Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemarau, Pemkot Semarang Akan Gunakan Anggaran BTT untuk Bantuan Air Bersih

Kompas.com - 15/09/2023, 20:32 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) akan menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk membantu daerah yang kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, anggaran BTT dapat digunakan apabila suatu daerah mempunyai kebutuhan yang tidak dianggarkan.

"Selain kegunaan BTT itu penting dikeluarkan seperti saat bencana alam," jelasnya kepada Kompas.com via WhatsApp, Jumat (15/9/2023).

Baca juga: 4 Desa di Sikka Berisiko Rawan Pangan akibat Kekeringan, Pemkab Siapkan Beras

Sampai saat ini, anggaran BTT Kota Semarang masih cukup besar. Menurutnya, anggaran tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

"Anggaran BTT Kota Semarang masih juga besar," kata dia.

Perempuan yang akrab disapa Itu tersebut menambahkan, dinas terkait tinggal membuat memo ke Wali Kota Semarang untuk permohonan dana BTT untuk pengadaan air.

"Nanti dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Kota Semarang yang akan mencarikan," imbuh dia.

Selain melalui anggaran BTT, Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut sudah minta pihak kelurahan agar mencatat warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

"Kalau yang dari PDAM masih aman. Minggu kemarin saya ke PDAM masih cukup sampai Desember 2023," ucap Ita.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, sampai saat ini ada 2.700 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan air bersih.

"Tahun ini memang lebih panjang kemarau. Karena El Nino," paparnya.

Bahkan, lanjutnya, kekeringan juga terjadi di kecamatan yang tidak pernah mengalaminya seperti di Kecamatan Gunungpati, Kelurahan Cepoko.

"Kemarin juga muncul permintaan, yakni di Gunungpati, Kelurahan Cepoko yang sebelumnya tak pernah kekeringan," ucap dia.

Sejauh ini, permintaan dari masyarakat untuk bantuan air bersih setiap minggu rata-rata mencapai enam tangki, dengan kapasitas setiap tangki mencapai 5.000 liter.

"Kami akan berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih," imbuh Endro.

Berikut Kelurahan yang membutuhkan bantuan air bersih di Kota Semarang berdasarkan data BPBD Kota Semarang :

1. Kecamatan Pedurungan : Kelurahan Penggaron Kidul

2. Kecamatan Genuk : Kelurahan Gebangsari

3. Kecamatan Banyumanik : Kelurahan Jabungan Kelurahan Gedawang

4. Kecamatan Tembalang : Kelurahan Rowosari

5. Kecamatan Mijen : Kelurahan Wonoplumbon

6. Kecamatan Ngalian, Kelurahan Gondoriyo, Kelurahan Wonosari

7. Kecamatan Gunungpati, Kelurahan Cepoko

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pria di Bogor Ditangkap karena Konsumsi Sabu, Berawal dari Laporan KDRT

Pria di Bogor Ditangkap karena Konsumsi Sabu, Berawal dari Laporan KDRT

Regional
Muhammadiyah Jateng Ikut Tarik Uang Rp 800 Miliar dari BSI, Ini Penjelasan Pengurus

Muhammadiyah Jateng Ikut Tarik Uang Rp 800 Miliar dari BSI, Ini Penjelasan Pengurus

Regional
Bebasnya Kampung Ampay Bandar Lampung, Beli Narkoba Bak Beli Kacang di Warung

Bebasnya Kampung Ampay Bandar Lampung, Beli Narkoba Bak Beli Kacang di Warung

Regional
Update Kasus Gim di Pontianak: Wanita yang Buka Jendela Diperiksa, Polisi: 'Member' sejak April 2024

Update Kasus Gim di Pontianak: Wanita yang Buka Jendela Diperiksa, Polisi: "Member" sejak April 2024

Regional
Oknum Wartawan di Semarang Titip Siswa di PPDB dan Ancam Lapor Wali Kota

Oknum Wartawan di Semarang Titip Siswa di PPDB dan Ancam Lapor Wali Kota

Regional
'Endorse' Situs Judi 'Online', 5 Selebgram di Banten Ditangkap

"Endorse" Situs Judi "Online", 5 Selebgram di Banten Ditangkap

Regional
Kunjungan ke Danau Kelimutu Dibatasi 6 Jam Imbas Status Waspada

Kunjungan ke Danau Kelimutu Dibatasi 6 Jam Imbas Status Waspada

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
PSU DPD RI di Sumbar, KPU Butuh 17.569 Kotak dan 16.597 Bilik Suara Baru

PSU DPD RI di Sumbar, KPU Butuh 17.569 Kotak dan 16.597 Bilik Suara Baru

Regional
Tercebur Sumur, Pemuda di Banyumas Ditemukan Tewas

Tercebur Sumur, Pemuda di Banyumas Ditemukan Tewas

Regional
Mas Dhito Yakin Bulu Tangkis Sumbang Emas bagi Kediri di Porprov Jatim 2025

Mas Dhito Yakin Bulu Tangkis Sumbang Emas bagi Kediri di Porprov Jatim 2025

Kilas Daerah
Polisi Tangkap Bandar Sabu di Kampung Ampay Lampung, Pernah Jadi Zona Bebas Narkoba

Polisi Tangkap Bandar Sabu di Kampung Ampay Lampung, Pernah Jadi Zona Bebas Narkoba

Regional
Ditinggal Kondangan, Rumah di Cilacap Ludes Terbakar

Ditinggal Kondangan, Rumah di Cilacap Ludes Terbakar

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Regional
Pemuda di Klaten Aniaya Nenek Buyut hingga Tewas, lalu Curi Motor dan Uang

Pemuda di Klaten Aniaya Nenek Buyut hingga Tewas, lalu Curi Motor dan Uang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com