Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keluh Kesah Pedagang Pasar Mardika Baru Ambon: Sepi, Tak Ada yang Datang

Kompas.com - 15/05/2024, 20:46 WIB
Priska Birahy,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

MALUKU, KOMPAS.com - Pedagang Pasar Mardika Baru di Kota Ambon mengeluhkan sepi pembeli. Padahal sudah satu bulan yang lalu gedung pasar baru yang memiliki empat lantai tersebut diresmikan.

Pantauan Kompas.com di lokasi Pasar Mardika yang baru pada Rabu (15/5/2024), tak lebih dari 10 pedagang yang menempati gedung tersebut.

Baca juga: Kapasitas Pasar Mardika Muat 1.700 Pedagang, Disperindag: Kami Upayakan yang Lain Tertampung

Pasar yang disebut mampu menampung 1.700 pedang itu tampak sepi.

Hanya ada sejumlah petugas keamanan yang berjaga di setiap lantai.

Lantai satu yang digunakan khusus bahan makanan seperti ikan, daging, serta sayur ditempati tak lebih dari lima pedagang.

Baca juga: Pedagang Keluhkan Pungli di Pasar Mardika, Minta Ditertibkan

Sedangkan pada lantai dua yang dikhususkan bagi penjual sembako, tidak ada satu pun pedagang yang berjualan. Lantai empat ditempati tiga pedagang pakaian. Serta di lantai empat hanya satu penjual yang buka.

“Sudah dua minggu jualan. Tapi sepi. Tidak ada (pembeli) yang datang,” ungkap Majid pedagang pecah belah di lantai empat Pasar Mardika Ambon, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: 28 Artefak Peninggalan Nabi Muhamad Dipamerkan di Ambon, Warga Terharu dan Menangis

Majid mengakui kondisi pasar yang suram dan sepi pembeli. Karena itu, dia sengaja menyiasai berjualan minuman dingin untuk memenuhi kebuthan petugas keamanan dan penjaga di dalam gedung.

Sedangkan di lantai tiga, dua orang pedagang yang ditemui mengaku berani berjualan meski sepi lantaran sudah membayar biaya masuk dan pajak.

Katong su bayar jadi sayang saja kalau tidak ditempati. Siapa tahu juga pajaknya sudah dihitung, jadi mending katong masuk berjualan saja. Pasti ada satu dua orang yang datang,” aku penjual pakaian Ibet Risakotta.

Senada dengan Risakotta, Siti Halijah pedagang kerudung mengungkapkan hal yang sama. Dia tak mengetahui alasan kenapa sebagain besar pedagang enggan menempati gedung baru.

Padahal ada 1.700 pedagang yang terverifikasi yang sebagain berasal dari eks pedagang gedung lama seperti dirinya dan Risakota.

Beta seng tahu (saya tidak tahu) tapi mereka itu sudah ada yang kasih masuk barang. Hanya saja terlalu sepi,” keluhnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Umat Buddha di Candi Borobudur Lantunkan Doa Perdamaian Dunia, Termasuk untuk Palestina

Umat Buddha di Candi Borobudur Lantunkan Doa Perdamaian Dunia, Termasuk untuk Palestina

Regional
Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Regional
Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Regional
Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Regional
Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Regional
Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Kilas Daerah
Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Regional
Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Regional
Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Regional
Soal 'Study Tour', Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Soal "Study Tour", Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Regional
Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Regional
Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Regional
Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Regional
Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Regional
Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com