Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puluhan Tahun Tanahnya Dipakai untuk Bangunan Pasar, Warga Banyumas Ini Gugat Pemkab Rp 20 Miliar

Kompas.com - 15/03/2023, 14:56 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

BANYUMAS, KOMPAS.com - Bambang Pudjianto (64), warga Desa Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas.

Sebab, pemkab dianggap menguasi lahan milik keluarganya untuk bangunan Pasar Sangkalputung, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, selama puluhan tahun.

Gugatan perdata ini telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyumas dengan nomor perkara 11/Pdt.G/2023/PN Bms, pada Senin (13/3/2023).

"Gugatan perdata sudah saya daftarkan ke Pengadilan Negeri Banyumas, Senin (13/3/2023)," kata Puji, kepada wartawan, Rabu (15/3/2023).

Baca juga: Gibran: Terima Kasih Pak SBY Beserta Keluarga

Puji menuntut pemkab untuk mengembalikan lahan milik keluarganya seluas 1.277 meter.

Selain itu, Puji menuntut pemkab membayar ganti kerugian immateril senilai Rp 20 miliar.

Puji mengatakan, sertifikat tanah seluas 1.277 meter persegi itu atas nama adiknya, Hendro Puji Santoso dengan nomor 351 tahun 1981.

Puji mengatakan, terpaksa mengajukan gugatan karena pemkab tak kunjung menyelesaikan persoalan tersebut.

Selain mengajukan gugatan perdata, Puji juga berencana akan melaporkan tindak pidana penyerobotan tanah dan pungutan liar ke Polresta Banyumas.

Sementara itu, Kabag Hukum Setda Banyumas Arif Rohman mengatakan, siap menghadapi gugatan tersebut.

 

"Karena Pak Bambang Pudjianto menggunakan haknya untuk menggugat, maka kami akan mengikuti. Kami masih menunggu pemberitahuan dari PN Banyumas," kata Arif.

Arif mengatakan, sebelumnya pemkab telah membentuk tim penelusuran terkait status tanah tersebut.

"Kami sudah membahas dengan unsur terkait. Termasuk pendampingan oleh Kejaksaan Negeri Banyumas," ujar Arif.

Baca juga: Hari Keempat Erupsi Merapi, Ganjar Sebut Belum Ada Warga Mengungsi

Diberitakan sebelumnya, pemkab diminta mengembalikan lahan Pasar Sangkalputung.

Sebab, sebagian bangunan pasar itu diklaim berdiri di atas tanah milik warga.

Permintaan tersebut disampaikan melalui sejumlah spanduk yang dipasang di area pasar.

Puji mengatakan, pasar tersebut berdiri pada tahun 1984.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Grebeg Besar Demak: Waktu Pelaksanaan, Sejarah, dan Rangkaian Acara

Grebeg Besar Demak: Waktu Pelaksanaan, Sejarah, dan Rangkaian Acara

Regional
Perburuan Kendaraan Bodong di Pati, 3 Orang dari 3 Kecamatan Diperiksa

Perburuan Kendaraan Bodong di Pati, 3 Orang dari 3 Kecamatan Diperiksa

Regional
Presiden Jokowi Bakal Shalat Idul Adha di Simpang Lima Semarang

Presiden Jokowi Bakal Shalat Idul Adha di Simpang Lima Semarang

Regional
Kronologi Suami di Kampar Bunuh Istrinya di Lahan Eukaliptus, Pelaku Tikam Korban yang Tak Berdaya

Kronologi Suami di Kampar Bunuh Istrinya di Lahan Eukaliptus, Pelaku Tikam Korban yang Tak Berdaya

Regional
Salat Idul Adha Pemprov Sumbar Dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur, Mahyeldi Jadi Khatib

Salat Idul Adha Pemprov Sumbar Dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur, Mahyeldi Jadi Khatib

Regional
Jemaah Islam Aboge di Banyumas Rayakan Idul Adha Rabu 19 Juni 2024

Jemaah Islam Aboge di Banyumas Rayakan Idul Adha Rabu 19 Juni 2024

Regional
Gas Melon di Lampung Langka, Mendag Zulhas Klaim Cuma Masalah Distribusi

Gas Melon di Lampung Langka, Mendag Zulhas Klaim Cuma Masalah Distribusi

Regional
Jelang Idul Adha, Mendag Zulhas Bagi-bagi 2 Ton Beras di Lampung

Jelang Idul Adha, Mendag Zulhas Bagi-bagi 2 Ton Beras di Lampung

Regional
Raih Penghargaan Tingkat ASEAN, Kang DS: Bukti Nyata Kerja Ikhlas

Raih Penghargaan Tingkat ASEAN, Kang DS: Bukti Nyata Kerja Ikhlas

Regional
Di Balik Dugaan Ancaman Hakim di Padang ke Advokat LBH, Berawal dari Lontaran Seksis Saat Sidang

Di Balik Dugaan Ancaman Hakim di Padang ke Advokat LBH, Berawal dari Lontaran Seksis Saat Sidang

Regional
Sempat Diremehkan, Kini Alim Disabilitas Semarang Sukses Bisnis Hewan Kurban

Sempat Diremehkan, Kini Alim Disabilitas Semarang Sukses Bisnis Hewan Kurban

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Lebat

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Harga Barang Lokal di Perbatasan RI–Malaysia Stabil, Harga Barang Malaysia Naik Jelang Idul Adha

Harga Barang Lokal di Perbatasan RI–Malaysia Stabil, Harga Barang Malaysia Naik Jelang Idul Adha

Regional
Majelis Tafsir Al Quran Magelang Gelar Shalat Idul Adha Pagi Ini, Acuannya Wukuf di Arafah

Majelis Tafsir Al Quran Magelang Gelar Shalat Idul Adha Pagi Ini, Acuannya Wukuf di Arafah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com