Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antrean Penyeberangan Mudik 2023 Lintas Provinsi di Batam Dibuka 30 Maret 2023

Kompas.com - 28/03/2023, 13:13 WIB
Hadi Maulana,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com – Kamis (30/3/2023), PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mulai membuka pendaftaran antrian Ro-ro untuk rute lintas Provinsi.

“Kalau tidak ada perubahan, Kamis (30/3/2023) lusa, pendaftaran antrean Ro-ro untuk rute lintas Provinsi mulai kami buka,” kata General Manager PT ASDP Batam, Marsadik kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (28/3/2023).

Marsadik mengatakan, dibukanya antrean Ro-ro untuk penyeberangan lintas provinsi pada Minggu pertama Ramadhan, agar tidak adanya lonjakan penumpang saat mudik Lebaran

Baca juga: 4,1 Juta Orang Diperkirakan Mudik ke Jawa Tengah, Begini Antisipasi Polisi

Penyeberangan lintas provinsi ini dari Batam, Kepri, menuju ke Sei Selari, Riau, dan Kuala Tungkal, Jambi. 

“Jadi calon penumpang yang hendak menggunakan Ro-ro sudah bisa mendaftarkan kendaraannya Kamis nanti. Saya harap calon penumpang melakukan pendaftaran kendaraannya secara pribadi atau langsung yang bersangkutan datang ke Pelabuhan Talaga Punggur, kami tidak menerima perwakilan,” tutur Marsadik.

Baca juga: Ada Larangan Jokowi, Pemkot Batam Alihkan Dana Bukber Rp 1,2 Miliar ke Kegiatan Lain

Untuk mendaftarkan kendaraan, calon penumpang wajib membawa surat kendaraan seperti STNK, yang nantinya akan langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan kelayakan kendaraan.

Apakah kendaraannya masuk fasilitas Free Trade Zone (FTZ) atau tidak.

“Karena jika kendaraan yang didaftarkan masuk fasilitas FTZ, maka kendaraan tersebut tidak diperbolehkan keluar menggunakan Ro-ro,” jelas Marsadik.

Setelah pendaftaran, para calon penumpang akan langsung mendapatkan nomor antrean. Kemudian para pengguna jasa akan langsung didaftarkan di papan pengumuman.

“Pengumuman ini diharapkan meminimalisir kecurangan oknum dan membuat transparansi nomor antrean tersebut. Bahkan proses pendaftaran tidak dikenakan biaya apapun,” tegas Marsadik.

“Jika nantinya saat hari H kendaraan yang sudah terdaftar tidak berangkat maka antrean selanjutnya akan berangkat. Kebijakan ini merupakan perbaikan dan evaluasi tahun-tahun sebelumnya,” tambah Marsadik.

Lebih jauh Marsadik mengatakan, untuk jalur lintas Batam-Sei Selari dan Batam-Kuala Tungkal masing-masing disediakan tiga armada.

Tak hanya itu, pihaknya juga sedang mengusahakan jalur tambahan Batam–Buton, Riau.

"Saat ini masih pembahasan, mudah-mudahan disetujui, sehingga penumpukan untuk tujuan Batam–Riau bisa diminimalisir dan nantinya akan dibantu dengan kapal Bahtera Nusantara 03,” ungkap Marsadik.

Disinggung mengenai kelayakan kapal yang dimiliki ASDP, Marsadik mengaku, hasil pengecekan yang dilakukan BPTD Riau-Kepri, menyebutkan semua kapal yang dimiliki ASDP Batam layak beroperasi.

“Alhamdulillah untuk angkutan Lebaran semua kapal kami layak jalan. Semoga saja mudik kali ini tidak ada hambatan yang berarti dan masyarakat bisa sampai tujuan dengan selamat,” pungkas Marsadik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

327 Pengungsi Erupsi Gunung Ruang Tiba di Bitung, 2 di Antaranya Sakit Parah

327 Pengungsi Erupsi Gunung Ruang Tiba di Bitung, 2 di Antaranya Sakit Parah

Regional
Pendaftaran Cagub-Cawagub Independen Banten Dibuka 5 Mei 2024, Syaratnya 663.199 KTP

Pendaftaran Cagub-Cawagub Independen Banten Dibuka 5 Mei 2024, Syaratnya 663.199 KTP

Regional
Hari Kartini, Tempat Sewa Baju Adat di Semarang Diserbu Warga, Ada yang Tembus 1.000 Orderan

Hari Kartini, Tempat Sewa Baju Adat di Semarang Diserbu Warga, Ada yang Tembus 1.000 Orderan

Regional
Menilik Sesaji Rewanda, Tradisi Memberi Makan Penghuni Goa Kreo Semarang

Menilik Sesaji Rewanda, Tradisi Memberi Makan Penghuni Goa Kreo Semarang

Regional
Dihajar Warga Usai Curi HP, Maling Ini Berdalih untuk Biaya Anak di Pesantren

Dihajar Warga Usai Curi HP, Maling Ini Berdalih untuk Biaya Anak di Pesantren

Regional
12 Desa/Kelurahan Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Ribuan Warga Mengungsi

12 Desa/Kelurahan Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Ribuan Warga Mengungsi

Regional
Air Terjun Lubuk Hitam di Padang: Daya Tarik, Keindahan, dan Rute

Air Terjun Lubuk Hitam di Padang: Daya Tarik, Keindahan, dan Rute

Regional
Motif Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Pelaku Terlanjur Malu

Motif Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Pelaku Terlanjur Malu

Regional
Nasib Pilu Siswi SMP Diperkosa Ayah Kandung Usai Mengadu Dicabuli Kekasihnya

Nasib Pilu Siswi SMP Diperkosa Ayah Kandung Usai Mengadu Dicabuli Kekasihnya

Regional
Viral, Video Bocah 5 Tahun Kemudikan Mobil PLN, Ini Kejadian Sebenarnya

Viral, Video Bocah 5 Tahun Kemudikan Mobil PLN, Ini Kejadian Sebenarnya

Regional
Detik-detik TKW Asal Madiun Robohkan Rumah Hasil Kerja 9 Tahun di Hongkong

Detik-detik TKW Asal Madiun Robohkan Rumah Hasil Kerja 9 Tahun di Hongkong

Regional
Menanti Pemekaran Indramayu Barat, Antara Mimpi dan Nyata

Menanti Pemekaran Indramayu Barat, Antara Mimpi dan Nyata

Regional
Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Ditangkap, Sempat Kabur ke Ngawi

Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Ditangkap, Sempat Kabur ke Ngawi

Regional
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah, PJ Walikota Tanjungpinang Belum Diperiksa

Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah, PJ Walikota Tanjungpinang Belum Diperiksa

Regional
Anggota Timses di NTT Jadi Buron Usai Diduga Terlibat Politik Uang

Anggota Timses di NTT Jadi Buron Usai Diduga Terlibat Politik Uang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com