Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Karyawan Undana Mengadu ke Ombudsman, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 01/03/2024, 21:05 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sedikitnya 20 karyawan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendatangi Kantor Ombudsman Perwakilan NTT, Jumat (1/3/0224).

Mereka datang karena ratusan tenaga kerja pembersih dan pertamanan di Universitas terbesar di NTT itu, bakal dioutsourcing.

Koordinator pengaduan karyawan Undana, Joni Liunima (40) mengatakan, ratusan karyawan itu sudah bekerja dengan rentang waktu 15 hingga 30 tahun.

Joni menyebut, pengalihan dari karyawan tetap ke outsourcing disampaikan secara lisan dari pihak Undana.

Baca juga: Didampingi Dekan, Mahasiswa Undana Kupang Demo Minta Ruang Kuliah Layak

"Nasib kami ratusan karyawan hingga saat ini belum mendapat kepastian yang jelas sehingga kami mengadu ke Ombudsman NTT," kata Joni, kepada sejumlah wartawan.

Para karyawan berharap, Ombudsman bisa memperjuangkan nasib mereka.

Dia menuturkan, para karyawan itu sudah mendapat surat keputusan (SK) kontrak tetap sejak 2008.

Hal itu yang menjadi pegangan karyawan untuk melawan kebijakan tersebut. Bagi mereka, SK yang sudah ada layak menjadi tanggung jawab Undana untuk memperhatikan nasib mereka.

Menurutnya, Undana sudah memberitahukan hal tersebut melalui rapat tetapi para karyawan keberatan dan menolak.

Selain itu, lanjut dia, ada tuntutan kepada Undana agar mempekerjakan mereka sebagai tenaga kerja tetap. Tetapi Undana tidak memberikan kepastian.

"Sehingga kami tidak puas dan langsung membuat pengaduan ini ke Ombudsman," kata dia.

Baca juga: Buntut 3.956 Ijazah Bermasalah, Rektor Undana ke Alumni: Silakan Gugat ke PTUN

Selain mengadu, Joni menyebut pihaknya akan bersurat ke Rektor Undana, Menpan-RB dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar bisa turun untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kepala Keasistenan Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan Masyarakat Ombudsman NTT, Yosua Karbeka mengatakan pengaduan para karyawan Undana belum bisa ditindaklanjuti.

Hal itu lantaran setelah diverifikasi, belum masuk kategori laporan yang layak.

"Tetapi kami menyarankan agar membuat surat pengaduan terkait masalah alih status pegawai kepada Rektorat dan Kementerian terkait. Bila tidak ditindaklanjuti maka 14 hari kemudian baru bersurat lagi untuk kami ambil tindakan," kata dia.

Yosua berharap dengan adanya pengaduan dan keberatan dari para pegawai, Undana dapat mempertimbangkan agar tidak dialihkan status para karyawan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Diduga Janjikan Rp 200.000 kepada Pemilih, Caleg di Dumai Bakal Diadili

Diduga Janjikan Rp 200.000 kepada Pemilih, Caleg di Dumai Bakal Diadili

Regional
39 Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran, Wali Kota Semarang: THR Kewajiban

39 Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran, Wali Kota Semarang: THR Kewajiban

Regional
Gadaikan Motor Teman demi Kencan dengan Pacar, Pri di Sumbawa Dibekuk Polisi

Gadaikan Motor Teman demi Kencan dengan Pacar, Pri di Sumbawa Dibekuk Polisi

Regional
Digigit Anjing Tetangga, Warga Sikka Dilarikan ke Puskesmas

Digigit Anjing Tetangga, Warga Sikka Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Elpiji 3 Kg di Kota Semarang Langka, Harganya Tembus Rp 30.000

Elpiji 3 Kg di Kota Semarang Langka, Harganya Tembus Rp 30.000

Regional
Motor Dibegal di Kemranjen Banyumas, Pelajar Ini Dapat HP Pelaku

Motor Dibegal di Kemranjen Banyumas, Pelajar Ini Dapat HP Pelaku

Regional
Penipuan Katering Buka Puasa, Pihak Masjid Sheikh Zayed Solo Buka Suara

Penipuan Katering Buka Puasa, Pihak Masjid Sheikh Zayed Solo Buka Suara

Regional
Setelah 2 Tahun Buron, Pemerkosa Pacar di Riau Akhirnya Ditangkap

Setelah 2 Tahun Buron, Pemerkosa Pacar di Riau Akhirnya Ditangkap

Regional
Cemburu, Pria di Cilacap Siram Istri Siri dengan Air Keras hingga Luka Bakar Serius

Cemburu, Pria di Cilacap Siram Istri Siri dengan Air Keras hingga Luka Bakar Serius

Regional
Buntut Kasus Korupsi Retribusi Tambang Pasir, Kades di Magelang Diberhentikan Sementara

Buntut Kasus Korupsi Retribusi Tambang Pasir, Kades di Magelang Diberhentikan Sementara

Regional
Nasib Pilu Nakes Diperkosa 3 Pria di Simalungun, 5 Bulan Pelaku Baru Berhasil Ditangkap

Nasib Pilu Nakes Diperkosa 3 Pria di Simalungun, 5 Bulan Pelaku Baru Berhasil Ditangkap

Regional
Kepsek SMK di Nias Bantah Aniaya Siswanya sampai Tewas, Sebut Hanya Membina

Kepsek SMK di Nias Bantah Aniaya Siswanya sampai Tewas, Sebut Hanya Membina

Regional
30 Ibu Muda di Serang Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

30 Ibu Muda di Serang Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Regional
Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Dua Pengusaha Rugi Hampir 1 Miliar

Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Dua Pengusaha Rugi Hampir 1 Miliar

Regional
Pimpinan Ponpes Cabul di Semarang Divonis 15 Tahun Penjara

Pimpinan Ponpes Cabul di Semarang Divonis 15 Tahun Penjara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com