Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Pengamen di Klaten Ditangkap, Motif Sakit Hati

Kompas.com - 14/05/2024, 13:01 WIB
Labib Zamani,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KLATEN, KOMPAS.com - Jajaran kepolisian setempat mengamankan dua orang terduka pelaku penganiayaan dengan pemberatan hingga mengakibatkan dua orang tewas di Klaten, Jawa Tengah.

Kedua korban tewas yakni Willi (30) dan Sendi (24). Sedangkan pelaku berinisial P (37) dan BP (44).

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Klaten, AKBP Warsono mengatakan, pelaku ditangkap di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur pada Minggu (12/5/2024).

"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kita berkoordinasi dengan Polsek Prambanan dan Resmob Polres Klaten, kita mengetahui pelaku berada di wilayah hukum Polres Banyuwangi. Kita bersama-sama dengan tim melakukan pengejaran dan berhasil menangkap dan mengamankan pelaku serta mengamankan barang buktinya," kata Warsono dalam konferensi pers di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2024).

Baca juga: Dua Pengamen Tewas Usai Duel Maut di Prambanan, Polisi Kejar Terduga Pelaku


Baca juga: Pesan Soto, Tukang Servis Termos Tewas di Warung Makan

Motif menghabisi korban karena sakit hati

Warsono mengatakan, pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai pengamen di kawasan Prambanan. Adapun motif pelaku nekat menghabisi korban karena sakit hati.

Korban Willi dan Sendi awalnya datang ke indekos pelaku BP dan P yang berdekatan. Korban Willi membentak anak pelaku BP dengan kata-kata kasar.

Pelaku P yang berada dalam kamar indekos keluar untuk memastikan keributan yang terjadi. Pelaku P malah dibentak oleh korban Sendi dan dipukul sebanyak satu kali.

Kemudian pelaku BP yang tidak terima anaknya dibentak korban, Willi kemudian masuk ke dalam kamar indekos untuk mengambil pisau.

Baca juga: Diduga Mabuk, Pria Asal Cileunyi Tewas Tenggelam di Sumur

Pelaku BP menusuk dan membacok korban. Kemudian pelaku P turut membantu dengan cara memukul korban menggunakan bambu. Korban Willi tewas di lokasi kejadian. Sedang korban Sendi saat perjalanan rumah sakit.

"Pelaku sakit hati karena anaknya mungkin dibentak oleh korbannya," ungkap Warsono.

Pelaku dijerat Pasal 170 ayat dua atau 3e dengan ancaman maksimal 12 tahun atau Pasal 354 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Sebelumnya diberitakan, dua orang pengamen tewas usai terlibat duel maut di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (7/5/2024) petang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Klaten, AKP Yulianus Dica Ariseno Adi menceritakan, duel maut sesama pengamen terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut keterangan saksi, lanjut Yulianus sebelum perkelahian itu terjadi, mereka terlibat cekcok.

Baca juga: Update Tawuran Pelajar di Yogyakarta, 6 Dikembalikan ke Orangtua, Satu Diproses Hukum

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pilkada Bangka Belitung, PDI-P Survei Elektabilitas Ketua Gerindra

Pilkada Bangka Belitung, PDI-P Survei Elektabilitas Ketua Gerindra

Regional
Warga Sukabumi Lihat Jejak Kaki di Kebun, Khawatir Milik Macan Tutul

Warga Sukabumi Lihat Jejak Kaki di Kebun, Khawatir Milik Macan Tutul

Regional
Kapal Karam Dihantam Badai, 9 Awak Berenang dalam Gelap

Kapal Karam Dihantam Badai, 9 Awak Berenang dalam Gelap

Regional
Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Regional
Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Regional
'Ball' Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

"Ball" Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

Regional
Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Regional
Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Regional
Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Regional
Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Regional
Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Regional
Sapi Terperosok ke dalam 'Septic Tank', Damkar di Ngawi Turun Tangan

Sapi Terperosok ke dalam "Septic Tank", Damkar di Ngawi Turun Tangan

Regional
Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Regional
Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Regional
Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com