Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dituntut 5 Tahun, Kades di Serang Banten Divonis Bebas Kasus Pemalsuan

Kompas.com - 16/05/2024, 21:54 WIB
Rasyid Ridho,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Serang membebaskan Kepala Desa (Kades) Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Abdul.

Abdul sebelumnya dituntut lima tahun oleh jaksa Kejari Serang dalam kasus pemalsuan surat tanah.

"Menyatakan Abdul tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan tunggal penuntut umum," kata hakim yang diketuai Hery Cahyono saat membacakan putusan, Kamis (16/5/2024).

Baca juga: Mantan Kades di Malang Ditangkap atas Kasus Korupsi DD Rp 646 Juta

Abdul yang sebelumnya dinilai jaksa Rani Fitria terbukti melannggar Pasal 263 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diminta hakim untuk dibebaskan dari tahanan.

Selain itu, hakim juga meminta jaksa memulihkan hak-haknya.

"Membebaskan terdakwa dari tahanan segera," ujar Hery.

Baca juga: Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Dalam amar putusan, hakim menyebut, vonis bebas tersebut karena perkara masuk ranah perdata. Selain itu, majelis hakim juga menilai penyidikan kepolisian belum lengkap.

Seharusnya dalam perkara tersebut, dilakukan uji laboratorium forensik terhadap dokumen jual beli sementara.

Menurut ahli pidana Agus Prihartono, penyidik hendaknya dimintakan bukti pembanding yang dianggap palsu dan melakukan uji laboratorium itu guna memastikan keaslian.

"Pihak kejaksaan dan penyidik juga harus didukung laboratorium forensik. Apabila itu terpenuhi dapat dipidana. Menurut ahli, laboratorium forensik sangat diperlukan," ujar Hery.

Kasus ini sendiri berawal saat perusahaan pengembang perumahan PT Infiniti Triniti Jaya membeli lahan di Desa Nagara milik warga bernama Susilawati pada 1993.

Lahan milik Susilawati ini diketahui sudah berbentuk sertifikat hak milik atau SHM. Selanjutnya lahan tersebut pada 2019 dibuatkan sertifikat hak guna bangunan atau SHGB.

Namun setelah SHGB terbit, masalah muncul pada 2020 ketika PT Infiniti Triniti Jaya mendapati seorang warga bernama Madisa mengklaim sebagai pemilik tanah.

Berjalannya waktu, pada 2023 terjadi penolakan pembangunan perumahan dari Madisa dengan menghalangi alat berat.

Madisa saat itu menunjukkan surat pernyataan jual beli sementara lahan seluas 1.800 meter seharga Rp 93 juta dengan Abdul.

Namun, Madisa membeli dengan kesepakatan tukar guling dan ditambah Rp 33 juta. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Respon Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri soal Maju Pilkada NTB bersama Jubir Kemenlu

Respon Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri soal Maju Pilkada NTB bersama Jubir Kemenlu

Regional
Polisi Buru Otak Peredaran 13.990 Butir Pil Ekstasi di Sumsel

Polisi Buru Otak Peredaran 13.990 Butir Pil Ekstasi di Sumsel

Regional
Jadi Korban Asusila Kerabat Sendiri, Bocah SD di Batam Hamil 7 Bulan

Jadi Korban Asusila Kerabat Sendiri, Bocah SD di Batam Hamil 7 Bulan

Regional
Pelatihan 'Camera Trap' demi Mitigasi Konflik Macan Tutul di Sukabumi

Pelatihan "Camera Trap" demi Mitigasi Konflik Macan Tutul di Sukabumi

Regional
Ribuan Petani Lampung Korban Konflik Agraria, LBH Tuding Mafia Tanah

Ribuan Petani Lampung Korban Konflik Agraria, LBH Tuding Mafia Tanah

Regional
320 Pegawai Kemenag Aceh Jaya Jalani Tes Urine

320 Pegawai Kemenag Aceh Jaya Jalani Tes Urine

Regional
Pelaku Perundungan Siswi SD di Ambon Ternyata Cucu Kepsek, Tidak Pernah Berperilaku Aneh

Pelaku Perundungan Siswi SD di Ambon Ternyata Cucu Kepsek, Tidak Pernah Berperilaku Aneh

Regional
Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Regional
Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Regional
Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Regional
Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Regional
Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Regional
Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus 'Study Tour' di Subang

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus "Study Tour" di Subang

Regional
Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Regional
Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com