BATAM, KOMPAS.com – Badan Intelijen Negara daerah Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan aktivis HAM Batam Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus atau romo Paschal ke Polda Kepri pada Senin (7/2/2023).
Laporan ini dibuat oleh Wakil Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Wakabinda) Kepri, Bambang Prianggodo karena pihaknya merasa dirugikan dengan surat yang disebarluaskan Romo Paschal ke sejumlah instansi pemerintahan yang ada di Kepri.
Ade Darmawan, kuasa hukum Wakabinda Kepri mengatakan, Romo Paschal yang juga Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) dilaporkan terkait penyebaran berita bohong, fitnah, dan pencemaran nama baik.
Pasalnya, Bambang Prianggodo dituduh membekingi sindikat mafia pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Malaysia secara ilegal.
Baca juga: 8 Orang PMI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia Sepanjang 2023
Ade menjelaskan, surat yang berisi pencemaran nama baik itu disebarkan Romo Paschal ke 12 instansi hingga akhirnya Bambang mengetahui informasi soal surat tersebut.
"Akhirnya klien kami mendapat informasi soal surat itu melalui surat yang disebarluaskan ke berbagai instansi terkait," ujar Ade dihubungi melalui telepon, Jumat (10/2/2023).
Awalnya, pihaknya memberi somasi kepada Romo Paschal, tetapi somasi tersebut diabaikan.
"Namun, yang bersangkutan mengabaikan somasi yang kami kirimkan. Hingga akhirnya, kami putuskan untuk melaporan RP ke Polisi," jelas Ade.
Ade mengatakan Romo Paschal dilaporkan ke Polda Kepri pada Senin terkait penyebaran berita bohong Junto 310 dan 311 tentang pencemaran nama baik dan fitnah.
Saat memberikan keterangan itu, Bambang telah dimintai keterangan Subnit 3 Ditreskrimum Polda Kepri selama 10 jam.
Atas informasi yang dituduhkan kepada Wakabinda Kepri, Ade berkata, pihaknya sangat dirugikan dan tertekan.
"Beliau ini (Bambang) sudah mulai tertekan secara psikis maupun psikologis. Dan mulai terancam karena ini menyangkut pribadi dan jabatan sebagai Wakabinda Kepri," tegas Ade.
"Kami serahkan ke penyidik. Kami yakin Polda Kepri profesional. Seperti yang disampaikan Kapolda. Kami harapkan juga saudara RP nantinya kooperatif," tambah Ade.
Wakabinda Kepri Bambang Panji Prianggodo juga mengaku bahwa dirinya merasa sangat dirugikan terkait hal ini.
“Saya juga tidak tahu apa maksud dari semua ini, yang jelas apa yang dilakukan RP merupakan hal yang tidak benar dan sangat-sangat merugikan saya,” terang Bambang.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.