Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tujuh Remaja yang Akan Perang Sarung Menangis di Kantor Polisi Saat Sungkem ke Orangtua

Kompas.com - 30/03/2023, 13:37 WIB
Ari Himawan Sarono,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

 

PEMALANG, KOMPAS.com - Polres Pemalang, Jawa Tengah, menangkap tujuh remaja yang kedapatan akan melakukan perang sarung di bawah jembatan tol Sewaka.

Dari tujuh orang anak remaja yang diduga akan melakukan perang sarung, enam di antaranya berasal dari Kelurahan Paduraksa, yakni IM (15), M (16), RM (14), TA (16), PGN (15), dan MF (16).

Sedangkan satu anak remaja lainnya dengan inisial SU (18) berasal dari Desa Mengori, Pemalang.

Baca juga: Ketika Aksi Perang Sarung Mulai Marak di Ibu Kota dan Sudah Makan Korban Jiwa

Di Mapolres Pemalang, ketujuh pelaku terduga perang sarung dijemput oleh orangtua masing-masing. Mereka tidak diproses hukum dan hanya membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi.

Sebelum mereka dilepas ke orangtuanya, ketujuh remaja tersebut sungkem kepada mereka. Mereka menangis bersama orangtuanya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska mengatakan, tujuh remaja tersebut ditangkap pada Rabu (29/3/2023) dini hari saat menunggu lawan perang sarungnya.

“Sesaat itu juga, kami segera mengamankan tujuh anak remaja tersebut beserta barang bukti ke Polres Pemalang,” kata Kapolres Pemalang.

Yovan menyebutkan, semua remaja yang diamankan masih berstatus pelajar, lima di antaranya adalah pelajar tingkat SMP dan dua lainnya pelajar SMK.

“Kami juga mengundang perangkat desa, kepala sekolah dan guru masing-masing, untuk memberikan pembinaan kepada mereka,” tambah Yovan.

Baca juga: Saat Perang Sarung Antara Dua Kelompok Pemuda di Palmerah Berujung Maut

Yovan menambahkan, Polres Pemalang rutin melaksanakan patroli untuk mengantisipasi tawuran dengan perang sarung yang sangat meresahkan masyarakat, terutama yang sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

"Kami menyita berhasil mengamankan barang bukti sarung dan handphone. Diduga, handphone tersebut digunakan oleh ketujuh anak itu untuk berkomunikasi melalui WhatsApp terkait rencana tawuran perang sarung," ungkap Yovan.

Yovan berharap adanya partisipasi dari semua komponen masyarakat dan stakeholder terkait dalam upaya pencegahan kenakalan remaja di wilayah Kabupaten Pemalang, salah satunya tawuran dengan perang sarung.

“Kami harapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Yovan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baru Turun dari Bus di Kapal, Pemudik Palembang Meninggal Dunia

Baru Turun dari Bus di Kapal, Pemudik Palembang Meninggal Dunia

Regional
Wanita di Kupang Tewas Minum Racun Rumput Usai Dimarahi Ayahnya

Wanita di Kupang Tewas Minum Racun Rumput Usai Dimarahi Ayahnya

Regional
Arus Balik, Perjalanan Truk Tiga Sumbu Menuju Betung Dihentikan

Arus Balik, Perjalanan Truk Tiga Sumbu Menuju Betung Dihentikan

Regional
Simpang Ajibarang Macet, Kendaraan Arah Jakarta Diberlakukan Buka Tutup

Simpang Ajibarang Macet, Kendaraan Arah Jakarta Diberlakukan Buka Tutup

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 15 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 15 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Arus Balik, Tarif Tol Trans-Sumatera Didiskon 20 Persen

Arus Balik, Tarif Tol Trans-Sumatera Didiskon 20 Persen

Regional
Puncak Arus Balik, 159.681 Pemudik Menyeberang dari Bakauheni

Puncak Arus Balik, 159.681 Pemudik Menyeberang dari Bakauheni

Regional
Polisi Prediksi Terjadi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua di Pelabuhan Merak Imbas Kebijakan WFH

Polisi Prediksi Terjadi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua di Pelabuhan Merak Imbas Kebijakan WFH

Regional
Produksi Sampah Sisa Lebaran di Kabupaten Semarang Meningkat, Petugas Angkut hingga Malam

Produksi Sampah Sisa Lebaran di Kabupaten Semarang Meningkat, Petugas Angkut hingga Malam

Regional
Viral Video Mesum di Alun-alun Serang Banten, Polisi Minta Penerangan Ditambah

Viral Video Mesum di Alun-alun Serang Banten, Polisi Minta Penerangan Ditambah

Regional
Jalan Trans-Papua Barat Penghubung Teluk Bintuni-Manokwari Terputus akibat Longsor

Jalan Trans-Papua Barat Penghubung Teluk Bintuni-Manokwari Terputus akibat Longsor

Regional
2 Perahu Tabrakan di Sebatik, Pelayaran Ternyata Dilakukan di Luar Jadwal

2 Perahu Tabrakan di Sebatik, Pelayaran Ternyata Dilakukan di Luar Jadwal

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 15 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 15 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Macet Horor di Pelabuhan Merak, Kapolda Banten Minta Maaf

Macet Horor di Pelabuhan Merak, Kapolda Banten Minta Maaf

Regional
Puncak Arus Balik Pelabuhan Bakauheni Ramai, Lalu Lintas Mengalir

Puncak Arus Balik Pelabuhan Bakauheni Ramai, Lalu Lintas Mengalir

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com