Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Galodo" Sumbar Tewaskan 41 Orang, Unand Izinkan Kuliah "Daring"

Kompas.com - 13/05/2024, 13:30 WIB
David Oliver Purba

Editor

KOMPAS.com - Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat, mengizinkan perkuliahan dilakukan secara daring.

Kebijakan ini diambil buntut bencana banjir lahar dingin atau galodo (istilah lokal) yang terjadi
di sejumlah daerah di Sumbar yang menewaskan 41 orang.

Baca juga: Update Banjir Sumbar: Korban Meninggal 41 Orang, Akses Jalan Terputus

Kebijakan ini juga bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap seluruh mahasiswa.

"Penyelenggaraan pembelajaran Universitas Andalas mulai tanggal 13 sd 17 Mei 2024 dapat dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau asynchronous," dikutip dari isi surat edaran yang ditandatangani Rektor Unand Efa Yonnedi pada 12 Mei 2024, dikutip dari Instagram resmi Unand, @unandofficial.

Baca juga: Banjir Padang Panjang, 2 Warga Hilang, Belasan Rumah Terendam

Dalam surat edaran itu, disebutkan juga pimpinan fakultas dan sekolah pascasarjana memfasilitasi dan melakukan pemantauan terhadap proses pembelajaran.

Sebelumnya diberitakan, 41 orang tewas akibat banjir lahar dingin yang melanda Tanah Datar, Agam, Padang Panjang, dan Padang Pariaman, Sumaterea Barat, Sabtu (11/5/2024).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, banjir yang bercampur dengan abu vulkanik Gunung Marapi itu dipicu hujan deras.

Akibat tingginya debit air membuat aliran sungai meluap.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kasus Ayah Bunuh Anak di Serang, Warga Lihat Pelaku Kabur Bawa Golok dengan Bercak Darah

Kasus Ayah Bunuh Anak di Serang, Warga Lihat Pelaku Kabur Bawa Golok dengan Bercak Darah

Regional
4 Orang Tewas Ditabrak Mobil Elf di Aceh Timur, Ini Kronologinya

4 Orang Tewas Ditabrak Mobil Elf di Aceh Timur, Ini Kronologinya

Regional
Pilkada Salatiga Rawan Politik Uang, Gerindra Sebut Elektabilitas Tinggi Tak Jaminan Terpilih

Pilkada Salatiga Rawan Politik Uang, Gerindra Sebut Elektabilitas Tinggi Tak Jaminan Terpilih

Regional
Sebelum Bunuh Anaknya, Pria di Serang Banten Sempat Minta Dibunuh

Sebelum Bunuh Anaknya, Pria di Serang Banten Sempat Minta Dibunuh

Regional
Berantas Judi Online, Ponsel Aparat di Polres Bengkulu Utara Diperiksa

Berantas Judi Online, Ponsel Aparat di Polres Bengkulu Utara Diperiksa

Regional
KAI Tanjungkarang Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Martapura

KAI Tanjungkarang Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Martapura

Regional
Ayah di Serang Bunuh Balitanya yang Tidur Pulas, Ada Sang Ibu dan Kakak di TKP

Ayah di Serang Bunuh Balitanya yang Tidur Pulas, Ada Sang Ibu dan Kakak di TKP

Regional
Butuh Uang untuk Judi Online, Remaja 14 Tahun Curi Sepeda Motor

Butuh Uang untuk Judi Online, Remaja 14 Tahun Curi Sepeda Motor

Regional
Mengintip Persiapan Warga Kalibeji Semarang untuk Sambut Jokowi, Lembur Kerja Bakti Selama 4 Hari

Mengintip Persiapan Warga Kalibeji Semarang untuk Sambut Jokowi, Lembur Kerja Bakti Selama 4 Hari

Regional
Santri Tewas Terseret Arus Sungai Saat Bersihkan Alat Potong Hewan

Santri Tewas Terseret Arus Sungai Saat Bersihkan Alat Potong Hewan

Regional
'Long Weekend', Kunjungan Wisatawan di Magelang Naik 5 Kali Lipat

"Long Weekend", Kunjungan Wisatawan di Magelang Naik 5 Kali Lipat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gusti Bhre: Masih Fokus Pura Mangkunegaran

Soal Pilkada Solo, Gusti Bhre: Masih Fokus Pura Mangkunegaran

Regional
Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Dikenal Sayang Keluarga

Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Dikenal Sayang Keluarga

Regional
ODGJ di Bima Kejar Polisi dengan Parang

ODGJ di Bima Kejar Polisi dengan Parang

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki 2 Kali Meletus, Warga Diimbau Pakai Masker

Gunung Lewotobi Laki-laki 2 Kali Meletus, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com