Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringkat Kota Toleran Solo Turun Drastis, dari Rangking 4 Jadi 10

Kompas.com - 01/02/2024, 05:03 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Peringat Kota Solo sebagai kota toleran merosot ke urutan 10 di tahun 2023. Hal ini berdasarkan Indeks Kota Toleran yang dirilis Setara Institute.

Sementara pada tahun 2022, Kota Solo peringkat ke-4 sebagai Kota Toleran. 

Usai menerima penghargaan tersebut, Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, mengaku kaget dengan penurunan tersebut. 

"Kami agak kaget ini, indikatornya apa ini dari 4 ke 10 ya. Kota kami ini di sekitarnya ada pernik-pernik. Kemarin ditangkap satu di kelurahan Mojo (terorisme), jadi indikator ya," kata Teguh, dikutip dari Kanal Youtube Setara Institute. 

Lebih lanjut, Mantan Ketua DPRD Kota Solo ini juga menyampaikan selama 10 tahun terakhir di Balai Kota Solo, tidak ada batas dan masyarakat bebas menggelar acara keagamaan.

"Setiap hari-hari besar keagamaan di sana (Balai Kota) mesti ada pernik-pernik Natal, Lebaran dan puasa, Waisak, Imlek, itulah yang kami gambarkan secara nyata, bahwa kami setara pada siapapun. Lha ini justru (peringat turun), terima kasih kami akan mawas diri atau mungkin regulasi belum ada," paparnya.

Merosotnya peringat tersebut menjadi sorotan DPRD Kota Solo. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Asih Sunjoto mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi tersebut. 

Baca juga: Solo Peringkat Ke-4 Kota Toleran, Gibran: Kalau Dulu Ya, Mohon Maaf, Solo Kan Dikait-kaitkan dengan Terorisme

Pasalnya, Kota Solo selama ini yang digaungkan sebagai Kota Toleransi malah mengalami penurunan skor. 

"Dari 5.883 menjadi 5.800, nilai ini cukup signifikan, sehingga berimbas dari rangking 4 menjadi 10," kata Asih, pada Rabu (13/1/2024).

Kali ini, urutan ke empat diisi oleh Kota Manado, Sulawesi Utara. Kemudian, peringkat pertama Kota Singkawang Kalimantan Barat, Kedua Kota Bekasi Jawa Barat dan ketiga Kota Salatiga Jawa Tengah.

"Ini menjadi bahan intropeksi bagi kita. Bagi masyarakat serta penyelenggara pemerintahan. Mungkin sepajang tahun 2023 kemarin ketika ada permasalah terkait tempat ibadah, kemudian gesekan antarumat beragama menjadi penyebab penurunan skor," paparnya. 

Penurunan skor ini, dimungkinkan berkaitan dengan kasus GKJ Nusukan pada 2023, yang saat ini belum selesai. Kasus tersebut termasuk peristiwa besar menurut penilaian lembaga tersebut. 

Lanjutnya, Forkompimda, Satuan Kerja Perangat Daerah (SKPD) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) harus melakukan evaluasi.

Mengingat pada 2024, menjadi tahun politik diharapkannya gesekan ini bisa diminimalkan.

"Untuk dari itu, perlu dicegah, para tokoh-tokoh agama harus ikut memberi himbauan kepada jamaah tentang toleransi. Sehingga Solo bisa meningkat kembali untuk kota toleran. Nilai tahun ini menjadi bahan cambukan kita bersama," tutupnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

Regional
Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Regional
KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

Regional
Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Regional
Program 'Makan Siang Gratis' Berubah Jadi 'Makan Bergizi Gratis', Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Program "Makan Siang Gratis" Berubah Jadi "Makan Bergizi Gratis", Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Regional
Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

Regional
Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Regional
3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com