Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semua Personel Polres Kupang Wajib Kenakan Tas Tradisional ke Kantor, Ada Sanksi jika Melanggar

Kompas.com - 21/03/2023, 11:34 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Andi Hartik

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menambahkan tas dengan motif etnis daerah NTT sebagai salah satu atribut dalam melaksanakan dinas harian. Semua personel wajib mengenakan atribut tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Kupang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) FX Irwan Arianto mengatakan, kebijakan itu mulai diberlakukan serentak sejak Senin (20/3/2023).

Irwan menegaskan kepada semua personel Polres Kupang dan jajarannya wajib mematuhi aturan ini.

Baca juga: Kakak Beradik di Kupang Hanyut Saat Menyeberangi Sungai yang Meluap, 1 Orang Tewas

Hal itu sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pertumbuhan perekonomian di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Saya wajibkan semua anggota untuk mengenakan tas motif suku atau etnis daerah NTT, ini untuk mendukung perekonomian daerah melalui UMKM," kata Irwan kepada Kompas.com, Selasa (21/3/2023).

Baca juga: KSAU Ungkap Alasan Pesawat Tempur Tidak Ditempatkan di El Tari Kupang yang Berbatasan dengan 2 Negara

Ketegasan orang nomor satu di Polres Kupang ini dibuktikan saat apel pagi. Semua personel diperiksa dan diberikan sanksi berupa tindakan disiplin bagi yang tidak mengenakannya.

"Kami tidak segan-segan memberi sanksi kepada personel yang tidak mematuhi aturan ini," tegasnya.

Menurut Irwan, mengenakan tas motif tradisional adalah kebijakan pimpinan, baik Kapolda maupun Kapolres, sehingga harus dijalankan.

Dia berharap, kebijakan itu dijalankan oleh semua jajarannya tanpa kecuali.

Sebagai wujud kebanggaan atas kebijakan baru ini, lanjut Irwan, seluruh personel Polres Kupang menyambut dengan gembira dengan berfoto bersama di depan Markas Polres Kupang yang beralamat di Jalan Timor Raya kilometer 25 Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Polisi Angkat Kasus Pengadaan Laptop Fiktif Rp 1,7 M di BPBD Banten

Polisi Angkat Kasus Pengadaan Laptop Fiktif Rp 1,7 M di BPBD Banten

Regional
Pilgub NTB, Gerindra Sumbawa Deklarasi Dukungan untuk Bupati Lombok Tengah

Pilgub NTB, Gerindra Sumbawa Deklarasi Dukungan untuk Bupati Lombok Tengah

Regional
Gunung Ile Lewotolok Diguncang 55 Kali Gempa Letusan Disertai Hujan Abu

Gunung Ile Lewotolok Diguncang 55 Kali Gempa Letusan Disertai Hujan Abu

Regional
Selama Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Semarang Tembus 348 Ribu Pengunjung

Selama Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Semarang Tembus 348 Ribu Pengunjung

Regional
Hasto Sebut Jokowi Tak Bisa Langsung Bertemu Megawati, Gibran: Silaturahmi Kok Dilarang

Hasto Sebut Jokowi Tak Bisa Langsung Bertemu Megawati, Gibran: Silaturahmi Kok Dilarang

Regional
Pria di Riau Ditangkap Usai Unggah Video Editan 'MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran'

Pria di Riau Ditangkap Usai Unggah Video Editan "MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran"

Regional
Polisi Bongkar Makam Eks Casis TNI AL di Pemakaman Covid-19 Sawahlunto

Polisi Bongkar Makam Eks Casis TNI AL di Pemakaman Covid-19 Sawahlunto

Regional
Pernah Digigit Anjing, Satu Warga Sikka Meninggal di Puskesmas dengan Gejala Rabies

Pernah Digigit Anjing, Satu Warga Sikka Meninggal di Puskesmas dengan Gejala Rabies

Regional
Mantan Kapolda NTT Daftar Jadi Bakal Calon Gubernur di Partai Gerindra

Mantan Kapolda NTT Daftar Jadi Bakal Calon Gubernur di Partai Gerindra

Regional
Tradisi Lebaran Topat di Mataram, Warga Ziarah ke Makam hingga Berebut Ketupat Agung

Tradisi Lebaran Topat di Mataram, Warga Ziarah ke Makam hingga Berebut Ketupat Agung

Regional
Menikmati Bakso Balungan Mak Jah, Kuliner Legendaris yang Jadi Buruan Warga Demak

Menikmati Bakso Balungan Mak Jah, Kuliner Legendaris yang Jadi Buruan Warga Demak

Regional
Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang Terancam Hukuman Mati

Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang Terancam Hukuman Mati

Regional
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang, Pelaku Mantan Karyawan Suami Korban

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang, Pelaku Mantan Karyawan Suami Korban

Regional
Kota Semarang Dapat Aduan THR Lebaran Terbanyak di Jateng

Kota Semarang Dapat Aduan THR Lebaran Terbanyak di Jateng

Regional
Penyebab Menurunnya Jumlah Wisatawan di Magelang Saat Libur Lebaran 2024

Penyebab Menurunnya Jumlah Wisatawan di Magelang Saat Libur Lebaran 2024

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com