LAMPUNG, KOMPAS.com- Perwira Sekolah Polisi Negara (SPN) Lampung merogoh kocek hingga Rp 400 juta agar anaknya bisa masuk Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila).
Keterangan itu disampaikan AKBP Hepi Asasi saat menjadi saksi di persidangan perkara suap Unila di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Selasa (14/3/2023).
Dalam kesaksiannya, Kepala Koordinasi Siswa (Kakorsis) SPN Lampung ini mengaku menghubungi Aryanto Munawar (Sekretaris PWNU Lampung) untuk memfasilitasi anaknya itu.
Baca juga: Bupati, Polisi, dan Anggota Dewan di Pusaran Titip-menitip Mahasiswa FK Unila
Hepi mengaku menghubungi Aryanto karena hendak memasukkan anaknya berinisial RA ke FK Unila melalui jalur mandiri.
"Awalnya anak saya mau masuk lewat jalur prestasi dahulu, tapi tidak masuk. Lewat jalur SBMPTN juga tidak masuk," kata Hepi, Selasa siang.
Hepi kemudian menghubungi Aryanto untuk meminta saran, karena dia mengetahui anak Aryanto masuk FK Unila.
"Dia bilang Rp 500 juta, kalau segitu saya nggak punya," kata Hepi.
Dalam persidangan, Hepi sempat diingatkan oleh jaksa dan majelis hakim karena beberapa keteranganya beberapa kali bertentangan.
Perbedaan keterangan ini saat jaksa menanyakan apakah Hepi menemui terdakwa Karomani di ruang kerja rektor.
"Pak Ary (Aryanto) menelepon, dia mengatakan sedang menemui Pak Rektor, bisa ke sini nggak sekarang," kata Hepi.
"Tapi pas saya sampai (di rektorat) Pak Ary sudah di ruang tunggu, sudah keluar," kata Hepi.
Baca juga: Dikontak Anggota DPR Soal Penitipan Mahasiswa, Eks Rektor Unila Karomani Sebut Ponselnya Disadap KPK
Atas keterangan ini, jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar saksi berkata jujur. Karena dalam sidang sebelumnya Aryanto mengatakan ada pertemuan antara Hepi, Aryanto dan Karomani.
"Pernah menghadap?" tanya jaksa.
"Tidak pernah, saya datang Pak Ary sudah keluar ruangan," kata Hepi.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.