Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pergerakan Wisatawan di Yogyakarta Selama Libur Lebaran Meningkat, tapi Lama Tinggal Menurun

Kompas.com - 19/04/2024, 15:16 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan wisatawan di Kota Yogyakarta selama libur Lebaran 2024 lebih tinggi jika dibanding tahun sebelumnya. Pada Lebaran kali ini ada 268.690 wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. 

Sementara pada tahun 2023 tercatat ada 204.674 wisatawan. 

"Jadi di 2024 ini wisatawan nusantara ada 268.690 kalau wisatawan mancanegara 9.306, sehingga kalau ditotal ada pergerakan wisatawan itu 277.996 wisatawan yang ada di Kota Yogyakarta," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (19/4/2024).

Baca juga: Jasad Wisatawan Bandung Ditemukan 4 Km dari Pantai Cidamar

"Kalau dibanding dengan 2023, Itu total pergerakan wisatawan 204.674. Jadi ini yang iita catat oleh dinas Pariwisata," sambungnya.

Tidak hanya pergerakan wisatawan, uang yang dibelanjakan wisatawan di Kota Yogyakarta juga mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan.

"Belanja wisatawan ini rata-rata untuk wisatawan nusantara ini Rp 2.183.249 per wisatawan per kunjungan," kata dia.

Namun lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta selama libur Lebaran cenderung mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, lama tinggal wisatawan ada di angka 2,1 hari. Sementara, pada tahun ini turun menjadi 1,8 hari.

Menurut Singgih penurunan lama tinggal dipengaruhi berbagai hal salah satunya semakin mudahnya wisatawan untuk mengakses Kota Yogyakarta.

"Untuk length of stay. Ini agak singkat daripada tahun lalu, kalau tahun lalu bisa mencapai 2,1. Nah libur Lebaran ini 1,81. Ini mungkin kalau kita bicara length of stay itu lama mereka tinggal itu berkaitan dengan sisi aksesibilitas yang semakin lebih mudah," ujarnya.

Singgih menjelaskan dengan semakin mudahnya akses wisatawan hal ini membuat wisatawan semakin dinamis saat berwisata di Kota Yogyakarta.

"Jadi pergerakannya jadi lebih dinamis. Artinya mungkin di Kota Jogja kemudian berpindah-pindah. Artinya itulah yang kemudian akan saling terkait, itu di situ," jelas dia.

"Jadi aksesibilitas kemudahan jalan tol, jalan alternatif dan sebagainya," pungkas Singgih.

Baca juga: Diadakan di 14 Titik, Festival Balon Udara di Wonosobo Bakal Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

Dia mengatakan, Kota Yogyakarta saat ini sedang berusaha mencapai quality tourism. Dia mengatakan, dalam quality tourism pergerakan wisatawan bukan menjadi yang utama.

Namun, lanjut dia, yang utama dalam quality tourism adalah lama tinggal dan spending money atau jumlah belanja wisatawan saat berkunjung ke Kota Yogyakarta.

"Kalau bicara quality tourism, jumlah pergerakan wisatawan itu bukan menjadi ukuran satu-satunya keberhasilan sebuah pariwisata, tapi yang dihitung adalah length of stay dan spending money wisatawan," ujarnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com