Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mangkir dari Pemeriksaan, Kejati Sultra Cekal Tersangka Korupsi Pertambangan PT Antam

Kompas.com - 27/06/2023, 00:13 WIB
Kiki Andi Pati,
Khairina

Tim Redaksi

 

KENDARI, KOMPAS.com-  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajukan pencekalan kepada Direktur PT KKP AA, tersangka kasus korupsi penjualan ore nikel PT Antam usai majelis hakim Pengadilan Negeri Kendari menolak permohonan praperadilan yang diajukan AA. 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Dr Patris Yusrian Jaya mengungkapkan, jika tersangka AA tidak segera memenuhi panggilan maka tim penyidik akan melakukan upaya paksa karena pihaknya sudah tiga kali memanggil yang bersangkutan sebagai tersangka namun tidak pernah datang. 

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Pertambangan, GM PT Antam Konawe Utara Ditahan Kejati Sultra

Pihaknya, lanjut Patris, telah mengajukan surat permohonan pencekalan terhadap tersangka AA kepada kantor Imigrasi. Dan segera mengeluarkan DPO kepada tersangka AA. 

"Kami sudah mengajukan surat permohonan cekal kepada pihak imigrasi, kemudian kami juga sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan sejak minggu lalu. Dan dalam waktu dekat juga akan menjadikan yang bersangkutan menjadi DPO," kata Kajati Sultra kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (26/6/2023). 

Patris menjelaskan bahwa sebelumnya AA tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka karena alasan masih melakukan upaya praperadilan, namun setelah hakim menolak praperadilannya harusnya yang bersangkutan kooperatif.

"Tidak ada alasan atau kaitan antara praperadilan dengan proses penyidikan. Kami mengganggap yang bersangkutan tidak menunjukkan itikad baik, sehingga kami akan melakukan upaya paksa dan pencekalan terhadap AA," tegasnya.

Baca juga: Oknum Polisi yang Kepergok Selingkuh dengan Istri Orang Dimutasi ke Yanma Polda Sultra Sembari Tunggu Sidang Kode Etik

Pada Senin (26/6/2023), hakim tunggal Pengadilan Negeri  Kendari menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh tersangka AA selaku Direktur Utama (Dirut) PT. Kabaena Kromit Prathama (KPP).

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Sultra, Dodi menjelaskan bahwa dalam amar putusan perkara nomor 5/Pid.Pra/PN.Kdi dengan amar putusan bahwa penyidikan yang dilakukan oleh termohon yakni penyidik Kejati Sultra sudah sah dan penetapan Direktur PT KKP berinisial AA sebagai tersangka telah memenuhi dua alat bukti sesuai KUHAP.

Dijelaskan Dodi, penyitaan dan penggeledahan telah sesuai dengan KUHAP dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pertambangan nikel di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT. ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Konawe Utara (Konut) yang dilakukan menggunakan sarana Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT. Antam.Tbk, Perusda dan PT. Lawu Agung Mining (LAM). 

"Yang terjadi pada periode tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 dengan cara mengangkut dan menjual ore nikel hasil Kerja Sama Operasi (KSO) menggunakan dokumen Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) milik PT KKP dan beberapa perusahaan lain,” terang Dodi dalam rilis tertulisnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sultra telah menahan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan ore nikel di wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT. Antam di Blok Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara. 

Tersangka AA, telah dipanggil penyidik Kejati Sultra pada Jumat (26/6/2023) bersama dengan General Manager PT Antam Konawe Utara inisial HW yang telah ditahan, namun yang bersangkutan tidak datang tanpa alasan. 

Sebelumnya, Kejati Sultra telah menahan pelaksana lapangan PT Lawu Agung Mining inisial GLA. Dalam kasus ini, Kejati Sultra telah menetapkan empat orang tersangka, yakni GM PT Antam Konawe Utara, HW, Dirut PT Lawu Agung Mining OS, Dirut PT KKP AA dan pelaksana lapangan PT Lawu Agung Mining inisial GLA.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Bongkar Pengoplosan Gas Elpiji di Cilegon, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Bongkar Pengoplosan Gas Elpiji di Cilegon, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Mahasiswi di Magelang yang Bunuh Bayinya Tak Ditahan, Ini Alasannya

Mahasiswi di Magelang yang Bunuh Bayinya Tak Ditahan, Ini Alasannya

Regional
Dua Kelurahan di Semarang Mulai Kekurangan Air Bersih, Mana Saja?

Dua Kelurahan di Semarang Mulai Kekurangan Air Bersih, Mana Saja?

Regional
SD 'Gaib' Terdaftar di Sistem PPDB, Ini Penjelasan Pemkot Semarang

SD "Gaib" Terdaftar di Sistem PPDB, Ini Penjelasan Pemkot Semarang

Regional
Pemuda di Semarang Ditangkap Usai Kirim Video Hubungan Intim ke Orangtua Korban

Pemuda di Semarang Ditangkap Usai Kirim Video Hubungan Intim ke Orangtua Korban

Regional
Calon Perseorangan Pilkada Pangkalpinang Harus Perbaiki 7.000-an KTP Dukungan

Calon Perseorangan Pilkada Pangkalpinang Harus Perbaiki 7.000-an KTP Dukungan

Regional
Baru 50 Persen Calon Siswa di Jateng Lakukan Verifikasi, Layanan PPDB Diperpanjang

Baru 50 Persen Calon Siswa di Jateng Lakukan Verifikasi, Layanan PPDB Diperpanjang

Regional
2 Hari Berturut-turut Dieng Diselimuti Embun Es, Pagi Ini Suhu Capai Minus 1,2 Derajat Celcius

2 Hari Berturut-turut Dieng Diselimuti Embun Es, Pagi Ini Suhu Capai Minus 1,2 Derajat Celcius

Regional
4 Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan, Paling Parah Cilacap dan Klaten

4 Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan, Paling Parah Cilacap dan Klaten

Regional
Ribuan Buruh di Jateng Kena PHK Sepanjang 2024 Terdampak Pabrik Tutup

Ribuan Buruh di Jateng Kena PHK Sepanjang 2024 Terdampak Pabrik Tutup

Regional
Terdampak Erupsi, Pesawat Wings Air Gagal Berangkat ke Bandara Maumere

Terdampak Erupsi, Pesawat Wings Air Gagal Berangkat ke Bandara Maumere

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Avanza di Ambon, Pengemudi Tewas

Pohon Tumbang Timpa Mobil Avanza di Ambon, Pengemudi Tewas

Regional
Peledakan Material Vulkanik di Lereng Gunung Marapi Dihentikan

Peledakan Material Vulkanik di Lereng Gunung Marapi Dihentikan

Regional
Kekeringan Ancam 25 Desa di Klaten, BPBD Siapkan Antisipasinya

Kekeringan Ancam 25 Desa di Klaten, BPBD Siapkan Antisipasinya

Regional
Berlagak Bertamu, Pemuda di Salatiga Malah Curi iPhone Kenalan

Berlagak Bertamu, Pemuda di Salatiga Malah Curi iPhone Kenalan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com