Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyelidikan Hilangnya 15 Laptop Kemendikbud Terkendala Ruangan yang Steril

Kompas.com - 16/05/2024, 07:06 WIB
Heru Dahnur ,
Reni Susanti

Tim Redaksi

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Tim Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polda Kepulauan Bangka Belitung menyelidiki kasus hilangnya 15 unit laptop di Sekolah Dasar Negeri 62 Kota Pangkalpinang.

Penyelidikan terkendala karena lokasi kejadian sempat dirapikan petugas sekolah.

"TKP pencurian sudah tidak steril lagi atau sudah tidak dalam status quo karena sudah dirapikan oleh pihak sekolah sehingga sedikit menyulitkan petugas untuk menemukan petunjuk lainnya," kata Kepala Sub Bidang Humas Polda Bangka Belitung AKBP Iqbal Surbakti dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Mahasiswa di Kota Malang Curi Laptop dan HP Milik Teman Kontrakannya

Peristiwa pencurian pertama kali diketahui petugas jaga sekolah pada Selasa (14/5/2024). Kemudian pihak sekolah melapor ke Dinas Pendidikan.

Setelah adanya restu dari dinas, pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian itu pada polisi.

Iqbal menuturkan, tim Inafis Polda mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP kasus pencurian atas dasar Laporan Polisi yang dilaporkan oleh pihak sekolah ke Polresta Pangkalpinang.

Baca juga: Pilkada Pangkalpinang Diramaikan 1 Pasangan Calon Perseorangan

Dugaan sementara pelaku pencurian yang belum diketahui identitasnya tersebut melakukan aksinya dengan membobol plafon yang berada di ruangan kepala sekolah.

Dalam aksinya, pelaku mencuri 15 unit laptop beserta kotaknya.

Di lokasi kejadian ditemukan bekas telapak kaki pada dinding dan sofa yang sudah digeser, diduga jadi pijakan pelaku saat keluar memanjat loteng.

"Sementara itu yang bisa kami sampaikan, untuk perkembangan kasus ini akan kami sampaikan kembali," ujar dia.

Sementara itu, Kepala SDN 62 Pangkalpinang, Putika mengatakan, laptop yang hilang merupakan bantuan Kemendikbud 2020.

Laptop tersebut sulit diakses orang lain karena memiliki akun yang sudah terdaftar.

"Dibuka pakai akun guru atau murid. Kalau orang lain saya rasa sangat sulit," ujar Putika di sekolahnya.

Dia berharap pelaku segera ditangkap untuk efek jera dan laptop yang hilang bisa digunakan kembali.

"Kemungkinan Oktober nanti kami butuh untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)," ujar Putika.

Total SDN 62 Pangkalpinang menerima sebanyak 37 unit laptop. Selain 15 unit yang hilang dari program bantuan 2020, juga ada 22 unit bantuan 2023. Saat ini laptop tersebut tidak berada di sekolah karena sedang dikembalikan pada dinas untuk instal ulang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Viral, Video Pengeroyokan di Pantura Brebes, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Viral, Video Pengeroyokan di Pantura Brebes, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Regional
Akui Punya Tim Tak Kasat Mata, Gibran: Rahasia, Namanya Juga Tidak Terlihat

Akui Punya Tim Tak Kasat Mata, Gibran: Rahasia, Namanya Juga Tidak Terlihat

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Regional
Sederet Fakta Teror Penembakan 3 Pria di Surabaya, Terobsesi 'Game Online' Berujung Penjara

Sederet Fakta Teror Penembakan 3 Pria di Surabaya, Terobsesi "Game Online" Berujung Penjara

Regional
Penemuan Mayat Siswi SMK di Mesuji Lampung, Wakasek: Pagi Masih Terlihat Ikut Ujian

Penemuan Mayat Siswi SMK di Mesuji Lampung, Wakasek: Pagi Masih Terlihat Ikut Ujian

Regional
Mayat Pria Ditemukan di Selokan Jalan Urip Sumoharjo Semarang, Ada Luka di Kepala

Mayat Pria Ditemukan di Selokan Jalan Urip Sumoharjo Semarang, Ada Luka di Kepala

Regional
Wali Kota Semarang dan Bos PSIS Ikut Penjaringan Pilkada, PKS : Cari yang Pengalaman

Wali Kota Semarang dan Bos PSIS Ikut Penjaringan Pilkada, PKS : Cari yang Pengalaman

Regional
 Pipa PDAM Pecah akibat Proyek Drainase, Warga Enam Desa di Brebes Kesulitan Air Bersih

Pipa PDAM Pecah akibat Proyek Drainase, Warga Enam Desa di Brebes Kesulitan Air Bersih

Regional
Berlibur Bersama Jokowi ke Candi Borobudur, Gibran Mengaku Tak Bahas Rakernas PDI-P

Berlibur Bersama Jokowi ke Candi Borobudur, Gibran Mengaku Tak Bahas Rakernas PDI-P

Regional
Kelebihan Muatan, Bak Truk Sampah Pemkot Batam Terguling

Kelebihan Muatan, Bak Truk Sampah Pemkot Batam Terguling

Regional
Pemprov Jambi Kembali Buka Akses Lalulintas Batu Bara Jalur Sungai

Pemprov Jambi Kembali Buka Akses Lalulintas Batu Bara Jalur Sungai

Regional
Provinsi Riau Dipilih Jadi Tempat Upacara Hari Lahir Pancasila 2024

Provinsi Riau Dipilih Jadi Tempat Upacara Hari Lahir Pancasila 2024

Regional
Kasus Perundungan Siswi SD di Ambon Berakhir Damai, Pelaku Tandatangani Surat Pernyataan

Kasus Perundungan Siswi SD di Ambon Berakhir Damai, Pelaku Tandatangani Surat Pernyataan

Regional
Pencuri Motor di Banyumas Ditangkap, Pelakunya Dua Remaja Perempuan

Pencuri Motor di Banyumas Ditangkap, Pelakunya Dua Remaja Perempuan

Regional
Korupsi Rp 43 Miliar Proyek Bendungan di Lampung, 4 Jadi Tersangka

Korupsi Rp 43 Miliar Proyek Bendungan di Lampung, 4 Jadi Tersangka

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com