun Hujan

Cerita Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Cemas Ketika Turun Hujan

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Kapal Ikan Berbendera Rusia Ditangkap di Laut Arafura, 30 ABK Diamankan

Kapal Ikan Berbendera Rusia Ditangkap di Laut Arafura, 30 ABK Diamankan

Regional
Pria di Bandung Ditemukan Tewas Menggantung di Pohon Jambu, Warga Heboh

Pria di Bandung Ditemukan Tewas Menggantung di Pohon Jambu, Warga Heboh

Regional
Kronologi Bayi 1,5 Bulan Tewas Dianiaya Ayah Berusia Muda di Empat Lawang

Kronologi Bayi 1,5 Bulan Tewas Dianiaya Ayah Berusia Muda di Empat Lawang

Regional
Kronologi Menantu Aniaya Mertua di Banyuasin, Dendam Ditolak Rujuk Mantan Istri

Kronologi Menantu Aniaya Mertua di Banyuasin, Dendam Ditolak Rujuk Mantan Istri

Regional
Orang Tua Tak Tahu Putri Kecilnya Jadi Korban Cabul, Terungkap Saat Bertamu ke Rumah Saudara

Orang Tua Tak Tahu Putri Kecilnya Jadi Korban Cabul, Terungkap Saat Bertamu ke Rumah Saudara

Regional
DPD Jateng Tegas Tolak Wacana Pelegalan Money Politic: Kami Bisa Raup 2 Juta Suara Tanpa Politik Uang

DPD Jateng Tegas Tolak Wacana Pelegalan Money Politic: Kami Bisa Raup 2 Juta Suara Tanpa Politik Uang

Regional
Bantuan Kemanusian untuk Korban Banjir di Mahakam Ulu Terus Berdatangan

Bantuan Kemanusian untuk Korban Banjir di Mahakam Ulu Terus Berdatangan

Regional
Warga yang Sakit akibat Keracunan Makanan di Brebes Bertambah

Warga yang Sakit akibat Keracunan Makanan di Brebes Bertambah

Regional
Kisah Penjual Bubur asal Lombok Barat Naik Haji, Menabung selama Belasan Tahun

Kisah Penjual Bubur asal Lombok Barat Naik Haji, Menabung selama Belasan Tahun

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Petir

Regional
Wanita di Bangka Barat Tewas Ditusuk Suami Usai Belanja Makanan

Wanita di Bangka Barat Tewas Ditusuk Suami Usai Belanja Makanan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com