Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Aniaya Istri Gunakan Palu Belum Jadi Tersangka, Pelaku Diminta Mengaku

Kompas.com - 19/04/2024, 18:01 WIB
Fitri Rachmawati,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tim Penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat belum menetapkan Iptu AS sebagai tersangka kasus KDRT lantaran diduga menganiaya istrinya, SJ, menggunakan palu.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Rio Indra Lesmana, mengatakan pelaku yang merupakan anggota polisi hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum mengaku melakukan kekerasan terhadap istrinya.

"Ternyata dia (Iptu AS) belum jadi tersangka, masih dalam proses pemeriksaan karena masih merayu istrinya untuk berdamai, belum berstatus tersangka ternyata," kata Kabid Humas, Jumat (19/4/2024).

Baca juga: Viral Dugaan Polisi Lakukan KDRT pada Anak dan Istri di Jakarta Utara

Sebelumnya beredar berita Iptu AS telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap istrinya, SJ.

Namun belakangan Kabid Humas Polda NTB meluruskan informasi tersebut.

Dia membenarkan adanya laporan SJ, istri oknum polisi pada 23 Maret 2024, dengan nomor LP/B/39/III/2024/SPKT/Polda NTB.

SJ melaporkan AS melakukan kekerasan terhadap dirinya di rumahnya di Jalan Sultan Kharuddin BTN Graha Cendana 3, Kelurahan Tanjung Karang, Sekarbela, Kota Mataram.

Penganiayaan terjadi setelah terjadi cekcok di antara keduanya lantaran HA sang istri dituduh menyembunyikan handphone suaminya.

Tuduhan itu berujung penganiayaan dengan palu di bagian mata kaki dan pahanya termasuk AS mencekik leher istrinya.

Baca juga: Tutup Pintu Maaf, Korban KDRT di Jaksel Berharap Suaminya Dipenjara

Berdasarkan laporan polisi, SJ melaporkan suaminya dengan tuduhan pasal 44 ayat (1) dan atau ayat (4) atau pasal 45 ayat (1) Undang Undang No 23 tahun 2004 tentang PDKRT.

"Istrinya itu melaporkan dianiaya suaminya pakai palu, ternyata hasil pemeriksaan pelaku tidak mengaku memukul istrinya tetapi mukul palunya ke tembok, gitu, dia belum mengaku, baru laporan istrinya saja," kata Rio.

Rio menjelaskan kelanjutan kasus tersebut awalnya ditangani Propam Polda NTB dan pelaku belum ditahan.

"Karena setelah saya ngomong AS ia akan dijadikan tersangka, dia (pelaku) menolak, gitu lo, alasan penolakan karena mengaku tidak melakukan penganiayaan, dan kasus ini juga masih proses penyelidikan," katanya.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT ini telah dilaporkan korban sehingga penangannnya harus dilakukan penyidik Ditresktimum Polda NTB, karena merupakan kasus pidana. 

Propam akan menangani apabila putusannya tetap, ingkrah kalau pelakunya sudah ditetapkan jadi tersangka  dan dilanjutkan sampai ada putusannya jelas baru kemudian sidang kode etik.

Baca juga: KDRT di Magelang, Istri Dianiaya Suami, 2 Anaknya Histeris

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Apartemen di Batam Dijadikan Pabrik Sabu Cair, Polisi Tangkap 3 Orang dan Sita 68 Botol

Apartemen di Batam Dijadikan Pabrik Sabu Cair, Polisi Tangkap 3 Orang dan Sita 68 Botol

Regional
6 Pelaku Pembacokan di Magelang Dibekuk, 5 di Antaranya Pelajar yang Ditangkap di Sekolah

6 Pelaku Pembacokan di Magelang Dibekuk, 5 di Antaranya Pelajar yang Ditangkap di Sekolah

Regional
Mantan Ajudan Ganjar Ambil Formulir di Kantor PDI-P untuk Daftar Cawabup Tegal

Mantan Ajudan Ganjar Ambil Formulir di Kantor PDI-P untuk Daftar Cawabup Tegal

Regional
Pernah Dipenjara 13 Tahun, Residivis Kembali Ditangkap karena Bawa 10 Kg Sabu

Pernah Dipenjara 13 Tahun, Residivis Kembali Ditangkap karena Bawa 10 Kg Sabu

Regional
Material Vulkanik di Lereng Gunung Marapi Akan Diledakkan

Material Vulkanik di Lereng Gunung Marapi Akan Diledakkan

Regional
Kiram Park di Kalimantan Selatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kiram Park di Kalimantan Selatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Istri di Kuningan Ajak Selingkuhan Bunuh Suami, Sempat Menyebut Korban Tewas karena Kecelakaan

Istri di Kuningan Ajak Selingkuhan Bunuh Suami, Sempat Menyebut Korban Tewas karena Kecelakaan

Regional
Eks Wagub Sitti Rohmi Djalilah Menyatakan Maju Pilkada NTB bersama Bupati Sumbawa Barat, Ini Tanggapan Perindo

Eks Wagub Sitti Rohmi Djalilah Menyatakan Maju Pilkada NTB bersama Bupati Sumbawa Barat, Ini Tanggapan Perindo

Regional
Para Pengais Kemiri, Kisah Lima Bersaudara Bertahan Hidup Bersama Kakek di Manggarai Timur

Para Pengais Kemiri, Kisah Lima Bersaudara Bertahan Hidup Bersama Kakek di Manggarai Timur

Regional
Anggota DPRD Aceh Tamiang Terjerat Sabu 70 Kg, KIP: Belum Dilantik

Anggota DPRD Aceh Tamiang Terjerat Sabu 70 Kg, KIP: Belum Dilantik

Regional
Tak Hanya Hilang, Kendaraan Dinas Pemprov Banten Juga Tunggak Pajak Rp 1,2 Miliar

Tak Hanya Hilang, Kendaraan Dinas Pemprov Banten Juga Tunggak Pajak Rp 1,2 Miliar

Regional
Pj Gubernur Jateng Lantik Muhammad Masrofi Jadi Pj Bupati Banjarnegara, Tantang Entaskan Kemiskinan

Pj Gubernur Jateng Lantik Muhammad Masrofi Jadi Pj Bupati Banjarnegara, Tantang Entaskan Kemiskinan

Regional
Menilik 'Temporary Tattoo', Tren Anak Muda Semarang Populerkan Seni Tato

Menilik "Temporary Tattoo", Tren Anak Muda Semarang Populerkan Seni Tato

Regional
Lahan Pertanian Tadah Hujan di Klaten Diprediksi Terdampak Kemarau

Lahan Pertanian Tadah Hujan di Klaten Diprediksi Terdampak Kemarau

Regional
Dipicu Dendam Lama, Buruh Perusahaan Kelapa Sawit di Nunukan Aniaya Rekan Kerja Saat Mabuk

Dipicu Dendam Lama, Buruh Perusahaan Kelapa Sawit di Nunukan Aniaya Rekan Kerja Saat Mabuk

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com