Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Memprihatinkan Sekolah Negeri di Pelosok Nagekeo, Gedung Nyaris Ambruk Bikin Siswa Cemas

Kompas.com - 15/05/2024, 17:44 WIB
Serafinus Sandi Hayon Jehadu,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keliwatuwea di Desa Keli, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak berat.

Beberapa bagian bangunan seperti atap, plafon dan dinding sudah rusak dan lapuk termakan usia.

Kepala SDN Keliwatuwea, Sisilia Kasi, menerangkan bahwa bangunan sekolah semipermanen itu didirikan tahun 2006.

Bangunan tersebut dibagi tiga sekat untuk mengisi tiga ruang kelas yakni kelas 1, 3, dan 4. Namun, kini kondisinya memprihatinkan.

Baca juga: Bangunan SDN Inpres di Teke Bima Rusak Parah, Ratusan Siswa Belajar di Emperan Saat Hujan

Kayu-kayu penyangga bangunan sudah lapuk karena hujan, sehingga sangat mengganggu dan mengancam aktivitas belajar mengajar.

“Jadi kalau saat hujan, di dalam kelas penuh air semua. Kegiatan KBM jadi tidak aman. Meja kursi siswa dan guru basah sehingga kegiatan KBM terpaksa dihentikan,” ujar Sisilia saat dihubungi, Rabu (15/5/2024).

Sisilia mengatakan ada satu unit lagi bangunan semipermanen yang dibangun pada tahun 2017 untuk mengisi siswa dua kelas.

Menurutnya, semua gedung sekolah tersebut dibangun semipermanen karena masalah topografi. Material non lokal sulit diangkut ke lokasi sekolah.

Dia menjelaskan SDN Keliwatuwea terletak di Dusun 4 yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari pusat desa. Lokasinya tidak bisa diakses kendaraan.

Jadi, harus ditempuh dengan berjalan kaki lebih dari dua jam melewati lereng, bukit yang terjal. Kondisi itu yang membuat sekolah mereka jarang dikunjungi pemerintah.

“Butuh biaya yang besar karena biaya angkut ke lokasi lebih mahal dibandingkan harga satuan bahan bangunan,” kata Sisilia.

Baca juga: Hujan Deras Robohkan Atap Bangunan SDN Tegalasri 4 Blitar

Kendati demikian, pihak sekolah tetap mengusulkan pembangunan ruang kelas baru kepada pemerintah. Termasuk kantor atau ruang guru, perpustakaan, bangunan MCK serta rumah guru.

Apalagi, sekolah tersebut sudah menjadi lembaga sekolah negeri definitif dari sekolah kelas jauh SD Nasawewe.

Ada lima guru pegawai negeri sipil (PNS) serta satu guru honorer. Sementara jumlah siswa sebanyak 22 orang yang semuanya berasal dari Keliwatuwea.

“Kelasnya tidak lengkap hanya kelas 1, 3, 4, dan kelas 6. Sementara kelas 2, dan 5 tidak ada karena ketiadaan murid,” jelas Sisilia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Regional
Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Regional
5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

Regional
Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari 'Treadmill'

Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari "Treadmill"

Regional
Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Regional
Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Regional
Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Regional
Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Regional
Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Regional
Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, 'Terbang' ke Atap dan Tendang Panitia

Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, "Terbang" ke Atap dan Tendang Panitia

Regional
Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Regional
Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Regional
Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Regional
Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com