Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria di Bima Ditangkap karena Oplos Elpiji, Raup Rp 55.000 Per Tabung

Kompas.com - 16/05/2024, 15:27 WIB
Junaidin,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

BIMA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota, Nusa Tenggara (NTB), menangkap seorang pria berinisial AR (25) yang diduga mengoplos elpiji, Rabu (15/5/2024).

Warga Kelurahan Jati Baru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima, itu ditangkap bersama barang bukti berupa sembilan buah tabung elpiji ukuran 12 kilogram dan 35 tabung gas 3 kilogram.

Baca juga: Komplotan Penyelewengan Elpiji Subsidi Ditangkap, Keuntungan Rp 592 Juta

Selain itu, polisi juga menyita satu unit mobil pikap, serta 153 buah plastik segel gas subsidi dan nonsubsidi.

"Pelaku kami tangkap dan tetapkan sebagai tersangka karena memindah isi tabung elpiji subsidi ke nonsubsidi," kata Wakapolres Bima Kota Kompol Herman dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/5/2024).

Baca juga: Pengoplos Elpiji 3 Kg di Bogor Raup Untung hingga Rp 5 Juta Per Hari

Herman menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi warga setempat, terkait adanya kegiatan ilegal di rumah AR.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian mendapati AR tengah mendistribusikan tabung gas nonsubsidi di Pasar Senggol, Kota Bima.

Atas temuan itu, AR langsung ditangkap bersama barang bukti dan dibawa kembali ke rumahnya untuk penggeledahan.

"Di rumah AR, kami menemukan alat dan bahan yang dipakai untuk mengoplos elpiji," ujarnya.

Dalam aksinya, lanjut dia, AR sengaja membeli elpiji ukuran 3 kilogram dari pengecer di Kota Bima. Dia juga membeli tabung kosong gas nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Setelah tabung tersedia, AR lalu memanfaatkan alat berupa regulator kopling untuk memindah gas dari tabung subsidi ukuran 3 kg ke tabung nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg.

Dalam satu tabung gas nonsubsidi ukuran 5,5 kg, tersangka AR mengisi elpiji subsidi sebanyak satu setengah tabung. Kemudian untuk ukuran tabung nonsubsidi 12 kg hanya diisi gas dua tabung elpiji subsidi.

Setelah pemindahan tersebut, AR lalu memasangkan plastik segel yang dipesan secara daring melalui aplikasi.

Baca juga: Komplotan Penyelewengan Elpiji Subsidi Ditangkap, Keuntungan Rp 592 Juta

"Dari tabung 12 kg tersangka mendapat keuntungan Rp 55.000, sedangkan untuk ukuran 5,5 kg keuntungannya Rp 20.000," ungkapnya.

AR kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Mapolres Bima Kota.

AR diduga melanggar Pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, sebagaimana diubah ketentuannya pada Pasal 40 ayat 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

"AR beserta barang bukti sudah ditahan di Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut," kata Herman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Regional
Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Regional
'Ball' Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

"Ball" Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

Regional
Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Regional
Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Regional
Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Regional
Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Regional
Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Regional
Sapi Terperosok ke dalam 'Septic Tank', Damkar di Ngawi Turun Tangan

Sapi Terperosok ke dalam "Septic Tank", Damkar di Ngawi Turun Tangan

Regional
Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Regional
Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Regional
Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Regional
Budayakan Hidup Sehat, Pj Gubernur Sulsel Ajak OPD dan Masyarakat Rutin Olahraga

Budayakan Hidup Sehat, Pj Gubernur Sulsel Ajak OPD dan Masyarakat Rutin Olahraga

Regional
Sopir Mengantuk, Calya Tabrak Pasutri di Banyumas dan Dua Orang Tewas

Sopir Mengantuk, Calya Tabrak Pasutri di Banyumas dan Dua Orang Tewas

Regional
2 Warga Tertimbun Longsor di Lampung

2 Warga Tertimbun Longsor di Lampung

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com