Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Lebaran Mandura di Palu, Tradisi Unik untuk Mempererat Tali Persaudaraan

Kompas.com - 20/04/2024, 16:17 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Perayaan Hari Raya Idulfitri telah berlalu sepekan lalu, namun bagi warga Kampung Baru di Palu, Sulawesi Tengah, ada satu kebiasaan unik berkaitan Lebaran yang tidak pernah mereka tinggalkan.

Kebiasaan yang telah menjadi tradisi itu adalah Lebaran Mandura, yang dirayakan oleh mayoritas masyarakat adat Kaili (suku asli Palu) yang tinggal di Kampung Baru.

Tradisi itu dirangkaikan dengan pawai mandura – makanan khas yang disajikan masyarakat setempat saat momen Lebaran – serta pawai obor yang menjadi tradisi khas masyarakat Palu, khususnya warga Kampung Baru.

Kegiatan yang syarat aksi religi tersebut dimulai sepekan setelah 1 Syawal atau seminggu usai perayaan Idulfitri 1445 Hijriah yang jatuh pada 10 April silam.

Baca juga: Tradisi Warga Brebes Usai Idul Fitri, Gadaikan Perhiasan Emas Setelah Dipakai Saat Lebaran

Ketua Adat Kampung Baru, Husein Hi Moh Saleh, menuturkan Lebaran Mandura yang digelar pada Selasa (16/04) ini untuk mempererat tali persaudaraan dan menjadi simbol kemenangan warga setelah puasa Syawal – yang utamanya dilaksanakan selama enam hari setelah Idulfitri secara berturut-turut.

“Lebaran ini sebagai perayaan kemenangan dan untuk mempererat tali persaudaraan di Kampung Baru seusai menjalankan puasa sebulan penuh dan dilanjutkan puasa Syawal enam hari,” ujar Husein kepada wartawan M Taufan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Selasa (16/04).

Husein mengatakan, Lebaran Mandura sudah sembilan kali digelar di Kampung Baru. Awalnya, tradisi ini dimulai pada 2015 dan terus berlanjut sampai saat ini.

“Perayaan lebaran ini ditandai dengan pawai mandura keliling kota di sore hari menjelang buka puasa Syawal dan pawai obor di malam hari seusai salat Isya,” ungkapnya.

Baca juga: Tradisi Syawalan Bukit Sidoguro Rawat Warisan Budaya Asli Klaten

Pengamat Kebudayaan Sulteng, Amin Abdullah, menilai, Lebaran Mandura adalah festival yang telah membudaya di Kampung Baru.

Semangat pelaksanaan Lebaran Mandura, menurut Amin, tumbuh dari masyarakat lokal yang konsisten menjaga dan menggelar tradisi ini tiap tahun.

“Lebaran Mandura beda dengan festival pada umumnya, karena berlangsung berdasarkan kearifan lokal yang sudah ada sejak zaman dulu,” kata Amin kepada BBC Indonesia di Palu, Kamis (18/4/2024).

Bermula dari makanan tradisional masyarakat adat asli Palu, lanjut Amin, mandura menjadi simbol untuk mempererat tali persaudaraan melalui kearifan lokal.

“Karena kebiasaan orang Kaili di setiap hari-hari besar keagamaan pasti mengkonsumsi mandura. Setelahnya menyucikan diri dengan bermaaf-maafan,” ungkap Amin.

Baca juga: Tradisi Sungkem Tlompak, Wujud Syukur Masyarakat Lereng Gunung Merbabu

Ketan tiga warna dan makna Mandura

Sejumlah peserta memegang mandura yang akan diarak keliling kota pada perayaan Lebaran Mandura di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa 16 April 2024.M TAUFAN/BBC Indonesia Sejumlah peserta memegang mandura yang akan diarak keliling kota pada perayaan Lebaran Mandura di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa 16 April 2024.
Mandura, kata Husein, adalah makanan khas masyarakat adat Kaili yang terbuat dari beras ketan. Kudapan yang sudah ada sejak abad ke-19 ini menjadi sajian wajib di setiap acara yang digelar kerajaan di Lembah Palu.

Mandura juga menjadi salah satu bekal warga ketika berangkat melaksanakan ibadah haji ke Mekah di Arab Saudi, menurut Husein.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

LBH Padang Duga Saksi Kunci Kematian Siswa SMP di Sungai Telah Diintimidasi

LBH Padang Duga Saksi Kunci Kematian Siswa SMP di Sungai Telah Diintimidasi

Regional
Dikira 'Bom-boman' dan Cicipi Granat, Pria di Garut Terluka Parah Terkena Ledakan

Dikira "Bom-boman" dan Cicipi Granat, Pria di Garut Terluka Parah Terkena Ledakan

Regional
Carut Marut PPDB di Lampung, Nilai Calon Siswa SMA Unggulan Diduga Di-'mark Up'

Carut Marut PPDB di Lampung, Nilai Calon Siswa SMA Unggulan Diduga Di-"mark Up"

Regional
3 Tempat Judi Online di Purwokerto Digerebek, 11 Orang Jadi Tersangka dan 1 Buron

3 Tempat Judi Online di Purwokerto Digerebek, 11 Orang Jadi Tersangka dan 1 Buron

Regional
319 Jemaah Haji Kloter I Balikpapan Tiba di Bandara SAMS Sepinggan

319 Jemaah Haji Kloter I Balikpapan Tiba di Bandara SAMS Sepinggan

Regional
Jadi Simbol Keberjanjutan Pengabdian, 264 Kades di Kabupaten Blora Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan

Jadi Simbol Keberjanjutan Pengabdian, 264 Kades di Kabupaten Blora Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan

Regional
Polisi Tangkap 10 Pelaku Judi Slot dan Sabung Ayam di Nagan Raya

Polisi Tangkap 10 Pelaku Judi Slot dan Sabung Ayam di Nagan Raya

Regional
Dana Inpres Belum Cair, Jalan Kendawangan-Ketapang Kalbar Tak Kunjung Diperbaiki

Dana Inpres Belum Cair, Jalan Kendawangan-Ketapang Kalbar Tak Kunjung Diperbaiki

Regional
Diusulkan Dampingi Bobby di Pilkada Sumut, Golkar Solo: Sekar Tandjung di Solo

Diusulkan Dampingi Bobby di Pilkada Sumut, Golkar Solo: Sekar Tandjung di Solo

Regional
Stunting Jadi Ancaman, 25 Jamban Dibangun di Teluk Naga

Stunting Jadi Ancaman, 25 Jamban Dibangun di Teluk Naga

Regional
Tak Terima Ditegur Minum Tuak, Kakak Aniaya Adik di Lombok Timur

Tak Terima Ditegur Minum Tuak, Kakak Aniaya Adik di Lombok Timur

Regional
Sejumlah Pejabat Ketahuan Titipkan Anak di PPDB Kota Semarang

Sejumlah Pejabat Ketahuan Titipkan Anak di PPDB Kota Semarang

Regional
Batal Maju, Eks Wali Kota Semarang Digantikan Anaknya di Pilkada Semarang

Batal Maju, Eks Wali Kota Semarang Digantikan Anaknya di Pilkada Semarang

Regional
LBH Padang Minta Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Siswa SMP di Sungai

LBH Padang Minta Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Siswa SMP di Sungai

Regional
Kades di Pati Dukung Kapolda Jadi Gubernur, Bawaslu: Masuk Politik Praktis

Kades di Pati Dukung Kapolda Jadi Gubernur, Bawaslu: Masuk Politik Praktis

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com