Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PDAM Sebut Air Baku Sungai Bengawan Solo Masih Bisa Diolah meski Tercemar

Kompas.com - 16/05/2024, 14:20 WIB
Labib Zamani,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Air baku Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah, masih bisa diolah menjadi air bersih untuk kebutuhan masyarakat meski tercemar.

Diketahui, belakangan limbah alkohol yang mencemari Sungai Bengawan Solo semakin kentara seiring menurunnya debit air.

"Kondisi air baku saat ini kami masih bisa melakukan pengolahan dengan normal walaupun kita setiap saat harus mengamati kondisi air baku," kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PDAM Toya Wening Solo, Bayu Tunggul, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2024).

Baca juga: Ibu Negara Iriana Hadiri HUT Ke-44 Dewan Kerajinan Nasional di Kota Solo

Ia mengatakan, pencemaran limbah alkohol yang terjadi di Bengawan Solo masih dapat dikendalikan.

Sehingga pengolahan air bersih masih bisa dilakukan di seluruh IPA.

"Saat ini, polutannya belum masuk ke instalasi pengolahan air. Jadi, masih aman untuk melakukan pengolahan," ungkap dia.

Bayu menyampaikan, sudah mengantisipasi jika air baku Sungai Bengawan Solo tidak bisa diolah.

Selain melakukan dropping air bersih, pihaknya telah memesan lumpur untuk dijadikan sebagai bahan campuran dalam pengolahan air baku Sungai Bengawan Solo.

"Kita sudah mengorder untuk lumpur. Jadi, nanti kalau ada misalnya agak tercemar biasanya teman-teman produksi nambahin lumpur sedimen. Jadi, biar bau dan sebagainya terikat dengan lumpur," ungkap dia.

Baca juga: Terendam Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo, Aliran Listrik 6 Desa di Tuban Diputus Sementara

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, DLH Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Jasa Tirta terkait kondisi air baku Sungai Bengawan Solo.

Kemudian, kondisi air yang tercemar, terang Bayu, PDAM hanya mengambil sampel air baku.

Untuk sampel air Bengawan Solo secara rutin telah dilakukan pemantauan Jasa Tirta, BBWS dan DLH Sukoharjo.

"Kalau sampel air sungai sendiri secara rutin masih dalam pemantauan baik itu Jasa Tirta atau BBWS maupun DLH kabupaten yang dilewati (Sungai Bengawan Solo)," ujar Bayu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3 WNI Gagal Selundupkan 2 WN China karena Diadang Tentara Australia

3 WNI Gagal Selundupkan 2 WN China karena Diadang Tentara Australia

Regional
Perundungan Siswi SD di Ambon, Kepsek Harap Tak Terulang Lagi Usai Didamaikan

Perundungan Siswi SD di Ambon, Kepsek Harap Tak Terulang Lagi Usai Didamaikan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 345 Juta, Kades di Kapuas Hulu Ditangkap Polisi

Korupsi Dana Desa Rp 345 Juta, Kades di Kapuas Hulu Ditangkap Polisi

Regional
Pernah Disebut Gibran Jalannya 'Offroad', Kampung Batik Kauman Ditata Pakai Hibah UEA Rp 4 Miliar

Pernah Disebut Gibran Jalannya "Offroad", Kampung Batik Kauman Ditata Pakai Hibah UEA Rp 4 Miliar

Regional
Ketua KPU Manggarai Barat Dicopot karena Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap PNS

Ketua KPU Manggarai Barat Dicopot karena Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap PNS

Regional
Akan Dampingi Eks Wagub Sitti Rohmi di Pilkada NTB, Bupati Sumbawa Barat: Kami Ada Kecocokan

Akan Dampingi Eks Wagub Sitti Rohmi di Pilkada NTB, Bupati Sumbawa Barat: Kami Ada Kecocokan

Regional
Pelajar Tewas Usai Ditabrak Mobil di Pekanbaru, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Usai Ditabrak Mobil di Pekanbaru, Sopir Kabur

Regional
Mensos Risma Serahkan Rp 2,6 Miliar untuk Lansia Aceh Utara

Mensos Risma Serahkan Rp 2,6 Miliar untuk Lansia Aceh Utara

Regional
Gibran Rakabuming Raka, Tim yang Tidak Kelihatan, dan Pentingnya Melek Teknologi...

Gibran Rakabuming Raka, Tim yang Tidak Kelihatan, dan Pentingnya Melek Teknologi...

Regional
Tragedi Siswa MTs Tewas Dikeroyok 9 Remaja di Situbondo, Diajak Berduel Berujung Koma

Tragedi Siswa MTs Tewas Dikeroyok 9 Remaja di Situbondo, Diajak Berduel Berujung Koma

Regional
KPU Jateng Bakal Panggil Komisioner KPU Pati dan Sekretaris yang Diduga Selingkuh

KPU Jateng Bakal Panggil Komisioner KPU Pati dan Sekretaris yang Diduga Selingkuh

Regional
Ada Temuan BPK, 3 Direktur Perusahaan Daerah Lhokseumawe Dipecat

Ada Temuan BPK, 3 Direktur Perusahaan Daerah Lhokseumawe Dipecat

Regional
Siswi SD di Ambon Dirundung Kakak Kelas, Kepsek: Saya Pingsan Lihat Videonya

Siswi SD di Ambon Dirundung Kakak Kelas, Kepsek: Saya Pingsan Lihat Videonya

Regional
Sesosok Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Danau Sentani Jayapura

Sesosok Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Danau Sentani Jayapura

Regional
Tak Masukkan Nama Dico untuk Pilkada Jateng, Golkar Incar Kapolda Luthfi

Tak Masukkan Nama Dico untuk Pilkada Jateng, Golkar Incar Kapolda Luthfi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com