Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Tahun Buron, Tersangka Perusak Hutan Mangrove Belitung Timur Ditangkap di Palembang

Kompas.com - 15/05/2024, 22:19 WIB
Heru Dahnur ,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BELITUNG, KOMPAS.com - Buronan kasus pengrusakan hutan mangrove di Desa Sukamandi, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, berinisial SA ditangkap.

SA ditangkap di sebuah rumah kontrakan di wilayah Jakabaring, Palembang, setelah hampir dua tahun masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Direktur Penegakan Hukum Pidana Kementerian LHK, Yazid Nurhuda mengatakan, SA ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Maret 2022. Kemudian pada 27 Juni 2022 ditetapkan sebagai DPO oleh Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri.

Baca juga: KSAD Maruli Simanjuntak Memimpin Penanaman 1.000 Pohon Mangrove di Merauke

SA merupakan koordinator lapangan kegiatan penambangan pasir timah ilegal yang diduga telah merusak hutan mangrove.

"Tersangka bersembunyi di Desa Talang Betutu, Kota Palembang dan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir," kata Yazid dalam keterangan pers tertulis, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Peringati Hari Bumi, Kementerian KP Tanam 1.000 Mangrove di Kawasan Tambak Silvofishery Maros

Yazid menuturkan, tim gabungan menggelar operasi penangkapan pada 6 Mei 2024. Selanjutnya tersangka ditahan di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat.

Kasus ini bermula dari laporan tim intelijen bahwa terdapat aktivitas penambangan timah ilegal dalam Kawasan Hutan Lindung Mangrove DAS Manggar dan Ekosistem Hutan Mangrove (APL) DAS Manggar secara masif.

Kemudian pada 1-2 Maret 2022, tim operasi gabungan dari Penyidik Gakkum KLHK, Polri, dan TNI serta didukung Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Gunung Duren dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur melakukan operasi penertiban penambangan timah ilegal.

Petugas gabungan ini pun menghentikan aktivitas serta mengamankan pelaku penambangan ilegal.

Saat dilakukan operasi, tim mengamankan 45 orang pelaku penambangan dengan beberapa orang koordinator lapangan penambangan yakni tersangka SA, MR, dan RA.

Namun saat ini baru SA yang ditahan, sedangkan MR dan RA masih buron.

Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, penangkapan SA merupakan keberhasilan sinergitas antara KLHK dan Polri.

”Kami harapkan sinergitas tersebut terus dapat dibangun dan diperkuat. Tindakan tegas harus dilakukan sebagai upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan hidup," tandas Ridho.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com