Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai soal Keluhan Judi Capjiki di Grobogan, Polisi: Belum Ada Laporan

Kompas.com - 21/02/2024, 13:05 WIB
Puthut Dwi Putranto Nugroho,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

GROBOGAN, KOMPAS - Masyarakat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diresahkan dengan maraknya perjudian jenis capjiki.

Sebagai catatan, istilah capjiki sendiri berasal dari bahasa Hokaian yang merujuk permainan judi menggunakan undian 12 angka.

Berdasarkan penelusuran, aktivitas gelap itu sudah berlangsung empat bulan terakhir dan menyentuh 9 kecamatan yaitu Wirosari, Kradenan, Sulursari, Pulokulon, Toroh, Godong, Penawangan, Gubug, dan Kedungjati.

Baca juga: Rumah Kepala Desa di Boyolali Digerebek Polisi, Diduga Dijadikan Lokasi Judi Dadu

PR (43), warga Kecamatan Wirosari mengaku geram lantaran pelapak capjiki selama ini bebas beroperasi selayaknya pedagang sembako. Seperti tak ada batasan lokasi berjualan kupon capjikia.

Menurut pekerja swasta ini, jamak tetangganya telah keranjingan judi taruhan angka tersebut. Sementara dalam sehari tercatat ada lima kali putaran capjiki.

"Banyak yang tergiur entah remaja maupun bapak-bapak. Jika bertaruh Rp 5.000 dan tebakan satu angkanya benar maka akan dikembalikan Rp 50.000. Jika Rp 50.000 dikembalikan Rp 500.000. Aturannya itu. Saya heran mengapa aparat penegak hukum tutup mata," kata PR, Selasa (20/2/2024) malam.

Baca juga: Kronologi Bendahara PPS di Kalsel Bawa Kabur Honor KPPS Rp 115 Juta, Habis Dipakai Judi Online


Baca juga: Bendahara PPS Bawa Kabur Honor KPPS Rp 115 Juta, Habis Dipakai Judi

Keluhan serupa disampaikan RS (38) penjual kopi di Kecamatan Wirosari.

Transaksi capjikia, kata dia, setiap putaran berdurasi dua jam dengan undian kali pertama diumumkan mulai pagi pukul 09.00 WIB.

Capjiki di Kabupaten Grobogan yang dikabarkan dikendalikan oleh satu manajemen terselubung itu pun dilengkapi dengan situs online.

"Untuk mengecek undian apa yang keluar di https://puterayudistira.com. Ini sudah keterlaluan, kenapa sudah empat bulan capjiki tak tersentuh hukum," tegas RS.

 Baca juga: Proses Hukum Remaja Pengemudi Fortuner yang Tewaskan 2 Orang di Banjarbaru Tak Dilanjutkan, Mengapa?

Polisi mengaku belum ada laporan

Kupon Capjikia di Kabupaten Grobogan baru-baru iniKOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO Kupon Capjikia di Kabupaten Grobogan baru-baru ini

RS pun berujar sejauh ini keberadaan capjiki bisa mulus beroperasi di wilayah Kabupaten Grobogan lantaran diduga ada konsekuensi berupa "upeti" yang harus disetorkan ke pihak-pihak terkait.

"Info yang saya peroleh, sehari omzet capjiki bisa mencapai ratusan juta. Pastinya ada jatah bulanan ke aparat penegak hukum. Tolong perjudian ini diberantas," kata RS.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Grobogan M Misbah menyayangkan beroperasinya bisnis haram capjiki baru-baru ini yang tentunya berdampak negatif terhadap masyarakat. 

Baca juga: Curhat Anggota KPPS, 24 Jam Kerja, Honor Malah Dipakai Judi oleh Bendahara PPS

Misbah pun mendesak kepolisian untuk segera membumihanguskan segala praktik perjudian tanpa pandang bulu.

"Semua bentuk penyakit masyarakat mestinya dilarang beroperasi, apalagi ini sudah menghadapi bulan suci Ramadhan. Aparat berwajib mestinya tanpa diminta segera melakukan penertiban begitu mengetahui. Karena selain meresahkan juga berpotensi merembet kepada tindak kejahatan lain," tegas Misbah.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko Haryono mengaku belum menerima laporan menyoal kasus capjiki di wilayahnya tersebut.

"Belum ada laporan yang kami terima. Silakan jika ada laporan akan kami tindaklanjuti," kata Agung.

Baca juga: Penjelasan Polrestabes Semarang soal Permintaan Video kepada Rektor Unika Soegijapranata

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Menilik Sesaji Rewanda, Tradisi Memberi Makan Penghuni Goa Kreo Semarang

Menilik Sesaji Rewanda, Tradisi Memberi Makan Penghuni Goa Kreo Semarang

Regional
Dihajar Warga Usai Curi HP, Maling Ini Berdalih untuk Biaya Anak di Pesantren

Dihajar Warga Usai Curi HP, Maling Ini Berdalih untuk Biaya Anak di Pesantren

Regional
12 Desa/Kelurahan Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Ribuan Warga Mengungsi

12 Desa/Kelurahan Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Ribuan Warga Mengungsi

Regional
Air Terjun Lubuk Hitam di Padang: Daya Tarik, Keindahan, dan Rute

Air Terjun Lubuk Hitam di Padang: Daya Tarik, Keindahan, dan Rute

Regional
Motif Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Pelaku Terlanjur Malu

Motif Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Pelaku Terlanjur Malu

Regional
Nasib Pilu Siswi SMP Diperkosa Ayah Kandung Usai Mengadu Dicabuli Kekasihnya

Nasib Pilu Siswi SMP Diperkosa Ayah Kandung Usai Mengadu Dicabuli Kekasihnya

Regional
Viral, Video Bocah 5 Tahun Kemudikan Mobil PLN, Ini Kejadian Sebenarnya

Viral, Video Bocah 5 Tahun Kemudikan Mobil PLN, Ini Kejadian Sebenarnya

Regional
Detik-detik TKW Asal Madiun Robohkan Rumah Hasil Kerja 9 Tahun di Hongkong

Detik-detik TKW Asal Madiun Robohkan Rumah Hasil Kerja 9 Tahun di Hongkong

Regional
Menanti Pemekaran Indramayu Barat, Antara Mimpi dan Nyata

Menanti Pemekaran Indramayu Barat, Antara Mimpi dan Nyata

Regional
Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Ditangkap, Sempat Kabur ke Ngawi

Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Ditangkap, Sempat Kabur ke Ngawi

Regional
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah, PJ Walikota Tanjungpinang Belum Diperiksa

Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah, PJ Walikota Tanjungpinang Belum Diperiksa

Regional
Anggota Timses di NTT Jadi Buron Usai Diduga Terlibat Politik Uang

Anggota Timses di NTT Jadi Buron Usai Diduga Terlibat Politik Uang

Regional
Pedagang di Mataram Tewas Diduga Ditusuk Mantan Suami di Kamar Kosnya

Pedagang di Mataram Tewas Diduga Ditusuk Mantan Suami di Kamar Kosnya

Regional
Pengurus Masjid Sheikh Zayed Solo Sempat Tolak Ratusan Paket Berbuka Terduga Penipuan Katering

Pengurus Masjid Sheikh Zayed Solo Sempat Tolak Ratusan Paket Berbuka Terduga Penipuan Katering

Regional
Mengenal Lebaran Mandura di Palu, Tradisi Unik untuk Mempererat Tali Persaudaraan

Mengenal Lebaran Mandura di Palu, Tradisi Unik untuk Mempererat Tali Persaudaraan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com