Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berulang Kali Curi Emas Majikan, ART di Salatiga Ditangkap Polisi

Kompas.com - 13/05/2024, 13:59 WIB
Dian Ade Permana,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SALATIGA, KOMPAS.com - Seorang asisten rumah tangga, TS (44) ditangkap Satreskrim Polres Salatiga karena mencuri perhiasan milik majikannya.

Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Arifin Suryani mengatakan, TS bekerja menjadi ART di rumah majikannya di Perum Taman Kembang Arum Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga, Jawa Tengah.

"Dia sudah berulangkali melakukan pencurian emas, terakhir pada April 2024 lalu," jelasnya, Senin (13/5/2024).

Baca juga: Viral, Video Sekelompok Bocah Bobol Minimarket Mijen Semarang, Curi Rokok dan Uang Tunai

Arifin mengatakan, kasus ini terungkap berawal saat TS dihubungi majikannya pada April 2024.

"Karena sudah berulang kali izin kerja, dia ditanya mau berangkat tidak. Dijawab izin dengan alasan anaknya sedang sakit dan dijawab TS tidak masuk kerja dengan alasan akan ke Puskesmas," ungkapnya.

Karena alasan tersebut, majikannya pun curiga dan memeriksa meja rias tempat menyimpan perhiasan.

Dari hasil pengecekan diketahui ada perhiasan yang hilang, yakni satu cincin mahkota berat 8,9 gram seharga Rp 10,6 juta dan satu cincin seberat 2,359 gram seharga Rp 2,7 juta.

"Saat TS ditanya melalui pesan dan telpon oleh majikannya, ternyata tidak direspon," paparnya.

Baca juga: Motif Kasus Pembunuhan Pelajar SMK di Mamuju Terungkap, Pelaku Sakit Hati karena Kerap Di-bully

Menurut Arifin, karena tidak direspons oleh TS, majikannya lalu mencari keberadaan yang bersangkutan melalui agen yang merekomendasikan.

"Dari situ diketahui bahwa TS mengaku telah mengambil perhiasan-perhiasan miliknya, atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polres Salatiga," terangnya.

Berdasar laporan tersebut, tim Satreskrim lalu menangkap TS.

Baca juga: Curi Tahu dan Bumbu, Seorang Pria Diarak Jalan Jongkok di Pasar Pagi Salatiga

Barang bukti yang diamankan dari pelaku

 

Barang bukti yang diamankan yakni satu lembar surat emas yang bertuliskan 1 cincin mahkota GE GIN 8.900 GR dan 1 cincin model engkol GE GIN 2.350 GR, yang dikeluarkan oleh Toko Mas NAGA DUNIA Wonosobo pada 28 Mei 2016 dan uang senilai Rp 800.000.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui TS telah berulang kali melakukan pencurian.

Barang yang dicuri antara lain satu anting 0,95 gram, satu gelang 8 gram, satu kalung dan bandul berbentuk hati ada mutiara berat 10 gram, satu perhiasan berbentuk salib ada permatanya 3 gram, dan satu anting 3 gram.

Kasi Humas Polres Salatiga Iptu Henri Widyoriani mengatakan, modus tersangka mengambil perhiasan emas miik korban ketika tidak berada di rumah dan hal tersebut telah dilakukan berulang kali.

"Saat ini pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan di Kantor Satreskrim Polres Salatiga guna langkah penyidikan lebih lanjut, adapun ancaman hukumannya adalah maksimal 5 tahun penjara sesuai Pasal 362 KUH Pidana Jo Pasal 65 KUHPidana," paparnya.

Baca juga: Viral, Video Sekelompok Bocah Bobol Minimarket Mijen Semarang, Curi Rokok dan Uang Tunai

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

Regional
Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Regional
KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

Regional
Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Regional
Program 'Makan Siang Gratis' Berubah Jadi 'Makan Bergizi Gratis', Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Program "Makan Siang Gratis" Berubah Jadi "Makan Bergizi Gratis", Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Regional
Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

Regional
Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Regional
3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com