Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Begal di Lampung Ditangkap, Sempat Tuduh Korban Penculik Anak

Kompas.com - 15/02/2023, 15:52 WIB
Tri Purna Jaya,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Tiga orang warga Kampung Purwa Negara, Kabupaten Way Kanan, ditangkap aparat kepolisian karena membegal sepeda motor pedagang asal Garut, Jawa Barat.

Ketiga pelaku menuduh korban menjadi penculik anak sebelum motor korban dibegal.

Kapolsek Negara Batin Inspektur Satu (Iptu) Negara Batin Pariang Marganda membenarkan bahwa pihaknya telah menahan tiga orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) itu.

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, 2 Begal di Gegerkalong Bandung Ditembak

Ketiga pelaku yang ditangkap oleh aparat kepolisian pada Selasa (14/2/2023) itu adalah BC (34), OS (29), dan MM (39).

"Para pelaku melakukan curas terhadap korban bernama Dedi pada Selasa, 12 Februari 2023 kemarin," kata Marganda saat dihubungi dari Bandar Lampung, Kamis (15/2/2023) pagi.

Marganda mengungkapkan peristiwa pembegalan itu berawal saat korban yang merupakan warga Garut, Jawa Barat itu datang ke Kampung Purwa Negara mengendarai sepeda motor bersama seorang rekannya.

Korban dan rekannya hendak menjual mangkuk hias serta menawarkan jasa mengukir sendok dan mangkuk di perkampungan tersebut.

Di tengah perjalanan, korban dan rekannya dihentikan oleh salah satu pelaku.

"Pelaku ini langsung menuduh korban hendak melakukan penculikan anak," kata Marganda.

Pelaku lalu membawa korban dan rekannya itu ke sebuah tempat dengan alasan menemui kepala kampung.

"Tetapi, keduanya malah dibawa ke sebuah gubuk di kebun, dan sudah ada dua pelaku lainnya," kata Marganda.

Di gubuk ini, para pelaku kembali menuduh korban sebagai pelaku penculikan.

"Korban juga diancam akan ditembak," kata Marganda.

Sambil mengancam, para pelaku meminta sejumlah uang dan mengambil KTP milik korban.

Karena korban tidak memiliki uang yang diminta, pelaku menyuruhnya menjual sepeda motor yang dipakainya itu.

Marganda menambahkan, dua orang pelaku membawa sepeda motor korban dan menjualnya seharga Rp 2 juta.

"Korban lalu diberikan uang sebesar Rp 1 juta dengan alasan ongkos korban pulang ke Garut," kata Marganda.

Baca juga: 12 Remaja Anggota Geng Motor di Pekanbaru Lakukan Begal, Celurit hingga Double Stick Disita

Marganda mengatakan, ketiga pelaku masih diperiksa di Mapolsek Negara Batin dan dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Curas.

"Ancaman pidana sembilan tahun penjara," kata Marganda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kala Prajurit Kopassus Dilantik Tanpa Didampingi Keluarga Usai Jalani Pendidikan di Nusakambangan

Kala Prajurit Kopassus Dilantik Tanpa Didampingi Keluarga Usai Jalani Pendidikan di Nusakambangan

Regional
Usai Santap Makanan Pengajian, Puluhan Warga di Brebes Keracunan Massal

Usai Santap Makanan Pengajian, Puluhan Warga di Brebes Keracunan Massal

Regional
Berkunjung ke Aceh, Menpora Diminta Tambah Anggaran PON Rp 531 Miliar

Berkunjung ke Aceh, Menpora Diminta Tambah Anggaran PON Rp 531 Miliar

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Regional
Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Regional
Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Regional
Usai Kecelakaan Maut Subang, Tim Gabungan Cek Kelayakan Bus Pariwisata di Banyumas

Usai Kecelakaan Maut Subang, Tim Gabungan Cek Kelayakan Bus Pariwisata di Banyumas

Regional
Soal 'Study Tour', Gibran: Jangan Dihilangkan

Soal "Study Tour", Gibran: Jangan Dihilangkan

Regional
Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta, Gibran Bakal Salurankan Bantuan Meski Tak ber-KTP Solo

Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta, Gibran Bakal Salurankan Bantuan Meski Tak ber-KTP Solo

Regional
Usai dari Lebak, 1.500 Warga Baduy Lanjutkan Perjalanan  Bertemu Pj Gubernur Banten

Usai dari Lebak, 1.500 Warga Baduy Lanjutkan Perjalanan Bertemu Pj Gubernur Banten

Regional
Kasus Penyerangan di Montong Lombok Barat, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus Penyerangan di Montong Lombok Barat, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

Regional
Siswi SMA Diperkosa Ayah Tiri dan Kakek, Pelaku Ancam Bunuh Ibu Korban

Siswi SMA Diperkosa Ayah Tiri dan Kakek, Pelaku Ancam Bunuh Ibu Korban

Regional
Isi Ratusan Liter BBM Subsidi di Kapal, 2 Warga Labuan Bajo Ditangkap

Isi Ratusan Liter BBM Subsidi di Kapal, 2 Warga Labuan Bajo Ditangkap

Regional
Sakit, 7 Calon Jemaah Haji Embarkasi Solo Ditunda Berangkat ke Tanah Suci

Sakit, 7 Calon Jemaah Haji Embarkasi Solo Ditunda Berangkat ke Tanah Suci

Regional
Tabungan Rp 5 Juta Terbakar, Penjual Angkringan di Solo: Padahal buat Mengembangkan Usaha

Tabungan Rp 5 Juta Terbakar, Penjual Angkringan di Solo: Padahal buat Mengembangkan Usaha

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com