Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ibu Ini Histeris Anaknya Tak Dikembalikan Mantan Suami, Sudah Minta Tolong Polisi dan Babinsa tapi Gagal

Kompas.com - 16/05/2024, 08:24 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Wanita berinisial JN (35), warga Desa Balansiku, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, menangis tersedu sedu saat bercerita tentang kedua anaknya yang sejak 26 April 2024, diambil suaminya, JO (42).

JN dan JO, telah bercerai pada awal 2023, dan hak asuh anak, jatuh ke tangan ibu, karena anak-anak masih kecil.

"Saya sudah lebih dua minggu tidak bisa jumpa kedua anak saya. Anak-anak diambil suami sejak 26 April 2024, dan belum dikembalikan sampai sekarang," ujar JN, saat dihubungi, Kamis (16/5/2024).

Suaranya serak saat ia berharap agar anaknya bisa dikembalikan ke tangannya. JN mengaku bukan Ibu yang egois.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Gadis Pemohon KTP di Nunukan, 5 Orang Diperiksa

Meski Pengadilan Agama Nunukan telah memutuskan hak asuh anak menjadi haknya, ia sama sekali tidak pernah melarang anaknya untuk berjumpa ayahnya.

Sebaliknya, ia juga tidak pernah melarang ayah anak-anak bertemu ataupun membawa anaknya ke Nunukan.

"Masalahnya yang sekarang sudah lebih dua minggu saya tidak bisa ketemu dengan anak saya. Mereka ini sekolah, bagaimana sekolahnya. Jangan abaikan pendidikan anak hanya karena kita sudah berpisah," ujar dia.

Suara JN terkadang terdengar kurang jelas, karena sebak dan tangisnya yang tidak berhenti saat menceritakan nasib dan kerinduannya yang mendalam kepada dua buah hatinya.

Dalam pernikahannya dengan JO, mereka dikaruniai dua anak laki-laki. Anak pertama berusia 10 tahun, dan si bungsu berusia 3 tahun.

Dengan suara terbata-bata, ia mengatakan sudah berusaha sekuat tenaga mengambil anaknya dengan tujuan agar sekolah keduanya tidak terbengkalai hanya karena perceraian.

"Sebelum kali ini, kami pernah ribut juga dengan masalah yang sama. Dia (mantan suami) tidak mengembalikan anak yang kecil. Kami dimediasi di kantor polisi, dan akhirnya si kecil dikembalikan," tutur dia.

Setelah itu, beberapa kali mantan suaminya datang menjemput anak-anak, ia juga masih ia  persilakan.

Sampai yang terakhir, pada 26 April 2024. Kekhawatirannya menyeruak karena ada petugas Disdukcapil Nunukan yang meneleponnya, meminta izin untuk memindahkan nama kedua anaknya ke KK suaminya.

Untuk diketahui, setelah keduanya sah bercerai, JN tinggal di Pulau Sebatik, di Desa Balansiku, Sebatik Induk. Sementara mantan suaminya, tinggal di Pulau Nunukan.

"Sejak 26 April 2024, akses komunikasi dengan anak saya terputus. Saya tidak bisa hubungi mereka, tidak bisa juga temui. Saya kirim pesan agar mantan suami memikirkan pendidikan anak-anak, juga tidak ada respons," ujar dia.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Gadis Pemohon KTP di Nunukan, 5 Orang Diperiksa

Khawatir dengan kedua anaknya, sekaligus curiga ada maksud lain si mantan suami yang berniat memindahkan nama kedua anaknya dalam KK yang berbeda, ia pun datang ke Nunukan.

Ia meminta tolong polisi untuk memediasi masalahnya. Namun, si mantan suami kukuh tidak mau merespons.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bayi Merah Ditemukan Tergeletak di Bawah Pohon Pepaya Tanpa Pakaian di Cilacap

Bayi Merah Ditemukan Tergeletak di Bawah Pohon Pepaya Tanpa Pakaian di Cilacap

Regional
Pulang Beli Pulsa, Remaja di Pontianak Diperkosa Bos Bengkel Cat

Pulang Beli Pulsa, Remaja di Pontianak Diperkosa Bos Bengkel Cat

Regional
Pemulung di Tembalang Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik di Tong Sampah

Pemulung di Tembalang Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik di Tong Sampah

Regional
Banjir Kepung Landak Kalbar, 37 Desa Terendam, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Kepung Landak Kalbar, 37 Desa Terendam, Ribuan Warga Mengungsi

Regional
Dusun di 2 Kecamatan Pinggiran Rawa Pening Banjir, Aktivitas Warga Terganggu

Dusun di 2 Kecamatan Pinggiran Rawa Pening Banjir, Aktivitas Warga Terganggu

Regional
Kunjungi Pegi, Sang Ibu: Jika Tidak Melakukan, Jangan Katakan Iya meski Wajahmu sampai Bonyok

Kunjungi Pegi, Sang Ibu: Jika Tidak Melakukan, Jangan Katakan Iya meski Wajahmu sampai Bonyok

Regional
Jelang Penutupan, 21 Orang Daftar Bakal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo lewat PDI-P

Jelang Penutupan, 21 Orang Daftar Bakal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo lewat PDI-P

Regional
Pemancing Asal Sekotong yang Tenggelam Ditemukan Meninggal

Pemancing Asal Sekotong yang Tenggelam Ditemukan Meninggal

Regional
Tawuran Pelajar SMP Antarkabupaten Purbalingga-Banyumas Dicegah, Sajam Diamankan

Tawuran Pelajar SMP Antarkabupaten Purbalingga-Banyumas Dicegah, Sajam Diamankan

Regional
Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Masuk Rumah Warga, Bersembunyi di Tumpukan Kayu

Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Masuk Rumah Warga, Bersembunyi di Tumpukan Kayu

Regional
Remas Payudara Guru, Kepala SD di NTT Dilaporkan ke Polisi

Remas Payudara Guru, Kepala SD di NTT Dilaporkan ke Polisi

Regional
Putus Cinta dan Gagal Nikah, Pria di Kampar Akhiri Hidupnya

Putus Cinta dan Gagal Nikah, Pria di Kampar Akhiri Hidupnya

Regional
Kader Gerindra Banyumas Rachmat Imanda Pastikan Daftar Bakal Calon Bupati

Kader Gerindra Banyumas Rachmat Imanda Pastikan Daftar Bakal Calon Bupati

Regional
Perjuangan Anggota Bawaslu Manokwari Selatan, Jalan Kaki 18 Km dari Distrik Terpencil karena Longsor

Perjuangan Anggota Bawaslu Manokwari Selatan, Jalan Kaki 18 Km dari Distrik Terpencil karena Longsor

Regional
Zet Tadung Allo Jabat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT

Zet Tadung Allo Jabat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com