Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hilangkan Trauma, Ratusan Warga Korban Longsor di Serasan Natuna Pilih Mengungsi ke Luar Pulau

Kompas.com - 14/03/2023, 13:27 WIB
Hadi Maulana,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

NATUNA, KOMPAS.com-Sedikitnya 835 warga Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, memilih untuk mengungsi keluar pulau setelah tempat tinggalnya dilanda longsor. 

Mereka pindah sementara ke pulau lain dalam Kabupaten Kepulauan Natuna dan Kalimantan Barat.

Ketua Himpunan Keluarga Serasan (HKS) Kabupaten Natuna, Buchari mengatakan, perginya korban terdampak semata-mata hanya untuk menghilangkan trauma dan mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan.

"Sebagian korban terdampak memutuskan untuk memilih memulihkan masa trauma di luar pulau Serasan dan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan bersama anak dan cucu serta keluarganya yang berada di sekitar Pulau Serasan," kata Buchari kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (14/3/2023).

Baca juga: Kisah Getir Longsor Natuna, Mila Selamat Usai Terpental, tapi 4 Anak dan Ayahnya Hilang

Menurutnya, sebagian warga Serasan mengungsi ke Kalimantan Barat untuk berobat.

"Kalau ke Kalbar, selain mengunjungi sanak keluarga, ada juga yang pergi berobat, karena mereka lebih sering dan lebih dekat ke Kalbar," terang Buchari.

Sedangkan sekitar 600 warga terdampak longsor mengungsi ke Pulau Bunguran atau Pulau Ranai yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Natuna.

Selain itu, ada pula yang mengungsi ke Pulau Tarempak Anambas, Pulau Midai, Pulau Subi 54 orang, Pulau Tige dan Kota Tanjungpinang.

"Data ini berdasarkan dari hasil pendataan HKS yang tersebar di Kepri," terang Buchari.

Buchari juga mengingatkan korban yang terdampak saat ini berada di luar Serasan tapi belum terdata, untuk segera menginformasikan keberadaannya ke pengurus HKS yang di daerah tempat korban menetap.

Baca juga: Tambah 2, Korban Meninggal Longsor Natuna Jadi 48 Orang

Hal ini agar seluruh hak yang wajib diterima korban tidak terjadi kekeliruan.

"Karena data-data tersebut akan kami serahkan ke Lurah hingga ke Camat dan terakhir ke intansi BPBD, agar tahu kalau keberadaan korban terdampak tersebut sedang berada di rumah sanak keluarganya," sebut Buchari.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com