Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganjar Pranowo Marahi Pelaku Pencabulan Santriwati: Kenapa Kamu Tega? Mereka Masih Anak-anak

Kompas.com - 11/04/2023, 17:28 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Kasus pencabulan yang menimpa sejumlah santriwati di sebuah pondok pesantren (ponpes) Batang mendapat sorotan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar bahkan sempat menginterogasi tersangka yang tak lain adalah pengasuh ponpes bernama Wildan Mashuri (57) di Mapolresta Batang saat gelar perkara.

Saat itu Ganjar datang ke Polres Batang bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Baca juga: [POPULER REGIONAL] Penangkapan Anggota KKB Egianus Kogoya | Jaket Pemuda Pancasila Milik Korban Mbah Slamet

"Kenapa kamu tega melakukan itu? Apalagi korbanmu itu masih anak-anak. Kamu tidak sadar bahwa itu salah. Jujur saja sekarang, berapa santri yang jadi korbanmu?" tanya Ganjar dengan nada tinggi.

Dicecar pertanyaan dari Ganjar, Wildan pun mengaku ada dua alumni santrinya juga menjadi korban.

Baca juga: Pengasuh Ponpes di Batang Cabuli 14 Santrinya, Seolah-olah Ijab Kabul dalam Bahasa Arab

"Berarti 17 korban, ada lagi tidak. Jujur saja," desak Ganjar. Ganjar mengaku marah dengan peristiwa itu.

Catatan kelam dunia pendidikan

Orang nomor satu di Jateng menganggap kasus itu merupakan catatan kelam dunia pendidikan.

Pasalnya, kasus tersebut bukan pertama kali di Batang. Sebelumnya, tepatnya di bulan September 2022, ada kasus pemerkosaan dengan korban 22 orang di Batang.

"Tentu kami marah. Apalagi korbannya masih anak-anak. Bagi kami, ini serius karena anak kita itu harus dilindungi, bukan untuk dikerasi dalam bentuk apa pun. Kami akan langsung terjunkan tim, membuka posko dan trauma healing pada korban," kata Ganjar.

 

Evaluasi tegas

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai meninjau bantuan 49 unit rumah panel instan (ruspin) di Desa Kedungcino, Jepara, Kamis (30/3/2023).DOKUMEN PEMPROV JATENG Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai meninjau bantuan 49 unit rumah panel instan (ruspin) di Desa Kedungcino, Jepara, Kamis (30/3/2023).

Selain itu, Ganjar juga meminta instansi terkait untuk melakukan inspeksi dan pendataan ulang pondok asuhan Wildan tersebut.

Ganjar tak menutup kemungkinan untuk menutup pondok tersebut jika ditemukan permasalahan serius.

Pihaknya juga akan menyediakan nomor aduan bagi masyarakat dan khususnya orangtua santri.

"Misalnya nanti kita pasang nomor aduan di semua sekolah dan pondok agar semua berani melapor. Tidak hanya pencabulan, bisa juga bullying dan kejadian tidak sesuai lainnya," jelasnya.

Sementara itu, polisi sendiri masih melakukan pendalaman kasus itu. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, modus pelaku yakni membujuk korban untuk melakukan hubungan dengan alasan akan dapat karomah.

Selain itu pelaku juga mengelabui korban dengan seolah melakukan nikah siri.

Tak hanya itu, pelaku juga mengancam para korban untuk tidak melaporkan tindakan bejatnya itu.

"Kami akan terus mengembangkan kasus ini, karena tidak memungkinkan ada korban lain. Pelaku kami jerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. Bisa juga lebih karena kejadiannya berulang," tandasnya.

(Penulis : Kontributor Semarang, Titis Anis Fauziyah | Editor : Dita Angga Rusiana)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Regional
Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Regional
Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Regional
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Regional
Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Regional
3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

Regional
Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Regional
Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Regional
Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Regional
Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Regional
Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Regional
Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Regional
Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Regional
Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com