Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER REGIONAL] Alasan Bobby Segel Mal Centre Point | Cerita di Balik Film soal Vina Cirebon

Kompas.com - 16/05/2024, 05:50 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Berita Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel Mall Centre Point di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Rabu (15/5/2024), jadi sorotan. 

Bobby jelaskan, penyegelan itu dikaranekan mal tersebut menunggak pajak senilai Rp 250 miliar. 

Sementara itu, berita soal kasus kematin Vina, gadis 16 tahun asal Cirebon, Jawa Barat, yang belum terpecahkan sejak 2016 juga jadi perhatian usai difilmkan. 

Marliyana (33), kakak Vina, mengatakan, ada dua pria tak dikenal meminta agar proses pembuatan film Vina: Sebelum 7 Hari, tak dilanjutkan.

Berikut ini berita populer regional selengkapnya: 

1. Alasan Bobby segel mal Centre Point 

Wali Kota Medan, Bobby Nasution  saat menyegel Mal Center Point karena menunggak pajak senilai Rp 250 miliar, Rabu (15/5/2024).   Rahmat Utomo/Kompas.com Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat menyegel Mal Center Point karena menunggak pajak senilai Rp 250 miliar, Rabu (15/5/2024).

Wali Kota Medan Bobby mengatakan, pengelola mal tersebut telah menunggak pajak sejak 2011. 

Sebagai konsekuensinya dan sesuai peraturan, mal tersebut akhirnya disegel. 

"Dari tahun 2011 mulai pertama sekali dibangun, sampai dengan hari ini masih ada kewajiban," ujar Bobby usai melakukan penyegelan. 

Selain itu, Bobby mengatakan, bangunan ini juga tidak mempunyai izin.

Baca berita selengkapnya: Wali Kota Medan Segel Mall Centre Point karena Tunggak Pajak Rp 250 M

2. Pria misterius minta film Vina tak ditayangkan

Marliyana memberikan keterangan kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya di Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024) malam. Marliyana menyebut proses perizinan pembuatan film tiga hingga empat kali, hingga akhirnya pihak keluarga menyetujui.MUHAMAD SYAHRI ROMDHON/ Kompas.com Marliyana memberikan keterangan kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya di Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024) malam. Marliyana menyebut proses perizinan pembuatan film tiga hingga empat kali, hingga akhirnya pihak keluarga menyetujui.

Marliyana menceritakan, dua pria tersebut minta film yang diadaptasi kasus kematian Vina yang dibunuh anggota geng motor, tak ditayangkan.

Namun saat itu Marliyana minta kedua pria itu segera menangkap tiga buronan pembunuh Vina. 

"Saat itu sedang proses shooting di Talun. Dua orang itu datang ke sini, minta jangan diteruskan proses pembuatan filmnya. Saya jawab, hak keluarga Vina untuk dijadikan film atau tidak. Kalau tidak mau ramai, tangkap dulu para buron itu," kata Marliyana saat ditemui di rumahnya di Cirebon, Selasa (14/5/2024). 

Baca berita selengkapnya: Keluarga Vina Didatangi 2 Pria Misterius Sebelum Film Tayang, Takut Kasusnya Kembali Ramai

3. Rugi Rp 2 miliar gara-gara air hitam

Asrinal, pemilik pemandian Mato Aia si Lembah Anai, Tanah Datar di puing-puing tempat usahanya, Selasa (14/5/2023)KOMPAS.COM/PERDANA PUTRA Asrinal, pemilik pemandian Mato Aia si Lembah Anai, Tanah Datar di puing-puing tempat usahanya, Selasa (14/5/2023)

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mencicipi Jus Honje, Buah Bunga Kecombrang Kaya Manfaat dari Karawang

Mencicipi Jus Honje, Buah Bunga Kecombrang Kaya Manfaat dari Karawang

Regional
Pilkada Solo, PKS, dan Mencuatnya Nama Teguh Prakosa...

Pilkada Solo, PKS, dan Mencuatnya Nama Teguh Prakosa...

Regional
Gadaikan Sertifikat Warga, Eks Kepala Dusun di Magelang Terancam 5 Tahun Penjara

Gadaikan Sertifikat Warga, Eks Kepala Dusun di Magelang Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kenaikan UKT Batal, Rektor Untirta Klaim Belum Pernah Dinaikan sejak 2019

Kenaikan UKT Batal, Rektor Untirta Klaim Belum Pernah Dinaikan sejak 2019

Regional
3 Hari Dicari, Jasad Petani Korban Longsor di Lampung Ditemukan

3 Hari Dicari, Jasad Petani Korban Longsor di Lampung Ditemukan

Regional
Gempa M 6,2 Guncang Sinabang Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,2 Guncang Sinabang Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Korupsi Rp 1,7 Miliar, Mantan Direktur RSUD di Aceh Divonis 3,5 Tahun Penjara

Korupsi Rp 1,7 Miliar, Mantan Direktur RSUD di Aceh Divonis 3,5 Tahun Penjara

Regional
Universitas Muhammadiyah Maumere Perbolehkan Mahasiswa Bayar Uang Kuliah Pakai Hasil Bumi

Universitas Muhammadiyah Maumere Perbolehkan Mahasiswa Bayar Uang Kuliah Pakai Hasil Bumi

Regional
Gerindra Beri Sinyal Kuat Akan Berkoalisi dengan PDI-P di Pilkada Semarang 2024, Benarkah?

Gerindra Beri Sinyal Kuat Akan Berkoalisi dengan PDI-P di Pilkada Semarang 2024, Benarkah?

Regional
Pasien Panti Jompo di Jambi Ditemukan Meninggal Saat Hendak Kabur

Pasien Panti Jompo di Jambi Ditemukan Meninggal Saat Hendak Kabur

Regional
Rumah Apung Demak Diproyeksikan Objek Wisata dan Mampu Bertahan hingga 15 Tahun

Rumah Apung Demak Diproyeksikan Objek Wisata dan Mampu Bertahan hingga 15 Tahun

Regional
Buka WSL Krui Pro 2024, Menpora Janjikan 'Training Camp Surfing' di Lampung

Buka WSL Krui Pro 2024, Menpora Janjikan "Training Camp Surfing" di Lampung

Regional
Sopir Truk Batu Bara Perusak Kantor Gubernur Jambi Saat Demo Ditangkap

Sopir Truk Batu Bara Perusak Kantor Gubernur Jambi Saat Demo Ditangkap

Regional
PKS dan PDI-P Bertemu, Bicara Bakal Calon untuk Pilkada Solo

PKS dan PDI-P Bertemu, Bicara Bakal Calon untuk Pilkada Solo

Regional
Banjir Rob, Solusi Rumah Apung Demak, dan Tantangannya...

Banjir Rob, Solusi Rumah Apung Demak, dan Tantangannya...

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com