Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejati Maluku Tahan Eks Wali Kota Tual dalam Kasus Korupsi Cadangan Beras Pemerintah

Kompas.com - 15/05/2024, 20:25 WIB
Rahmat Rahman Patty,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

AMBON, KOMPAS.com- Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku resmi menahan Mantan Wali Kota Tual Adam Rahayaan dalam kasus korupsi bantuan Cadangan Beras Pemerintah di Kota Tual tahun 2016-2017, Rabu (15/5/2024).

Kerugian negara mencapai Rp 1,8 miliar.

Baca juga: DPO Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Bandara YIA Tak Terima Ditangkap: Saya Tidak Bersalah

Tak hanya Adam, Kejati Maluku juga menahan mantan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Kota Tual Abas Apollo Rahawarin.

Dalam kasus tersebut, Abas juga ditetapkan sebagai tersangka karena bekerja sama dengan Adam.

Kedua tersangka resmi ditahan setelah penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi Maluku.

Baca juga: Korupsi 200 Ton Beras, Eks Wali Kota Tual Ditahan Polisi

Adapun sebelum penahanan dilakukan, kedua tersangka yang didampingi pengacaranya sempat menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Maluku.

Setelah itu keduanya langsung digiring petugas ke mobil tahanan untuk menuju Rutan Ambon.

Tampak kedua tersangka mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol.

Baca juga: DPO Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Bandara YIA Tak Terima Ditangkap: Saya Tidak Bersalah

Kepala Seksi Penerangan Umum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku Aizit Latuconsina mengatakan kedua tersangka akan menjalani penahanan di Rutan Kelas II Ambon selama 20 hari ke depan.

"Keduanya tersangka AR dan AAR akan ditahan di Rutan Kelas II A Ambon selama 20 hari ke depan," katanya kepada Kompas.com, Rabu (15/5/2024).

Dia menjelaskan kedua tersangka diserahkan oleh penyidik Polda Maluku ke Kejati Maluku setelah berkas kasus tersebut dinyatakan lengkap.

Latuconsina menambahkan, kasus ini akan segera disidangkan.

"Dakwaan akan segera disiapkan agar kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Sebelumnya mantan Wali Kota Tual Adam Rahayaan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi cadangan beras pemerintah tahun 2016-2017 senilai Rp 1,8 miliar pada 27 April 2024.

Saat menjabat sebagai wali kota Tual, Adam mengeluarkan perintah kepada Kabid Pendistribusian dan Bantuan Sosial untuk membuat administrasi penetaspan status tanggap darurat di Kota Tual bahwa di wilayah itu telah terjadi bencana kemarau panjang dan cuaca ekstrem.

Sehingga petani mengalami gagal panen dan nelayan tidak dapat melaut. Penetapan tersebut tanpa kajian dari instansi teknis terkait.

Tersangka lalu menandatangani surat penetapan status tanggap darurat yang dipakai sebagai dasar permintaan Cadangan Beras Pemerintah Kota Tual, padahal di Kota Tual tak terjadi bencana.

Cadangan Beras Pemerintah tersebut rupanya tidak sesuai peruntukan dan dipakai untuk kepentingan politik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Umat Buddha di Candi Borobudur Lantunkan Doa Perdamaian Dunia, Termasuk untuk Palestina

Umat Buddha di Candi Borobudur Lantunkan Doa Perdamaian Dunia, Termasuk untuk Palestina

Regional
Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Regional
Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Regional
Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Regional
Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Regional
Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Kilas Daerah
Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Regional
Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Regional
Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Regional
Soal 'Study Tour', Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Soal "Study Tour", Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Regional
Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Regional
Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Regional
Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Regional
Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Regional
Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com