Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baru Satu Minggu Dimakamkan, Makam Pemuda di Tarakan Dibongkar karena Ada Dugaan Penganiayaan

Kompas.com - 16/05/2024, 22:53 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

TARAKAN, KOMPAS.com – Satreskrim Polres Tarakan, Kalimantan Utara membongkar makam seorang pemuda AG (18), warga Jalan Gajah Mada, Tarakan Barat, Kamis (16/5/2024).

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Shaktika Putra mengatakan, pembongkaran kuburan yang baru berusia sepekan tersebut untuk mencari tahu penyebab tewasnya AG yang diduga karena penganiayaan.

Baca juga: Cinta Tak Direstui, Petani Ini Bawa Kabur Pacarnya yang Berusia 14 Tahun ke Tarakan

"Polres Tarakan akan melakukan ekshumasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Balik, Tarakan. Ekshumasi dilakukan agar jenazah yang telah dikeluarkan dari kuburan, dapat dilakukan otopsi. Sehingga dari hasil otopsi tersebut, akan tergambar jelas penyebab meninggalnya remaja dimaksud," ujarnya saat dikonfirmasi.

Garis polisi di sekitar TKP pun dipasang selama proses ekshumasi.

Sejauh ini, Polres Tarakan sudah memeriksa 8 orang saksi untuk mencari tahu penyebab meninggalnya AG dan mencari bukti dugaan penganiayaan.

"Jumlah para saksi, akan terus bertambah, sesuai kepentingan penyidikan," ujarnya lagi.

Sebagaimana dijelaskan Randhya, ekshumasi dilakukan polisi menindaklanjuti laporan orangtua korban, yang diterima pada Rabu (15/5/2024).

Selama ini, orang tua korban percaya, anaknya meninggal karena kecelakaan sepeda. Hingga akhirnya teman anaknya yang bercerita bahwa korban meninggal karena penganiayaan.

Dari laporan orangtua korban, dugaan penganiayaan terjadi pada Selasa (7/5/2024) di Jalan Gajah Mada RT 031 RW 000 Desa Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, di depan Hutan Mangrove Kota.

"Saat kejadian, ayah korban sedang bekerja tambak di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Ia ditelfon istrinya, mengabarkan anaknya mengalami kecelakaan sepeda, dan dilarikan ke RS Pertamina," tutur Randhya.

Menerima kabar tersebut, ayah korban segera pulang untuk melihat kondisi anaknya.

Ayah korban, tiba di Tarakan pukul 20.00 wita, dan bergegas menuju RS Pertamina. Ia hanya melihat kondisi anaknya yang sudah koma. satu jam kemudian, dokter menyatakan anaknya meninggal dunia.

Baca juga: Tabur Bunga di Makam Marsinah, Pahlawan Buruh Asal Nganjuk

Dugaan penganiaayaan ini diketahui orangtua AG pada Selasa (14/5/2024).

Salah satu teman korban, menceritakan kejadian sebenarnya, bahwa AG dianiaya karena sempat cekcok dengan teman satu tongkrongannya.

Orang tua korban yang merasa keberatan, datang ke kantor polisi untuk meminta penyelesaian kasus anaknya, dan menuntut tanggung jawab pelaku penganiayaan.

Saat ini terduga pelaku juga telah diamankan di Mapolres Tarakan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

10 Wisata Kalimantan Selatan, Salah Satunya  Amanah Borneo Park

10 Wisata Kalimantan Selatan, Salah Satunya Amanah Borneo Park

Regional
Seminggu Ditempati, Apartemen Diubah Jadi Pabrik Sabu Rumahan

Seminggu Ditempati, Apartemen Diubah Jadi Pabrik Sabu Rumahan

Regional
Korupsi Retribusi Lelang Ikan, Eks Pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Lebak Dituntut 1 Tahun Penjara

Korupsi Retribusi Lelang Ikan, Eks Pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Lebak Dituntut 1 Tahun Penjara

Regional
Bos Bus 'Bejeu' Ambil Formulir Pendaftaran Bupati Jepara di PDI-P, Janji Kembalikan Kejayaan Jepara Kota Ukir

Bos Bus "Bejeu" Ambil Formulir Pendaftaran Bupati Jepara di PDI-P, Janji Kembalikan Kejayaan Jepara Kota Ukir

Regional
Santriwati di Riau Babak Belur Dianiaya Pengemudi Kapal karena Menolak Turun

Santriwati di Riau Babak Belur Dianiaya Pengemudi Kapal karena Menolak Turun

Regional
Banyuwangi Jadi Kabupaten dengan SPBE Terbaik, Bupati Ipuk: Presiden Jokowi Minta Semua Daerah Perbaiki Kinerja

Banyuwangi Jadi Kabupaten dengan SPBE Terbaik, Bupati Ipuk: Presiden Jokowi Minta Semua Daerah Perbaiki Kinerja

Regional
PPP Tugaskan Mantan Kabid Humas Polda Maluku Maju di Pilkada Kota Tual

PPP Tugaskan Mantan Kabid Humas Polda Maluku Maju di Pilkada Kota Tual

Regional
Kasus Korupsi Tambang Timah, Mantan Gubernur Babel dan 3 Direktur Diperiksa

Kasus Korupsi Tambang Timah, Mantan Gubernur Babel dan 3 Direktur Diperiksa

Regional
Grebek Pabrik Sabu di Apartemen Mewah, 3 Orang Diamankan

Grebek Pabrik Sabu di Apartemen Mewah, 3 Orang Diamankan

Regional
Nadiem Umumkan UKT Batal Naik, BEM UNS Akan Kawal Realisasi Pembatalan

Nadiem Umumkan UKT Batal Naik, BEM UNS Akan Kawal Realisasi Pembatalan

Regional
Nadiem Batalkan Kenaikan UKT, BEM Unsoed: Bagaimana dengan IPI?

Nadiem Batalkan Kenaikan UKT, BEM Unsoed: Bagaimana dengan IPI?

Regional
Cerita Bocah TK Muntah-muntah Usai Dicekoki Miras oleh 7 Remaja di Tulungagung

Cerita Bocah TK Muntah-muntah Usai Dicekoki Miras oleh 7 Remaja di Tulungagung

Regional
Raih Digital Government Award dari Presiden Jokowi, Pemprov Jateng dapat Predikat Provinsi dengan Indeks SPBE Tertinggi

Raih Digital Government Award dari Presiden Jokowi, Pemprov Jateng dapat Predikat Provinsi dengan Indeks SPBE Tertinggi

Regional
Update, Sudah 13 Nama Ikuti Penjaringan Pilkada Brebes di Partai Gerindra

Update, Sudah 13 Nama Ikuti Penjaringan Pilkada Brebes di Partai Gerindra

Regional
Pilkada Demak 2024, 8 Orang Ikuti Penjaringan di Partai Demokrat

Pilkada Demak 2024, 8 Orang Ikuti Penjaringan di Partai Demokrat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com