Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kuliah S2 Jalur Beasiswa UNS, Jack Harun Eks Teroris Bom Bali: Dulu Pancasila Saya Ingkari, Hari Ini Saya Geluti

Kompas.com - 23/02/2023, 05:27 WIB
Labib Zamani,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

 

Untuk pemilihan prodi, kata Jack Harun, diarahkan mengambil PPKn. Seharusnya, kata Jack Harun, linernya adalah Pendidikan Vokasi.

Karena pendidikan S1-nya dahulu Pendidikan Teknik Mesin UNS. Jack Harun lulus pada tahun 2001.

Alasan pemilihan prodi PPKn tersebut karena disesuaikan dengan tugas baru Jack Harun yang menaungi Yayasan Gema Salam.

"Akhirnya dipilihlah prodi PPKn. Kemudian, saya masuk ke link pendaftaran, semua syarat saya penuhi, di link-nya itu online semua dan setelah selesai dinyatakan syarat-syarat memenuhi kemudian ujian," terang Jack Harun.

Dia mengungkapkan, ujian masuk S2 digelar secara online.

Jack Harun mengikuti ujian masuk S2 jalur beasiswa juga sesuai prosedur.

Dengan kerja kerasnya untuk bisa meneruskan kuliah, Jack Harun dinyatakan lulus.

Ia diterima sebagai mahasiswa baru S2 UNS tahun 2023.

"Alhamdulillah bisa lulus. Kamarin sudah kuliah. Terus hari ini kuliah perdana online juga," kata dia.

Rektor UNS Solo Prof Jamal mengapresiasi langkah Jack Harun yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 UNS.

Baca juga: Banjir di Kota Solo, Bupati Wonogiri: Tak Terkait Pembukaan Pintu Air Waduk Gajah Mungkur

Jamal berharap, Jack Harun tidak hanya berhenti di level S2.

Tetapi, ke depan bisa terus melanjutkan pendidikannya hinggga ke jenjang yang lebih tinggi.

"Ini kan bagian dari bagaimana pengembangan sumber daya manusia dari level S1, level S2, level S3. Saya rasa, setiap orang diberikan kesempatan untuk itu. Jadi, saya mengapresiasi langkah-langkah dari situ kemudian mendapatkan beasiswa. Kami doakan kalau bisa ke doktor malah baguslah," kata Jamal.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Viral, Brio Merah Halangi Laju Ambulans, Pengemudi Berikan Penjelasan

Viral, Brio Merah Halangi Laju Ambulans, Pengemudi Berikan Penjelasan

Regional
Cemburu Pacarnya 'Di-booking', Warga Lampung Bacok Pria Paruh Baya

Cemburu Pacarnya "Di-booking", Warga Lampung Bacok Pria Paruh Baya

Regional
Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Regional
Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Regional
Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Regional
Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Regional
Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Regional
Ditinggal 'Njagong', Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Ditinggal "Njagong", Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Regional
Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Regional
Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Regional
Masyarakat Diminta Waspada, 5 Orang Meninggal akibat DBD di Banyumas

Masyarakat Diminta Waspada, 5 Orang Meninggal akibat DBD di Banyumas

Regional
Tangerang-Yantai Sepakat Jadi Sister City, Pj Walkot Nurdin Teken LoI Persahabatan

Tangerang-Yantai Sepakat Jadi Sister City, Pj Walkot Nurdin Teken LoI Persahabatan

Regional
Lebih Parah dari Jakarta, Pantura Jateng Alami Penurunan Muka Tanah hingga 20 Cm per Tahun

Lebih Parah dari Jakarta, Pantura Jateng Alami Penurunan Muka Tanah hingga 20 Cm per Tahun

Regional
Kasus DBD di Demak Tinggi, Bupati Ingatkan Masyarakat Fogging Bukanlah Solusi Efektif

Kasus DBD di Demak Tinggi, Bupati Ingatkan Masyarakat Fogging Bukanlah Solusi Efektif

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com